MANJA

1.5K 67 0
                                        

Satu Minggu berlalu dengan begitu baik, namun Jaemin agak risih karena Jeno sangat manja padanya, tapi Jaemin juga suka dengan itu, Jeno terlihat sangat menggemaskan, tidak seperti dirinya yang dingin seperti dulu.

"Sayang~" Jeno naik ke atas ranjang menghampiri Jaemin yang tengah duduk membaca buku.

Jaemin hari ini libur, jadi ia tak kuliah, ia mempersiapkan dirinya untuk magang 2 minggu mendatang, yang mana dirinya juga belum memberitahu Jeno tentang niatannya.

Jeno berbaring di paha Jaemin dan menatap Jaemin yang masih fokus dengan bukunya, Jeno tak suka dengan itu, perhatian Jaemin terbagi antara dirinya dan buku.

"Na~" Jeno merengek seraya menghentak-hentakkan kakinya.

"Apa sih Jeno" Jaemin menutup bukunya dan menatap Jeno di pahanya yang sedang manyun.

"Masa aku gak dipedulikan, buku terus ishh☹️"  Rengeknya seraya menenggelamkan wajahnya di perut Jaemin.

"Baby marahin Buna nih, masa Daddy dicueki sih😟" Jeno berbicara dengan wajahnya yang masih diperut Jaemin.

"Jeno bicara yang benar" tutur Jaemin yang mana tak dapat mengerti ucapan Jeno.

Jeno mengangkat wajahnya, kemudian ia duduk dan memeluk Jaemin dengan merengek tiada henti, hal itu yang membuat Jaemin sedikit geli dengan sikap Jeno yang sekarang.

"Jen sudah, aku mau bicara serius sama kamu" Jaemin menepuk lengan Jeno agar Jeno mau berhenti merengek dan memeluknya.

Jeno melepaskan pelukannya lalu duduk dengan benar di sebelah Jaemin, ia tatap mata Jaemin yang mana sedang menatapnya dengan serius.

Jeno mengernyit, entah hal apa yang akan Jaemin sampaikan hingga melemparkan tatapan serius seperti itu kepadanya.

"Ada apa Na?" tanya Jeno.

Jaemin menghela nafas, ia sedikit ragu untuk mengutarakan kalimatnya, karena ia juga tau Jeno tak akan mengizinkannya.

"2 Minggu lagi aku harus magang, kamu mengizinkan gak?" ujar Jaemin gugup.

"Magang?" Tanya Jeno dan Jaemin mengangguk.

"Tapi kamu lagi hamil sayang, kalau kamu kelelahan gimana?" Larang Jeno dengan halus.

"Tapi aku harus magang demi nilai aku, lagian aku gak sendirian kok, ada Haechan yang bantuin aku" ucap Jaemin masih berusaha.

"Tetep aja, aku ragu mau ngizinin kamu" Lagi-lagi Jeno melarang.

Jaemin diam, ia menatap wajah Jeno dengan tatapan memelas, kemudian ia genggam tangan Jeno dan memohon agar diizinkan.

"Emang kamu tega biarin aku meninggalkan pendidikan aku? Please please please please ya izinin aku, aku janji gak akan sampe kelelahan, please 🥺" mohon Jaemin dengan puppy eyes andalannya.

Jeno diam, ia menatap wajah Jaemin yang mana menatapnya dengan tatapan melas, Jeno menjadi tak tega jika harus melarang Jaemin, ia tak mau mengecewakan harapan Jaemin terhadap pendidikan dan cita-citanya.

"Jenoo please ya, katanya asal aku mau tinggal sama kamu, kamu gak akan menghalangi mendidikan ku, katanya kamu bakal memenuhi keinginanku🥺" ucap Jaemin masih dengan puppy eyes andalannya.

Jeno menghela nafas panjang, ia tatap mata Jaemin lalu mengelus pipi Jemian dengan lembut, ia tersenyum tipis seraya menyingkirkan anak rambut Jaemin.

"Baiklah aku izinkan, asal kamu berjanji tidak akan melakukan pekerjaan yang berat" ucap Jeno menyetujui permintaan Jaemin.

"Beneran??" Tanya Jaemin semangat.

Jeno mengangguk sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan yang Jaemin lontarkan padanya.

One Night StandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang