Jaemin tengah diperiksa oleh Guanlin, dan Jeno menunggu tepat di samping Jaemin yang tak sadarkan diri.
Jeno elus rambut Jaemin, ia benar-benar khawatir pada si manisnya itu, taeyong hanya memerhatikan apa yang putranya lakukan.
"Gimana Lin?" tanya Jeno ketika Guanlin meletakkan kembali alat medisnya kedalam tas.
"Dia baik-baik saja" jawab Guanlin.
"Baik-baik saja bagaimana?! aku lihat dia langsung jatuh pingsan begitu! kau periksa yang benar dong!" cetus Jeno.
Mendengar itu Guanlin menghela nafas pasrah kemudian memeriksa ulang Jaemin, sesaat kemudian Guanlin menyudahinya lagi, dan tentu saja hasilnya sama, karena Jaemin memang baik-baik saja.
"Dia baik-baik saja Jen" ujar Guanlin.
"Kau yakin? lalu tadi kenapa dia langsung jatuh pingsan?" tanya Jeno.
"Dia terkejut, atau kita sebut saja syok saat melihat Tante tiway, makanya dia langsung jatuh pingsan begitu saja" jawab Guanlin menjelaskan.
"Tuh kan! mommy nih kalo dibilangin gak pernah mau dengerin Jeno, lihat sekarang" tukas Jeno menatap sang mommy.
"Ya maaf, mommy mana tau kalo Jaemin mu ini akan begitu terkejut ketemu mommy" ucap Taeyong menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Jeno menghembuskan nafas panjang, ia tak tau mau bicara apa lagi pada mommy nya itu, Jeno beralih menatap Guanlin yang sudah selesai merapikan alat medisnya.
"Kandungan juga baik-baik saja kan?" tanya Jeno menatap Guanlin.
"Iya, tapi kedepannya jaga dia baik-baik, jangan sampai tertekan, kelelahan, dan terkejut seperti tadi, itu bahaya jika terus berkelanjutan, apalagi ini kehamilan pertamanya, dan usia kandungannya juga sangatlah muda" Jelas Guanlin yang mana di dengarkan serius oleh Jeno.
"Kandungan? Hamil?" tanya Taeyong kaget.
"Iya tan, dia ini sedang hamil, baru memasuki minggu pertama" jawab Guanlin, sementara Jeno sibuk menatap wajah Jaemin.
"Karena semuanya sudah selesai, Alin permisi ya tante" pamit Guanlin pada Taeyong.
"Iya iya, hati-hati nak" pesan Taeyong yang di angguki oleh Guanlin.
Guanlin pun pergi setelah berpamitan, taeyong tentu saja mengantarkan Guanlin hingga pintu, setelah Guanlin pergi dengan mobilnya barulah Taeyong kembali ke kamar Jeno, ia ingin tau keseluruhan cerita.
Taeyong membuka pintu kamar, terlihat Jaemin yang sudah menenggelamkan wajahnya di perut Jeno, Jeno yang dipeluk juga terlihat mengusap lembut rambut dan punggung Jaemin.
"Kamu udah sadar?" tanya Taeyong yang mana membuat Jaemin kaget.
Jaemin membalik posisi nya, ia hendak bangun tapi dilarang oleh taeyong, karena Jaemin baru saja siuman dari pingsannya.
"Mom jangan menatapnya seperti itu" tukas Jeno tak suka melihat sang mommy terus menatap Jaemin tanpa henti.
Taeyong pun mengalihkan pandangannya, ia meminta maaf pada Jaemin kalau-kalau dirinya sudah membuat Jaemin takut, tak lupa juga Taeyong meminta maaf perihal membuat Jaemin kaget hingga pingsan karena kunjungannya yang tiba-tiba.
Jeno pamit kepada Jaemin untuk membuatkannya susu, Taeyong dan Jaemin berdua saja di dalam kamar. sebelum benar-benar pergi, Jeno lebih dulu mengingatkan pada mommy nya itu untuk tak membuat Jaemin takut.
"Jadi nama panjang kamu Jaemin?" tanya Taeyong, dan Jaemin mengangguk.
"Na Jaemin, nana itu nama panggilan yang Ayah dan ibu ku berikan" Jelas Jaemin.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanfictionTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
