Pagi-pagi Jeno rela datang kerumah sakit dan meninggalkan pekerjaannya demi meminta maaf pada Jaemin, namun Jaemin kembali mengabaikan permintaan maaf Jeno.
"Nana~" Jeno memelas berlutut di depan Jaemin yang enggan menatapnya.
"Jen, bangun, malu banyak orang" tutur Jaemin tanpa menatap Jeno.
"Tidak sebelum kamu mau maafin aku dan bersedia pulang" saut Jeno menatap Jaemin serius.
"Jawabanku masih sama Jeno, kau datang sia-sia, pulanglah" ucap Jaemin kemudian pergi begitu saja meninggalkan Jeno sendiri.
Waktu berjalan dengan cepat, siang hari pun tiba, Jaemin mendengar dari telinga ke telinga bahwa seorang pria terhormat tengah berlutut di depan rumah sakit hanya untuk mendapatkan permintaan maaf dari seseorang.
"Udahlah na, maafin aja, dia rela rendahin diri demi kamu" Haechan berusaha membujuk Jaemin, dirinya kasihan melihat Jeno kepanasan di bawah terik matahari berjam-jam.
Jaemin diam, ia hanya menatap Jeno dalam diam kemudian pergi, Haechan kaget lalu menyusul Jaemin, sejenak ia menoleh lagi menatap Jeno.
Soe Han berdiri di belakang Jeno dengan sebuah payung, Soe Han memayungi Jeno yang sontak membuat Jeno marah.
"Tuan, anda hanya bisa bertahan 15 menit, ini sudah berjam-jam tuan, jika di lanjutkan anda bisa...." Soe Han menggantung kalimatnya, namun Jeno tetap memahami apa maksud perkataan Soe Han.
"Tunggu saja di mobil Soe Han" tutur Jeno tanpa ekspresi khusus, wajahnya begitu datar.
Soe Han yang tak berdaya akhirnya pasrah, ia hanya bisa mengikuti apa kemauan majikannya itu, Soe Han pergi menunggu Jeno di mobil seraya menatap Jeno dengan tatapan khawatir.
_
_
_
Jaemin keluar dari ruangannya, ia merasa khawatir dengan keadaan Jeno.
Kini jam menunjukkan Jam 15:35, Sinar matari tetap terik mengenai halaman rumah sakit.
Langkah Jaemin terhenti dan menatap bingung orang-orang yang berlarian sana sini, apalagi Dr. Suho dan Dr. Sehun juga terlihat berlari panik menuju ruang ICU.
Jaemin menghentikan langkah seorang suster dan menanyakan apa yang telah terjadi hingga menyebabkan kepanikan itu.
"Itu, Pengusaha besar Lee, Lee Jeno tak sadarkan diri dihalaman rumah sakit kita dok, sekarang beliau sedang ditangani diruang ICU" jelas suster membuat Jaemin terkejut.
"Permisi dokter Na, saya harus membantu menyiapkan alat" pamit suster itu kemudian pergi begitu saja meninggalkan Jaemin yang terpaku diam.
Jaemin melangkahkan kakinya pergi menuju ruang ICU, ia melihat Soe Han yang telah menunggu seraya berdiri di depan ruang ICU.
"Soe Han" Panggil Jaemin membuat Soe Han menoleh.
"Apa yang terjadi?" tanya Jaemin.
Soe Han sebenarnya ingin memarahi Jaemin atas keegoisannya, tapi ia juga tak bisa melakukan itu, lagian apa yang terjadi adalah pilihan Jeno sendiri, majikannya.
"Sebenarnya Tuan muda hanya bisa terpapar sinar matahari selama 15 menit, lebih dari itu tuan muda akan mengalami hal seperti ini, beliau Alergi parah terhadap panas matahari, tubuhnya akan memerah dan......." Soe Han menggantung kalimatnya menatap Jaemin.
"Saya yakin anda lebih tau nyonya muda, anda adalah calon dokter, anda pasti lebih memahami apa yang saya maksudkan" sambung Soe Han.
Jaemin hanya diam, ia kemudian duduk di bangku tunggu dan menatap cemas pintu ruangan ICU, perasaannya gusar sekaligus menyesal, Jaemin kini benar-benar mengkhawatirkan keadaan Jeno di dalam sana.
"Jaemin" suara bariton itu mengagetkan Jaemin dan juga Soe Han.
Jaemin menoleh dan melihat Haechan tengah berlari mendekatinya.
Haechan juga baru saja mendengar tentang Jeno dari suster lain, ia kaget dan mencari Jaemin, namun ternyata Jaemin tak ada di ruangannya.
Haechan yang berasumsi Jaemin sudah mendengar tentang berita jeno pun segera mencari Jaemin ke ruang ICU, dan benar saja Jaemin sudah disana bersama seseorang yang Haechan kenal sebagai sepupu Jaemin, padahal kaki tangan Lee Jeno.
"Chan😢" Jaemin menatap Haechan dengan matanya yang sembab.
Haechan yang dapat memahami perasaan Jaemin pun lantas memeluk Jaemin.
Jaemin menangis dipelukan Haechan, uneg-uneg dikepalanya ia keluarkan semuanya, dan semuanya adalah mengerutuki dirinya sendiri yang telah membuat Jeno dalam keadaan seperti ini.
_CKLEKK
Jaemin, Soe Han dan Haechan lantas menatap dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU, ketiganya tampak sangat khawatir, tatapan ketiganya juga mengandung makna yang sama, satu pertanyaan yang sama.
"Dr. Sehun, bagaimana keadaannya?" celetuk Jaemin yang sudah kepalang panik.
"Jaemin? kenapa kamu disini?" tanya Sehun kaget sekaligus bingung.
"Dokter jawab saja bagaimana keadaannya?" ujar Jaemin.
"Aku sudah menghubungi dokter Lai selaku dokter pribadi Tuan Lee, jadi untuk kondisi selengkapnya kita menunggu saja Dokter Lai datang terlebih dahulu " jelas Sehun.
Jaemin menangis menatap Haechan, Haechan mengelus punggung Jaemin dan menenangkannya dengan banyak kata-kata penyemangat.
"Dia akan baik-baik saja" ucap Haechan, Jaemin hanya diam mendengarkan kalimat itu.
"Hey, ada apa denganmu Jaemin? kenapa kau menangis?" tanya Sehun seraya memegang bahu Jaemin.
Jaemin hanya menggeleng, sementara haechan menjadi gugup ketika menatap Soe Han yang sudah menatap tajam tangan Sehun yang ada di bahu Jaemin.
PLAKK
Soe Han menepis kasar tangan sehun dari bahu Jaemin.
Sehun yang mendapati perlakuan itu dari Soe Han lantas kaget, mengapa orang kepercayaan Lee Jeno memperlakukannya seperti itu? apa dia punya salah? pikir nya.
"Maaf asisten Lu, saya salah apa?" tanya Sehun bingung.
"Jaga sikap anda dokter" ujar Soe Han dengan sikap dinginnya menatap tajam wajah Sehun.
"Soe Han!!" cetus Jaemin membuat Soe Han kaget.
Soe Han menoleh kebelakangnya lalu menunduk sopan sebagai bentuk hormat.
"Daripada kau membuat keributan disini, lebih baik kau hubungi Guanlin, suruh dia datang sesegera mungkin!" tegas Jaemin.
"Tapi-" ucapan Soe Han terpotong kala Jaemin langsung menyelati ucapannya dengan bentakan.
"Apa ucapanku tak lagi berarti?!?!" Jaemin sedikit menyentak dengan matanya yang basah.
Soe Han terdiam kemudian membungkuk hormat, ia tak bisa melawan kata-kata Jaemin, karena ucapan Jaemin sama halnya perintah Jeno.
"Maafkan saya nyonya muda, saya akan segera menghubungi dokter Guanlin, permisi" ucap Soe Han diakhiri pamitan.
Soe Han pergi meninggalkan tiga orang yang tengah diam, apalagi Sehun yang teramat kaget mendengar Soe Han menyebut Jaemin sebagai nyonya muda.
"Tunggu, nyonya muda? kamu?" Sehun menunjuk Jaemin dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Maaf saya tidak bisa mengatakannya dokter" Jaemin membungkuk sebagai permintaan maaf.
"Bolehkah saya melihat Jeno?" tanya Jaemin lagi-lagi membuat Sehun termangu kaget.
Sehun mengangguk, kemudian Jaemin masuk kedalam ruangan dimana Jeno tengah terbaring lemah, sementara Sehun terus mengucap kata Jeno yang membuat Haechan canggung sebagai saksi mata.
"Jeno, haha Jeno"
"Hey, Jaemin punya hubungan apa dengan Lee Jeno?" tanya Sehun menatap Haechan.
"Emmm anu, saya tidak tau, permisi" saut Haechan kemudian pergi dengan tergesa-gesa menghindari pertanyaan Sehun.
BERSAMBUNG..........................................
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanfictionTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
