Seo Ten baru saja keluar dari mall, ia menunggu sang anak yang katanya akan menjemputnya untuk makan siang bersama.
Namun di tengah-tengah penugguannya, ia melihat suaminya memasuki Mall, Johnny tampak berjalan terburu-buru memasuki Mall.
Ten memutuskan untuk menyusul suaminya, ia penasaran apa yang terjadi hingga suaminya tampak sangat buru-buru.
"Babe, kamu udah nunggu dari tadi ya?" tanya Johnny ketika sampai di depan seorang pemuda cantik berusia sekitar 24 tahun.
_Deghh
Hati Ten begitu sakit, suami yang begitu ia cintai, yang begitu ia percayai ternyata telah menghianati nya.
Air mata Ten tak bisa di bendung lagi, ia merasa hancur ketika suaminya mencium kening pemuda itu lalu menggandengnya pergi.
Harus bagaimana ia mengatakan pada anak-anaknya jika papi mereka telah berselingkuh, haruskah pernikahan yang sudah dirinya pertahanan selama puluhan tahun musnah begitu saja? kenapa? kenapa suaminya setega itu.
"Johnny, tega sekali kamu" ucap Ten sebelum akhirnya pergi menyusul Johnny dan Renjun tentunya.
Johnny dan Renjun tengah memilih-milih pakaian, Ten menghampiri mereka dengan langkah cepat kemudian menarik Johnny.
"Seo Johnny!" sentak Ten membuat Johnny kaget bukan main.
"Ten? kenapa kamu bisa disini?" tanya Johnny yang benar-benar syok akan kemunculan istrinya itu.
"Kenapa? apa kau tidak boleh kesini ha?! dan menyaksikan kamu dengan santainya bermesraan dengan dia!" sarkas Ten kemudian menunjuk Renjun.
"Sadar Johnny! Kau ini sudah beristri! anak-anak mu sudah pada dewasa! aku bertahan selama ini bersamamu! menemani mu dari nol! sekarang apa balasan mu hah?! dengan gampangnya kamu menduakan aku!!" amarah Ten benar-benar memuncak. Johnny yang mendapatkan ceramah itu terdiam.
Ten menunjuk wajah Renjun lalu mengumpat-kan kata-kata tajam pada pemuda yang telah menghancurkan rumah tangganya.
Johnny yang melihat itu merasa kesal, terlihat banyak orang memandangi mereka, dengan amarah yang memuncak Johnny menarik Ten pergi, sementara Renjun pergi ke arah lain karena malu dicibir pelakor oleh orang-orang.
Johnny dan Ten telah sampai di rumah, Ten masuk lebih dulu dengan tampang biasa saja, ia tak mau orang-orang rumah tau masalahnya dengan sang suami.
Ten masuk kedalam kamar dan melemparkan belanjaannya begitu saja, Johhny yang baru saja masuk kedalam kamar langsung mengunci pintu lalu menghidupkan pengedap suara.
"Kau gila membuat keributan di tempat umum?!" sentak Johnny.
"Kamu yang gila!! pikirkan sendiri mana yang lebih aku melabrak mu atau kau yang tidak sadar diri sudah berkeluarga tapi malah kencan dengan anak muda!" pungkas Ten tak kalah menyentak.
"SEO TEN!!" Johnny berteriak seraya mencengkram leher Ten.
"Jangan membuat keributan atau aku akan menyiksamu!!" ancam Johnny lalu menghempaskan Ten ke lantai.
_BRUKK
Ten terhempas dengan kuat hingga membuat dahinya terbentur dengan lantai, Johnny yang melihat itu hanya diam sebelum akhirnya pergi begitu saja meninggalkan Ten tanpa sedikitpun perasaan bersalah.
"Hiks hiks hiks kenapa kamu jadi begini~ kamu bukan Johnny suamiku lagi hiks hiks hiks"
_
_
_
Jaemin baru saja keluar dari universitasnya, keduanya baru saja bertemu dosen pembimbing mereka dalam magang 2 hari lagi.
"Semangat untuk magang!" pekik Haechan menyemangati diri sendiri. sementara Jaemin hanya tersenyum menatap teman baiknya itu.
"Ayo pulang, ini udah hampir malam" ajak Haechan.
"Kamu bisa duluan, aku di jemput kakak sepupuku hari ini" ujar Jaemin.
"Ohh oke, lo gapapa sendirian?" tanya Haechan yang agak ragu meninggalkan Jaemin sendirian.
"Iya gapapa, bentar lagi dia nyampe kok" Jaemin tersenyum menjawab pertanyaan temannya itu.
Haechan kembali menanyakan hal yang sama, dan Jaemin juga memberikan jawaban yang sama.
Haechan pasrah, kemudian ia pamit dan pergi mendahului Jaemin, sementara Jaemin hanya memandangi kendaraan yang Haechan gunakan itu dengan senyuman tipis di bibirnya.
Tin tin tin
Klakson mobil yang mendekat mengagetkan Jaemin, senyuman manis terukir di bibir Jaemin kala mengetahui siapa pemilik mobil yang tak asing baginya itu.
Mobil Mercedes Benz C-Class warna hitam berhenti di depan Jaemin, keluarlah pria gagah nan tampan yang begitu Jaemin kenal.
_Grep
Jaemin memeluk tubuh gagah pria di depannya itu, yang tak lain dan tak bukan adalah Lee Jeno.
Jeno tersenyum lalu mengusap punggung belakang Jaemin sebelum akhirnya melepaskan pelukannya.
"Ada apa?" tanya Jeno.
"Capek☹️" saut Jaemin.
Jeno terkekeh lalu merengkuh pinggang kekasihnya itu dan membawa masuk kedalam mobil.
Jeno mengelus perut Jaemin dengan lembut membuat Jaemin tersenyum menatap wajah calon daddy yang tengah menatap perutnya penuh arti.
"Gak sabar ya jadi Daddy?" tanya Jaemin membuat Jeno seketika menatap wajahnya.
Jeno terdiam sejenak kemudian tersenyum. "Tentu saja, aku sangat menantikan dia lahir lalu tumbuh besar dan memanggilnya ku Daddy atau Papa juga boleh" jawab Jeno yang jelas terpancar kejujuran di matanya.
"Sayang, ayo kita menikah" ungkap Jeno membuat Jaemin menatapnya dengan tatapan sendu.
"Beri aku waktu ya" ucap Jaemin pelan.
Jeno tersenyum lalu mengelus surai rambut Jaemin dengan sayang, ia cium kening Jaemin lalu mengangguk.
"Jangan buru-buru, aku mengatakannya agar kamu bisa mempertimbangkannya" ujar Jeno membuat senyuman hangat terukir kokoh dibibir Jaemin.
"Kamu begini membuatku ingin sekali mencintaimu" ungkap Jaemin.
"Kalau begitu, cintailah aku lebih cepat, aku benar-benar menunggu namaku tertanam di hatimu" Jeno tersenyum lalu mengecup punggung tangan Jaemin.
Jaemin tersipu malu membuat Jeno gemas, Jeno menjalankan mobilnya pergi setelah selesai dengan kata-katanya.
30 menit kemudian Jeno dan Jaemin telah sampai di mansion, keduanya memasuki mension selayaknya suami istri, Jaemin merangkul lengan Jeno dengan manja seolah takut Jeno melarikan diri.
Para pekerja yang menyaksikan momentum itu lantas tersenyum, mereka ikut bahagia melihat hubungan majikannya begitu harmonis.
Jaemin tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat Jeno otomatis ikut terhenti karena si manis yang merangkul tangannya berhenti.
"Ada apa?" tanya Jeno.
Jaemin manatap Jeno dengan tatapan melas. "Boleh kita pergi lagi?" tanya Jaemin.
"Kenapa sayang? ada apa?" tanya Jeno khawatir.
"Aku..... tiba-tiba aku ingin sate😣 maaf Jeno😔" saut Jaemin dengan sendu di akhir kalimatnya.
"Astaga sayang..... kenapa malah pasang wajah sedih begini hem?" Jeno menangkup wajah Jaemin yang tampak sedikit murung.
"Aku takut merepotkan mu, kamu risih nanti aku udah ngajak pergi lagi padahal baru nyampe" Jaemin menjawab dengan memalingkan wajahnya.
Jeno tersenyum. "Ya udah ayo, mau beli sate dimana?" ujar Jeno membuat Jaemin kaget.
"Boleh?" tanya Jaemin antusias.
Jeno mengangguk sebagai jawaban, Jaemin yang mendapati jawaban itupun memekik girang kemudian memeluk Jeno dengan erat.
Keduanya pun berbalik lagi, mereka kembali masuk kedalam mobil dan pergi mencari sate, yang ternyata Jaemin mengajak Jeno membeli sate di pedagang pinggir jalan.
BERSAMBUNG..........................................
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
Fiksi PenggemarTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
