Pria cantik nan manis dengan perutnya yang sudah membesar terlihat tengah sangat telaten menata makanan dimeja makan untuk menyambut calon suaminya.
"Semoga Daddy suka ya sayang" ujarnya seraya mengelusi perutnya.
Dhuk
"Akh" pekik Jaemin saat calon anaknya menendang begitu bersemangat.
"Shttt pelan-pelan sayang, semangat banget sih haha" desis Jaemin dengan sedikit kekehan kecil.
Sedetik kemudian Jaemin dibuat kaget dengan kedua tangan yang begitu kekar melingkar di perutnya. dan itu adalah tangan dari seseorang yang telah Jaemin tunggu kedatangannya dari tadi.
"Jeno? Udah pulang? Kok gak ada suaranya?" Tanya Jaemin mengelus tangan kekar Jeno.
Jeno diam, ia menggendong tubuh Jaemin lalu membawanya ke kamar, Jaemin mengernyit aneh menatap Jeno yang tampak sedikit kacau, ia ingin menanyakan sesuatu tapi dirinya urungkan karena merasa bukan waktunya ia untuk bertanya.
Jeno dengan perlahan mendudukkan Jaemin di kasur lalu tampa izin mencium bibir Jaemin pelan sebelum akhirnya melepaskan ciuman itu setelah beberapa saat.
"Na, boleh aku melakukan itu?" Tanya Jeno balik bertanya.
"Apa? Melakukan apa?" Tanya Jaemin agak tak mengerti.
"Boleh kita melakukannya? Malam ini?" Tanya Jeno lagi membuat netra Jaemin sedikit lebih terbuka karena kaget.
Jaemin diam sejenak, ia usap kembali rahang pria jangkung dihadapannya itu, tatapan teduhnya membuat Jeno berhasil mengeluarkan setitik air matanya.
"Kita bisa, tapi kamu harus berjanji besok kamu harus cerita apa yang terjadi padamu malam ini" pungkas Jaemin dan Jeno mengangguk.
Jaemin sama sekali tak menolak ajakan Jeno, selain untuk membantu Jeno menghilangkan beban pikirannya, berhubungan saat ini juga baik untuk kandungan Jaemin.
"Iya, janji, terimakasih sayang" saut Jano sebelum akhirnya kembali meraup bibir plum kekasihnya.
🍁
🍁
🍁
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[ KAMAR BARU NOMIN]
Jeno terbangun lebih dulu daripada Jaemin, ia usap pipi chubby sicantik yang masih tertidur pulas, kemudian tangan itu beralih mengelus perut buncit si cantik.
"Maaf kalau semalam Daddy ganggu kamu istirahat aegi" ujarnya lalu mengecup singkat perut besar itu.
"Shttt" keluhan singkat keluar dari bibir tipis Jaemin ketika dirinya merasakan tak nyaman dalam posisi tidurnya, ia ingin berbalik namun susah karena perut besarnya.
"Sayang?"
"Eung~ Jeno, tidak nyaman" adu Jaemin memelas.
"Kita mandi dulu lalu kamu bisa lanjut tidur, ya sayang?" -jeno.
Jaemin hanya mengangguk, kemudian Jeno menggendong tubuh Jaemin dan membawanya ke-kamar mandi, jeno juga yang membantu Jaemin mandi.
Selesai mandi dan berganti pakaian Jeno mendudukkan dirinya dikasur dan senderan ke Headboard, Jeno renkuh pinggang kekasihnya lalu mendudukkan di pangkuannya.
Jeno membiarkan kepala Jaemin bersandar kebahunya mencari kenyamanan, tak lupa ia bersenandung beberapa lagu favorit Jaemin sejak hamil, hingga beberapa saat kemudian pria manis di pangkuannya itu telah terlelap dalam tidurnya, tak ada pergerakan, yang berarti ia nyaman dalam posisi tidurnya.
Jeno tersenyum lalu mengecup bahu Jaemin, "lucu sekali Buna, pasti lelah kan sayang?, maafkan aku membuat kamu harus menanggung semua perasaan ini, kamu menjadi kesulitan, bahkan hanya sekedar untuk tidur kamu susah".
Tok tok tok
Pintu diketuk singkat sebelum muncul seseorang dengan pakaian atasan putih dan celana hemma berwarna cream sebagai bawahan.
"Jeno, mommy-" yah, itu Taeyong, mommy Jeno.
Ucapan Taeyong terhenti kala melihat anaknya menaruh jari telunjuknya di bibir, lalu netranya beralih pada pria mungil yang kini lebih berisi sejak hamil sedang dalam keadaan tidur pulas di pangkuan Jeno.
"Ada apa?" -Taeyong.
Jeno menggeleng kecil lalu berbisik, "Nana susah tidur" saut Jeno membuat senyum mengembang di pipi sang mommy.
"Biarkan Nana istirahat dulu, mommy akan bicara padamu kalau senggang" ujar Taeyong yang di angguki oleh Jeno.
Taeyong sekarang amat bangga pada putranya itu, Jeno benar-benar menjadi sosok pasangan yang hebat untuk Jaemin, Jeno mungkin tak akan menyadari jika dirinya menjadi lebih dewasa semenjak ia akan menjadi ayah, tapi semua itu jelas Dimata Taeyong, putranya sangat dewasa sekarang.
Taeyong beranjak setelah mendapatkan balasan, namun langkahnya terhenti kala Jeno memanggilnya pelan
"Mau kemana mom?"
"Mom.... Ada janji sama Jaehyun" saut Taeyong tanpa ragu, karena Jeno juga sudah memberikan restu pada Jaehyun untuk mendekati Taeyong.
Taeyong pergi tak lupa menutup itu, Jeno sedikit merenung, ia tak tau apakah dirinya benar-benar sudah merestui hubungan antara ibunya dan Jaehyun, tapi melihat mommy nya selalu tersenyum membuat Jeno berhenti memikirkan banyak hal tentang hal itu..