Jaemin sudah pulang kuliah, ia masuk kedalam mansion dan di sambut sopan oleh pak Lu seperti biasa. pak lu ini sudah seperti ayah bagi Jaemin dalam beberapa hari ini mereka kenal.
"Tuan Na udah pulang, gimana kuliahnya?" Tanya pak Lu sopan.
"Hehe seru..... banget" jawab Jaemin menunjukkan deretan giginya.
"Saya punya temen baru pak, namanya Haechan" sambung Jaemin dengan ekspresi girangnya.
Pak lu juga ikut tersenyum, ia bahagia melihat Jaemin yang tak pernah memiliki teman akhirnya menemukan satu, semoga itu adalah awal yang baik.
"Jeno belum pulang ya Pak?" Tanya Jaemin seraya menoleh kesana-kemari mencari keberadaan Jeno.
"Masih ada waktu 2 jam sebelum tuan Jeno pulang, tuan Na" Jawab Pak lu seraya menatap jam tangannya.
"Emm baiklah, saya ke-kamar duluan ya pak" Ujar Jaemin dengan senyuman nya.
"Silahkan tuan na" saut pak lu sopan.
Jaemin pun pergi, ia menuju kamar Jeno yang mana juga merupakan kamarnya, ia menjatuhkan tubuhnya ke kasur melepaskan rasa lelah dan mati rasa di persendiannya.
"2 bulan lagi aku harus magang, kira-kira Jeno bakal ngizinin aku kerja gak ya" ucap Jaemin menatap langit-langit kamarnya.
"Terserahlah, aku pikirkan nanti saja kalau waktunya sudah dekat" ucap Jaemin kemudian.
Jaemin beranjak dan masuk kedalam kamar mandi, ia ingin membersihkan dirinya, karena memang badannya terasa lengket karena aktifitasnya saat kuliah tadi.
_
_
LEE GROUP
Terlihat Jeno yang tengah duduk di kursi kebesarannya dengan gagah, ia tengah berkutat dengan laptopnya berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, karena ia ingin segera pulang dan bertemu si manis milikinya. hahah bisakah Jeno menyebut seperti itu? MILIKNYA, Na Jaemin adalah milik Lee Jeno.
"Ngomong-ngomong tentang tadi teman baru Jaemin..... dia orang seperti apa?"
"Apa dia laki-laki straight? atau dia pihak atas?! jangan sampai dia pihak atas, jika iya maka aku harus mengurung Jaemin dalam genggamanku"
Jeno terus berbicara sendiri, ia benar-benar khawatir jika seseorang tertarik pada si manisnya, Jeno benar-benar tidak ingin itu terjadi, jika tidak ia terpaksa harus overprotektif pada Jaemin, Jeno akan menjauhkan semua pria yang mencoba mendekati Jaemin.
Dretttth Dretttth 📳
Getaran ponselnya membuyarkan pikiran negatif di otak Jeno, ia raih ponselnya dan menatap layar ponselnya itu, yang ternyata tertera nama Jaemin di panggilan masuk itu.
Jeno dengan cepat langsung menjawab panggilan telepon dari Jaemin itu, tentunya dengan senyum sumringah yang tak luntur, tolong ingatkan Jeno tentang Image CEO dingin miliknya.
"Ada apa?" Tanya Jeno.
"Besok aku libur, jadi bolehkah besok aku keluar untuk belanja barang-barang yang aku butuhkan?" Jawab Jaemin diseberang sana diakhiri pertanyaan.
"Bersamaku" ucap Jeno pasti.
"Aku tidak akan lari Jeno, kau bisa menemukanku walaupun aku kabur darimu sejauh mungkin" Tukas Jaemin yang mana berhasil memunculkan senyum tipis disudut bibir Jeno.
"Aku hanya takut kau dirayu orang lain" ungkap Jeno sedikit menggoda Jaemin.
"Dasar gombal!! aku serius ini, boleh atau tidak" tukas Jaemin yang mana membuat Jeno terkekeh pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanficTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
