SORRY MOM

1.3K 67 2
                                        

Renjun kini telah pasrah dibawah kukungan kedua pria tampan yang menyetubuhinya, yang ia lakukan hanya mend€sah nikmat akan apa yang ia terima di H0le nya.

"Ahh daddy~" Renjun benar-benar menikmati permainan kedua pria itu.

"Ahh kamu benar-benar pandai bermain baby" ucap Min Yongie, laki-laki kedua setelah Cha eunwoo muncul.

Keduanya benar-benar menumbuk kuat H0le Renjun, bukannya kesakitan, renjun malah merasa nikmat, kaki yang terbuka selebar mungkin tak menjadi masalah bagi Renjun, yang penting dirinya termanjakan.

Mereka bermain hingga Jam 9 malam, pada Jam 10 malam, Eunwoo pergi karena urusan mendesak, tersisalah Renjun dan suga yang rebahan di atas ranjang.

"Ayo lagi" ajak Suga yang langsung menindih Renjun.

_Jleb

"Uhhh kenapa terburu-buru sekali" ucap Renjun kemudian mengangkat kakinya membiarkan Suga memiliki tempat yang leluasa.

_

_

_

• BESOKNYA

• RUMAH SAKIT

• PAGI, [08:25]

Jaemin berangkat pagi-pagi sekali tadi pagi, karena ia ingin menjaga Jeno sebelum dirinya masuk kerja.

"Minum obatnya dulu" tutur Jaemin memberikan obat ke-tangan Jeno.

Jeno hanya menurut, ia segera meminum obatnya sebelum kesayangannya itu memarahinya, Jaemin membantu menaruh gelas Jeno setelah Jeno selesai minum obat.

"Aku harus pergi, aku masih ada pekerjaan" ujar Jaemin.

"Sekarang?" tanya Jeno yang sejujurnya enggan berpisah.

Jaemin mengangguk sebagai jawaban YA atas pertanyaan Jeno, Jeno diam sejenak sebelum akhirnya menarik tangan Jaemin untuk lebih dekat dengannya.

Jeno mencium perut jaemin yang ada di balik seragam dokter, Jaemin tersenyum mendapati perlakuan itu dari Jeno.

"Baby gimana selama ini hem?" Jeno berbicara seraya menatap perut Jaemin yang masih rata, namun terasa sedikit benjolan kecil saat dipeluk.

Janin Jaemin benar-benar berkembang sangat baik selama ini, meski begitu Jaemin juga mudah sekali lelah, kandungan baik tak menutup fakta bahwa fisik Jaemin lemah untuk bekerja berlebihan.

"Jangan bekerja terlalu keras sayang" pesan Jeno, ia khawatir dengan sifat Jaemin yang gila pekerjaan.

"Iya aku tau, udah dulu ya, nanti aku kesini lagi kalau udah selesai ngurus pasien" ucap Jaemin kemudian pergi.

Jeno hanya memandangi kepergian Jaemin dengan senyuman tipis, kemudian ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Hubungi kepala atau pemilik rumah sakit xx, Jam pulang pekerja magang atas nama Na Jaemin dan Seo Haechan majukan lebih awal" titah Jeno ketika panggilan teleponnya tersambung.

"Mau pada jam berapa tuan?"

"Jam 4 atau jam 5 sore, lebih bagus jika jam 3 sore sudah pulang, intinya saya tidak mau Na Jaemin pulang kerja jam 7 apalagi jam 8 malam seperti sebelumnya❄️" jelas Jeno dengan tegas.

"Baik tuan"

Mendapati jawaban itu Jeno pun menutup panggilan teleponnya, dirinya hanya tinggal menunggu kabar saja, jika pihak rumah sakit menolak keinginannya, terpaksalah Jeno akan membeli rumah sakit itu.

One Night StandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang