Sudah satu jam dokter menangani Jeno, namun dokter tak kunjung keluar memberikan kabar kondisi Jeno, hal itu membuat Taeyong dan Jaemin benar-benar takut dan khawatir.
"Shttttt" keluh Jaemin menyandarkan kepalanya di tembok dan mengelusi perutnya.
Taeyong yang mendengar keluhan Jaemin pun kaget, ia menatap Jaemin yang sedang meringis, Taeyong begitu khawatir.
"Na, ada apa? perut mu sakit?" tanya Taeyong.
"Iya mom, perut nana nyeri" saut Jaemin memegangi perutnya.
"Jangan banyak pikiran na, rileks dulu, jangan terlalu memikirkan Tuan Lee" timpal Haechan yang langsung sigap duduk di sebelah Jaemin dan mengusap-usap perut Jaemin.
*Perut nya sudah bisa aku rasakan, sejak kapan Jaemin punya hubungan dengan Lee Jeno bahkan mengandung hingga usia segini* batin Haechan.
"Chan~" seru Jaemin sendu.
"Shutttt, kita bicara nanti saja, tenangkan dirimu dulu" ucap Haechan membuat Jaemin diam.
Cklekk
Pintu yang terbuka membuat perhatian semuanya teralihkan, terlihat Guanlin yang keluar dari ruang operasi seraya membuka masker nya.
Jaemin berdiri di bantu Haechan membuat Guanlin menatapnya dengan khawatir, Guanlin takut ada apa-apa pada Jaemin, karena itu akan membuat Lee Jeno marah.
"Bagaimana?" tanya Jaemin.
Guanlin terdiam, ia ragu untuk mengatakan kondisi Jeno, pasalnya kondisi Jeno saat ini pasti membuat Jaemin syok.
Jaemin menyentak Guanlin yang terus diam, hal itu membuat Guanlin tak bisa apa-apa, ia tak bisa melawan ucapan Jaemin.
"Jeno kehilangan banyak darah, dia butuh donor darah, darah yang cocok dengannya di rumah sakit ini sudah habis, jadi harus mencari donor darah dirumah sakit lain" jelas Guanlin membuat Jaemin dan Taeyong semakin cemas.
"Lalu- sekarang lebih jelasnya kondisi Jeno bagaimana?" tanya Jaemin dengan suara gemetar.
"Kritis" saut Guanlin membuat Jaemin syok seketika.
Jaemin terpaku sejenak sebelum akhirnya tubuhnya goyah dan jatuh, beruntung nya Haechan kuat menahan tubuh Jaemin, hingga tubuh Jaemin tidak jatuh menimpa lantai.
Jaemin di bawa pergi oleh Haechan dan Soe Han keruang pemeriksaan lain, tersisa Taeyong saja yang masih berbincang dengan Guanlin mengenai masalah Jeno.
"Waktunya sampai kapan?" tanya Taeyong.
Guanlin menatap arlojinya. "Jam 8 malam nanti" saut Guanlin.
Taeyong mengangguk mengerti, kemudian ia pergi untuk mencari donor darah untuk Jeno, Taeyong yakin dengan koneksi yang dimilikinya ia dapat menemukan pendonor dalam waktu cepat.
_
_
_
Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, Taeyong kembali kerumah sakit, ia belum menemukan pendonor yang cocok, taeyong mondar mandir dengan perasaan gelisah, ia benar-benar takut.
Beberapa saat kemudian Jaemin muncul bersama Haechan, ia baru selesai membersihkan dirinya ditemani Haechan.
"Mommy" seru Jaemin dengan suara serak.
Tenggorokan Jaemin terasa kebas setelah dari tadi menangisi Jeno, kalau bukan karena bayi di dalam perutnya, jaemin pasti akan lupa makan, minum bahkan untuk sekedar membersihkan diri ia tak akan ingat sangking khawatirnya.
"Na~" sendu, begitulah nada bicara taeyong.
"Kenapa mom?" tanya Jaemin.
"Donor darahnya tidak ada" saut Taeyong membuat Jaemin refleks memegangi dadanya, ia syok.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanfictionTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
