Mohon memberikan dukungannya.......
"Bagaimana keadaannya Vero sekarang dok?" Tanya Theo cemas.
"Kami sudah melakukan CT-scan dan juga telah memastikan luka pasien tak ada yang serius, namun pasien saat ini memiliki masalah pada kesehatan mentalnya....."
Setelah Vero disiksa Arvano, Theo memang memutuskan untuk membawa wanita itu ke rumah sakit. Theo takut terjadi sesuatu dengan Vero apalagi kondisinya terlihat memprihatinkan. Lebih baik wanita itu diperiksa dengan teliti takutnya ada luka tersembunyi yang bisa membahayakan nyawanya. Theo geram sekali pada pria yang tak dikenalnya itu karena berani-beraninya menyiksa Vero.
"Baik terimakasih dokter..." balas Theo lega.
Tak lama Theo memutuskan untuk menelepon Abraham di tangga darurat rumah sakit. Dia harus membuat perhitungan pada pria yang tak dikenalnya itu, tak akan Theo biarkan dia lolos setelah melukai Vero. Theo harus mencari tahu siapa pria gila itu sekarang juga.
"Apa kamu sudah menemukan identitas pelaku yang ku kirimkan CCTV nya?"
"Saya menemukan data dia di kepolisian pak... dia bernama lengkap Arvano Mahaputra yang merupakan seorang mantan napi.."
"Kasus apa yang dia lakukan sampai menjadi seorang tahanan?" Theo mulai penasaran.
"Dia dihukum karena sudah memperkosa seorang gadis belia yang saat itu berusia 15 tahun.. masa hukuman Arvano adalah 10 tahun penjara dan saya yakin usia gadis itu sekarang sudah 25 tahun....."
Theo mengepalkan tangannya dan mengingat ucapan Lingga. Di masa lalu Vero diperkosa oleh seorang pria tak bertanggung jawab dan secara kebetulan Abraham mengatakan jika pria bernama Arvano itu terlibat kasus pemerkosaan juga. Theo yakin sekali pria tak dikenal itu yang sudah memperkosa Vero dan rasanya api kemarahan muncul begitu besar pada dirinya. Sejak hari ini Theo bertekad akan melindungi Vero dari pria bajingan itu.
"Tolong kamu laporkan kembali dia ke polisi, aku sudah mengantongi buktinya"
"Baik kalau begitu saya akan segera ke rumah sakit untuk mengambil bukti yang bapak maksud..."
Theo menutup panggilannya dan dia menghela nafas kasar. Dia begitu marah tapi tak bisa berbuat apa-apa karena pria sialan itu berhasil kabur. Rasanya Theo menjadi sosok yang tak berguna sama sekali, selama berjam-jam dia diam di tangga darurat dan menyalakan rokoknya. Theo sedang memikirkan sebuah cara bagaimana membuat Arvano dihukum seberat-beratnya. Pria itu khawatir dengan keselamatan Vero jika Arvano masih bebas berkeliaran. Tak lama dia akhirnya memutuskan kembali ke ruang rawat setelah hampir berjam-jan lamanya duduk di tangga darurat.
Dia melihat Vero sudah siuman dan kondisinya terlihat tak begitu baik. Dengan segera Theo memegang tangannya, pria itu tak mau berbicara apapun dan hanya ingin menggenggam tangan mungil tersebut hingga berniat tak melepasnya. Tangan mungil itu begitu lembut dan berkali-kali Theo mengecupnya lembut.
"Istirahatlah... kamu aman bersamaku sekarang" ucap Theo dengan pandangan sendu.
"Terimakasih karena kamu udah selametin aku..."
Vero masih berusaha untuk tersenyum padahal pipinya memerah bekas tamparan Arvano. Theo sedikit trenyuh dan bertekad dia akan melakukan perhitungan pada Arvano, takkan dia biarkan bajingan itu hidup tenang.
"Sejak aku menyadari perasaanku maka sejak hari itu juga aku berniat untuk menjagamu... jangan memikirkan apapun karena aku disini akan berusaha sekuat tenaga dalam menjagamu...."
Theo berkata dengan lembut pada Vero dan mengecup kening wanita itu dengan penuh kasih sayang. Vero merasa Theo banyak berubah, wanita itu melihat ketulusan dalam diri Theo. Bersama pria itu Vero merasa terlindungi namun tak lama ada seorang pria yang mengetuk pintu. Ternyata dia Azka, pria itu terlihat sangat cemas apalagi saat Keysha memberitahunya jika Vero masuk rumah sakit dan terluka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr Lawyer Wants Me
RomanceTheodore Gunawan terobsesi dengan seorang gadis yang biasa dijuluki kupu-kupu malam. Dia rela mengeluarkan kocek hingga milyaran untuk menjadikan gadis itu hanya untuknya dan miliknya seorang.
