Happy reading
.
.
.
.
.
_____
"Gua udah balik ke indo,kapan ngumpul bareng lagi!" Roky berucap dengan seseorang di sebrang sana melalui panggilan telepon.
"Kapan-kapan deh, kalau ada jadwal kosong gua!"
"Aelah, sibuk banget pak dokter" roky menduduki bokongnya di sofa yang berada di kamar miliknya.
"Gak sibuk!, lagi banyak pasien aja"
"Sama aja Bambang!" Roky mendengus kesal mendengar jawaban orang itu.
Terdengar kekehan lembut dari sebrang sana.
"Yaudah bro,gua habis ini ada jadwal pasien kemoterapi".
"Siap pak dokter"serunya lalu memutuskan panggilan telepon.
Roky melempar ponselnya asal, ia merasa sedikit bosan setelah mengantarkan gadis kesayangannya pulang, sebenarnya dia mengajak Ayla untuk ke mall, namun gadis itu menolak dengan alasan jika dia mempunyai tugas sekolah.
Benar-benar roky seperti pengangguran setelah kembali ke Indonesia, sebelumnya ia sibuk mengurus perusahan bokapnya di Belanda, setelah bokapnya meninggal.
Namun karena ia mendapatkan laporan dari mata-mata kepercayaannya untuk menjaga Ayla, ia memilih kembali ke Indonesia untuk turun tangan melindungi gadis kesayangannya.
Dan perusahaannya di Belanda , di ambil alih sementara oleh tangan kanannya.
****
Jam telah menunjukkan pukul 19:40, Ayla berniat untuk berbelanja ke supermarket terdekat.
Ayla telah siap dengan pakaian kaos santai dan celana jeans santainya, ia mencepol asal rambut panjangnya.
Ayla keluar dari apartemennya, alangkah kagetnya, sefika sudah berdiri menyender di dekat pintu apartemennya, dengan tampang datar khas miliknya, sambil memainkan ponsel.
Sudah hal lumrah jika sefika seperti itu, sering kali Ayla mendapati sefika yang terdiam di depan pintu apartemennya.
Padahal gadis itu bisa mengetok pintu , atau berteriak memanggil ayla, tapi dia lebih memilih menunggu Ayla keluar.
"Udah berapa lama Lo disitu" tanya Ayla.
"3 jam, lama banget Lo bukain pintu" jawabnya dingin lalu melenggang masuk ke apartemen Ayla.
Ayla mendengus kesal mendengar penuturan gadis itu, dia yang tak mengetok pintu, malah menyalakan Ayla yang tak membukakan pintu.
Ayla memaklumi sifat sikutup, dia tak akan bertanya kenapa gadis itu datang ke apartemennya malam-malam seperti ini.
Dia selalu berpikir jika gadis itu mungkin mempunyai masalah yang tak mau di beritahu kepada orang lain.
Ayla pun tak berniat ikut campur, ia menghargai privasi orang lain.
Gadis itu melanjutkan niatnya untuk berbelanja ke supermarket.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA LIKU AYLA
Novela Juvenil‼️ NO PLAGIAT ‼️ ⚠️ JANGAN LATAH!! JANGAN MEMBAWA-BAWA CERITA LAIN KEDALAM CERITA INI. MOHON JANGAN SAMAKAN CERITA INI DENGAN CERITA ORANG LAIN. CERITA INI MURNI DARI HASIL IMAJINASI SAYA SENDIRI ⚠️ HARGAI KARYA PENULIS, JANGAN LUPA VOTE & KOMENNYA...
