36

3 1 0
                                        

Happy reading

.

.

.

.

.

_______

Jam sudah menunjukan pukul 07:55 tentu saja Ayla dan viola sudah telat untuk kesekolah, namun itu tak membuat kedua gadis itu mengurungkan niatnya.

Disinilah mereka berada sekarang, di tembok belakang sekolah, Ayla membawa viola kesana, agar mereka bisa masuk, karena kalau mereka lewat gerbang depan tentu saja pak satpam tidak akan membukakan gerbang untuk mereka.

Untung saja untuk memanjat tembok setinggi 2 meter itu tidak susah, karena sudah ada bantuan tangga entah dari mana tangga itu berasal, Ayla tak peduli yang terpenting sekarang ia akan masuk dengan tenang.

"Ola! Lo duluan gih" suruh Ayla.

Viola mengangguk, gadis itu segera menaiki tangga dengan santai, jangan lupakan viola juga salah satu gadis pemberani.

Namun saat sudah sampai di atas, viola hendak lompat, tapi viola dibuat meneguk ludahnya sendiri, bagaimana tidak, tembok itu sangat tinggi, dan jika ia melompat pasti akan mendarat di atas tanah.

"Ola buru!" Ayla mendesak gadis itu agar secepatnya melompat, kalau tidak mereka akan segera tertangkap.

Mau tak mau viola harus melompat, ia menutup matanya, akan menerima dengan rasa sakit di pantatnya saat mendarat di tanah.

Viola melompat.

1

2

3

Viola tak kunjung merasakan sakit di pantatnya, apakah dia tidak jatuh? Bagaiman bisa?.

Viola membuka matanya, ia terbelalak kaget kala haris ternyata menangkap dirinya, sekarang posisinya Haris menggendong viola ala bridal style.

Ayla yang juga sudah sampai di atas, ia hendak melompat namun dirinya malah mendapatkan tontonan India gratis, dimana viola dan Haris saling tatap-tatapan, Ayla mendengus kesal, ingin ia menendang keduanya saat ini juga.

"CK, MALAH SYUTING INDIA" dengus ayla, sambil memutar bola matanya malas.

Viola dan Haris mendongak mendengar suara Ayla, gadis itu menatap Meraka dengan tampang jengkel.

"Awasss woi" gertaknya.

Haris segera menjauh dari tempat dimana Ayla akan melompat, baru saja Ayla mengambil ancang-ancang ingin melompat namun.

"KALIAN NGAPAIN" teriak seseorang dari arah belakang Haris.

Ayla kaget mendengar suara itu, kaget sekali epribadih, jantungnya berdegup kencang, tanpa sadar ternyata Ayla malah melompat mendengar suara kaget itu.

Bukan bongkong Ayla yang mendarat ketanah melainkan kepalanya terlebih dahulu mendarat, tentu saja membuat dentuman yang keras.

LUKA LIKU AYLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang