HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
________
Ayla menuruni anak tangga sambil bersenandung kecil, suasana hatinya sangat baik hari ini, senyuman manis yang bertengger dibibir gadis itu bisa saja bikin meleleh.
Dimeja makan sudah ada ayah dan bundanya, beserta zakara dan roky.
"Kelamaan Lo turun. Keburu mati gegara laper ni cacing gua" sungut zakara sambil mengelus-elus perutnya yang rata.
Ayla mengidikkan bahu acuh, lalu duduk di samping Roky. Ayla heran tumben sekali roky tidak menyapanya atau sekedar memberikan dia seulas senyum dari bibir tampan Roky.
Ayla berusaha berfikir positif, mungkin saja roky sariawan? Nah bisa saja.
"Bang ky. Kangen banget, kok Abang gak datang jenguk aku kemarin?" Ayla menatap roky dengan cemberut.
"Kemarin sibuk" balasnya dingin, tidak ada senyum hangat yang biasa diberikan roky pada Ayla.
Cowok itu malah cuman melirik Ayla sesaat lalu kembali fokus pada ponselnya.
Ayla mendadak cengo dengan sikap roky terhadap dirinya. Sejak kapan roky bersikap dingin? Tidak kemarin roky masih bersikap hangat pada dirinya. Atau dia melakukan kesalahan? Kenapa Ayla merasa dirinya tak bersalah.
"Bang ky. Ayla ada salah?" Cicitnya pelan.
Roky melirik sekilas lalu menggeleng, dan kembali fokus pada ponselnya.
Lagi-lagi Ayla dibuat sedih dengan perubahan sikap roky. Hatinya sedikit sakit kala roky bersikap dingin kepadanya.
"Kok Abang diemin aku?" Tanya Ayla lagi, dia tak akan menyerah sebelum roky bersikap hangat lagi kepada dirinya.
Roky menatap sekilas kearah Ayla, ia menarik nafas dalam. Kemudian roky menatap zakara dengan raut penuh arti, zakara hanya membalas dengan bergidik bahu saja.
"Tan, om. Aku izin pamit duluan, tiba-tiba ada hal penting yang harus aku urus" ucapnya.
Roky menyalimi Jesika dan Andreas, ia pergi tanpa menatap Ayla sedikitpun.
Tentu saja sikap roky yang seperti itu membuat Ayla merasakan sakit. Seketika aura mencekam keluar dari Ayla, dapat dirasakan zakara jika suasana tiba-tiba mencengkam.
"Yaudah ayo kita makan" ujar Andreas, ia sebenarnya juga sedikit merasakan aura yang berbeda pada anak gadisnya.
Sretttt
Ayla bangkit dari duduknya, tanpa sepatah katapun pergi meninggalkan ruang makan. Mata gadis itu sudah berkaca-kaca seperti menahan tangis.
Zakara menghembuskan nafas gusar, dirinya tau jika ini akan terjadi. Tapi ini semua rencana Rey dan Roky agar Ayla tidak dalam bahaya.
Jesika dan Andreas juga sama, mereka sudah tau rencana roky dkk. Awalnya jesika tidak setuju dengan rencana mereka. Tetapi karena Rey berusaha meyakinkan dirinya, Jesika akhirnya menyetujui walaupun dia tidak tega melihat putrinya akan bersedih.
"Hum, yaudah ayok makan. Habis ini kamu anterin makanan ke adik kamu zaka"
****
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA LIKU AYLA
Teen Fiction‼️ NO PLAGIAT ‼️ ⚠️ JANGAN LATAH!! JANGAN MEMBAWA-BAWA CERITA LAIN KEDALAM CERITA INI. MOHON JANGAN SAMAKAN CERITA INI DENGAN CERITA ORANG LAIN. CERITA INI MURNI DARI HASIL IMAJINASI SAYA SENDIRI ⚠️ HARGAI KARYA PENULIS, JANGAN LUPA VOTE & KOMENNYA...
