final chapter

5.5K 78 13
                                        

"Kak Sena....." teriak Cecily sambil mengetuk-ngetuk pintu kayu yang ada di depan nya ini.

Tok tok tok.

"Kak Sena...." panggil Cecily lagi saat belum ada jawaban sama sekali.

Setelah beberapa saat baru lah muncul bayangan Sena dengan senyum di bibir nya.

"Eh, Cecily, kenapa?." Tanya Sena.

"Eh ada Issa, ayo masuk dulu." Ucap Sena sambil melebarkan pintu nya.

"Gak usah kak, aku cuman mau tanya tentang Lisandro."

"Dia ada ngabarin kak Sena gak?, udah hampir tiga tahun, Lisandro belum pernah ngabarin aku sama sekali sejak dia kuliah di luar."

"Aku-Aku gak tau, aku juga gak di kabarin." Jawab Sena dengan senyum yang di paksakan.

"Gitu ya?, nomor dia juga gak aktif." Balas Cecily lesu.

"Lessa nanyain Lisandro mulu, bahkan akhir-akhir ini sering mimpiin om Lisa nya, kayanya karena faktor rindu." Lanjut Cecily sambil terkekeh pelan.

"Yaudah, Cecily pamit dulu ya kak Sena." Ucap Cecily, setelah itu ia membalikkan badan untuk pulang sambil memegang tangan mungil milik Isssa.

"Cecily tunggu." Cecily yang mendengar panggilan dari Sena langsung berbalik.

"Kenapa kak?." Tanya Cecily dengan kening yang berkerut.

"Aku mau nyampein sesuatu yang kamu gak tau."

Cecily yang mendengar itu langsung menaikkan alisnya karena penasaran.

"Apa kak?." Tanya Cecily penasaran.

"Lisandro meninggal."

Cecily terkekeh pelan mendengar itu, "kak Sena bercanda kan?."

Raut wajah yang awal nya biasa saja itu langsung memucat.

"Kak, jangan bohong dah." Ucap Cecily dengan mata yang saat ini telah berkaca-kaca.

"Aku gak bohong." Kali ini mata Sena ikut berkaca-kaca.

"Kapan?." Tanya Cecily dengan nada lemah.

"Sebelum kamu melahirkan Issa."

"Aku gak ngerti maksud kak Sena, bisa jelas-jelas gak?." Ucap Cecily dengan nada yang mulai meninggi.

"Pas aku sebelum lahiran Lisandro pamit buat berangkat s2 di luar negeri kak, bukan kemana-mana." Jawab Cecily dengan nada yang bergetar.

"Tapi Lisandro gak pernah keluar negeri Cecily."

"Dia mati, dia mati karena ngasih paru-paru nya buat suami gila kamu itu." Teriak Sena dengan air mata yang berlinang.

Sena langsung menutup pintu itu dengan kasar.

"Kak Sena jangan di tutup dulu, kasih tau Cecily dimana Lisandro sekarang kak, Cecily mohon." Ucap Cecily sambil menggedor-gedor pintu di depan nya ini.

"Tempat yang sama dengan ayah kamu."

"Makasih kak, maafin Cecily juga, maafin Cecily, andai Cecily tau Lisandro bakalan ngelakuin itu, Cecily bakalan cegah kak." Ucap Cecily serak pada Sena yang saat ini sedang menatap nya dengan tatapan yang tak bisa Cecily jelaskan.

"Aku gak tau Cecily, aku gak tau, ini semua udah keputusan Lisandro, aku bisa apa." Ucap Sena terisak-isak, Sena kembali masuk ke dalam rumah nya.

Tubuh Cecily langsung jatuh ke lantai yang kotor itu. Cecily rasanya tak bisa lagi menahan bobot tubuh nya.

Ternyata kebahagian Cecily dan Alessandro beberapa tahun ini malah mengorbankan nyawa Lisandro.

Ternyata pamitan pria itu benar-benar pamitan terakhir, pelukan terakhir dan pertemuan terakhir mereka.

LAST OPTIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang