44.

4.8K 121 6
                                        

Seperti biasa, setelah mengunjungi Gerrad, Cecily akan berakhir bermenung di kursi rumah sakit.

Sambil memikirkan hal-hal terburuk yang busa terjadi.

Hari demi hari sudah berlalu, tetapi keadaan Gerrad tak kunjung membaik. Cecily benar-benar tak tahu lagi.

Waktu itu sudah ada pendonor, tetapi sayangnya tak cocok di tubuh Gerrad. Padahal ia awalnya sangat bahagia.

Cecily ingin menyerah dan lebih memilih untuk memikirkan hal-hal terburuk yang bisa saja terjadi.

Cecily terkejut saat syarat seseorang memanggil nya.

Lisandro sendiri menghampiri Cecily yang sekarang ada di rumah sakit.

Ia menghampiri wanita yang sedang bermenung itu.

"Woi, suka banget lo ngelamun gitu, serem tau gak."

"Ih, kamu apaan sih, aku lagi sedih." Ucap Cecily kesal.

"Lo jangan sedih-sedih, mau gue traktir eskrim gak di luar?." Tanya Lisandro.

Cecily hanya diam, ia ragu untuk menerima ajakan itu atau tidak.

"Udah ah, cepetan, banget lo mikir nya." Ucap Lisandro kesal sambil menarik tangan kanan Cecily.

Maka mau tak mau Cecily ikut dengan Lisandro, mengikuti jalan pria itu.

Mereka membeli eskrim di salah satu kedai yang tak jauh dari rumah sakit.

"Lo mau rasa apa?."

"Aku stroberry coklat aja deh."

"Ok, tunggu di sini." Setelah itu Lisandro mulai memesan eskrim itu.

Cecily hanya memperhatikan pria itu dari jauh, mood nya sedang tak baik saat ini.

Lima menit berlalu, dapat Cecily lihat Lisandro berjalan ke arah nya sambil menenteng dua buah eskrim di tangan nya.

Lisandro memberikan salah satu eskrim itu pada Cecily, eskrim yang sesuai dengan pesanan wanita itu.

Cecily menerima dengan baik, mereka mulai memakan nya dalam diam.

"Gimana keadaan kandungan lo?, ada ngerasa sesuatu yang aneh gak?." Tanya Lisandro sambil memakan eskrim nya.

"Baik, gak ada masalah."

"Kalau Alessandro, gimana keadaan tu bocah?, udah beberapa hari ini gue gak liat dia." Tanya Lisandro lagi.

"Baik, dia sama mama Dian, tapi kata mama kadang Lessa sedih kalau kangen aku atau keinget keadaan mas Gerrad." Jawab Cecily, Lisandro yang mendengar itu mengangguk mengerti.

"Kalau lo sendiri?."

Cecily langsung menoleh pada Lisandro saat mendengar pertanyaan terakhir pria itu. Ia memperhatikan Lisandro yang saat ini masih sibuk dengan eskrim nya.

"Aku jelas gak baik-baik aja." Jawab Cecily terkekeh setelah beberapa saat.

"Jangan, jangan gak baik-baik aja, gue mau lo matiin ke gue kalau lo bakalan baik-baik aja." Ucap Lisandro serius sambil menatap mata Cecily.

"Emang kenapa sih?, tumben banget nanya-nanya gitu."

"Gue sebenarnya mau pamitan, mau keluar negeri, gue mau lanjut s2 buat lanjutin perusahaan bokap gue."

"Jadi jangan sedih, selalu kuat, gue selalu doain lo bahagia sampai akhir hayat, gue selalu sayang sama lo dan Lessa."

"Jagain mereka buat gue." Cecily hanya mendengarkan perkataan Lisandro tanpa membalas apa-apa, pasalnya ia masih terkejut saat pria itu berkata akan keluar negeri.

"Kasih hug terakhir buat gue please." Rengek Lisandro dengan air mata yang berlinang.

Cecily tak tahu harus berkata apa, air matanya ikut berlinang melihat itu. Padahal keadaan nya mereka ada di tempat umum.

"Rajin-rajin belajar nya, aku nungguin kamu disini, nanti kalau udah pulang jangan lupa kabarin, nanti anak kedua aku harus tau sama om dia yang baik banget, yang selalu bantu mama nya."

"Kayak nya gue gak bakalan pulang." Lisandro terkekeh pelan, ia mengelus-ngelus perut buncit milik Cecily.

"Bilangin ke Alessandro ya, buat jangan lupain gue, bilang sama dia gue selalu sayang sama dia meski dari jauh, sampein juga ke anak lo yang mau lahir ini, meski gue gak pernah liat dia, gue udah sayang banget sama dia."

"Tolong, tolong kalian bahagia, jagain Kevin sama kak Sena juga, kalian berarti banget buat gue." Ucap Lisandro sambil tersenyum, tetapi air mata tetap turun dari pipi pria itu.

"Lo adalah orang terbaik yang pernah gue temuin seumur hidup."

"Bahkan sejak pertama kita ketemu gue udah ngerasain itu, maaf ya kalau gue pernah jahat sama lo, jujur itu cara gue buat pengen deket sama lo."

"Enggak kok, kamu baik banget, udah ah mewek nya, capek nangis." Ucap Cecily, sedangkan Lisandro hanya terkekeh melihat itu.

Lisandro mengeluarkan sesuatu dari tas yang di sandang nya. Sedangkan Cecily hanya menperhatikan pria itu.

Lisandro mengeluarkan tiga buah kalung dan satu buah album foto.

"Ini ada tiga buah kalung, buat lo, Lessa, sama anak lo yang bakalan lahir."

"Di sini juga ada album foto, ada foto antara gue, Alessandro, sama perut buncit lo juga."

"Jangan lupain gue ya, gue sayang banget sama kalian."

"Kalau nanti laki lo udah banget, trus jahat lagi, gebukin aja."

"Lisandro...." rengek Cecily.

"Udah ah mewek nya, gue bakalan anter lo ke rumah sakit lagi, soalnya gue mau siap-siap."

Cecily mengusap air matanya dan kemudian memukul pelan lengan pria itu.

Mereka tertawa setelah beberapa saat.

Lisandro dan Cecily akhirnya kembali ke rumah sakit. Lisandro mengantarkan Cecily sampai ke depan parkiran rumah sakit.

"Gue pergi dulu." Ucap Lisandro sambil tersenyum tipis, pria itu masuk ke dalam mobil nya.

Cecily memperhatikan kepergian Lisandro dengan berat hati, entah kenapa rasanya ada yang aneh.

Cecily merasa berat sekali melepas Lisandro.

Cecily sudah pasrah, sudah hampir seminggu tetapi mereka masih tak mendapatkan donor paru-paru.

Sedangkan Gerrad sendiri sudah di pindahkan ke ruangan yang tak boleh mereka kunjungi.

Cecily menghela nafas, tinggal menghitung hari ia akan melahirkan.

Dan tinggal menghitung hari pula alat-alat Gerrad akan di lepaskan dari pria itu.

Begitu juga dengan Lisandro, pria itu tak ada kabar, Cecily sudah mencoba menghubungi pria itu, tetapi tak ada jawaban dari Lisandro.

Rasanya semuanya bertambah berat tanpa ada Lisandro di sisinya.

Biasanya ada Lisandro yang menghibur dan menyemangati Cecily.

Cecily menatap layar tv di depan nya dengan tak minat.

Cecily sudah pasrah dengan hidup nya.

Tak ada Gerrad, tak ada Lisandro.

Cukup sudah penderitaan Cecily saat ini, Cecily hanya bisa terkekeh tanpa tahu harus melakukan apa.

ini pembaca gerrad sm Cecily kenapa dah males bngt buat nge vote, aaa plsss kenapa apa emng ga seru apa gmna, yg baca bisa up to 300, tpi yg vote ga sampe 20 orng🤗🤬 iiih klo pd gamau vote aku kembali menghilang iniiii

LAST OPTIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang