Liam berjalan kesal ke arah luar gedung pameran itu, bisa-bisanya ia bertemu dengan Kaiza saat ini. Hatinya terasa panas, bahkan emosinya semakin memuncak ketika melihat wajah itu.
Wajahnya mengingatkan dirinya pada hal yang terjadi beberapa tahun lalu, dan itu hanya membuatnya merasa sakit hati.
Lalu apa itu tadi? Kenapa ia memajang wajah Liam di sebuah pameran? Liam tidak habis fikir dengan sosok itu sekarang, ia benar - benar sangat menyebalkan.
Liam berjalan menuju area pinggir jalan untuk mencari sebuah taksi. Namun belum sempat kakinya menginjak trotoar jalan, sebuah tangan menarik dirinya sampai tubuhnya berbalik ke arah belakang.
Liam terkejut melihat sosok yang berada di depannya ini, namun rasa terkejutnya itu langsung berubah menjadi amarah. Dengan tidak tahu malunya Wanita ini menunjukkan dirinya di depan Liam.
Liam berusaha menarik tangannya dari genggaman Wanita itu, namun genggamannya malah semakin erat di tangan Liam.
"Lepas!" Wanita itu langsung melepas tangannya ketika menyadari menggenggam lengan Liam terlalu keras.
Ketika lengannya sudah dilepas Liam membalikkan tubuhnya lagi untuk melanjutkan perjalanannya ingin kembali ke hotel.
"Where do you go? I'll take you" (Kemana Kamu pergi? Aku akan mengantarmu) Liam menghentikan langkahnya, memejamkan matanya. Ia berusaha mengontrol emosinya yang hampir membeludak di dalam dirinya. Ia hanya menghela nafas kesal dan pergi dari sana dengan langkah yang lebar, berusaha cepat-cepat menjauhi tempat itu.
Ia berjalan dengan bermodalkan feeling saja, harap-harap ia akan segera menemukan jalan pulang. Lagipula kalaupun ia tersesat ia punya ponsel untuk melihat Google Map.
Liam melihat kebelakang, ternyata sosok itu malah mengikutinya. Entah apa yang ia inginkan, namun Liam harus segera menjauh darinya.
"Gajelas banget si anjing!" Ia memilih untuk berlari agar Kaiza susah mencari dirinya di tengah-tengah orang yang berlalu-lalang ini.
Liam masih bisa melihat wajah itu, yang menatap intens ke arahnya. Bahkan tubuh yang lebih tinggi beberapa inci darinya itu terlihat begitu jelas dari kerumanan orang-orang ini.
Liam melihat kesana-kemari mencari tempat yang cocok untuk bersembunyi dari orang tidak jelas yang kini sedang mengikutinya itu. Lalu dia melihat sebuah gang kecil di depan sana, namun ia harus menyebrangi jalan untuk kesana. Melihat lampu tanda jalan masih hijau, Liam langsung berlari menabraki orang di sana.
"Sorry! Sorry!" Ucapnya setiap menabraki punggung dan bahu orang yang berada di sana.
"Hey! Look your way!" (Hai! Lihatlah jalanmu!) Teriakan-teriakan protes pun terdengar jelas di belakang sana. Namun Liam hanya mengucapkan kata maaf saja sambil terus berlari ke arah depan.
Liam sedikit melirik kebelakang, ke arah Kaiza yang masih menunggu lampu jalan yang kembali merah itu. Tandanya ia harus menunggu, membuatnya hanya tersenyum mengejek ke arah Kaiza dan masuk ke dalam gang kecil itu. Setidaknya ia harus menjauh dari Kaiza untuk saat ini, ia tidak ingin bertemu dengannya.
Kenapa pula ia harus melakukan ini kepada Liam? Benar-benar sosok tidak jelas di karya naribluesea ini. Entah apa yang ia inginkan. Setelah dulu melontarkan kata-kata jahat kepada Liam, kini ia kembali mengejar-ngejarnya begitu? Memajang wajahnya di sebuah pameran, menyogok Papi dan Atasannya hanya untuk mengirimnya ke Welington. Apa Kaiza fikir Liam masih menyukainya?
Susah payah Liam melupakannya, namun dengan gampangnya Kaiza kembali membuat pertemuan dengan cara seperti ini.
"Hey? Look!.. There's a cute guy walking alone, huh?" (Hei? Lihat... There's a cute guy walking alone, huh) Liam menatap lurus ke arah depan, ada tiga Pria dengan perawakan preman di depan sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADORE YOU 2 [ENDING]
Fiksi RemajaUNDER REVISION Liam Mavrendra yang berusaha keras keluar dari jeratan sang Mantan, ia melakukan segala cara untuk berusaha lepas. Namun nyatanya takdir malah membuatnya semakin terikat dengan Kaiza Lavinia. Wanita licik yang membuat Liam susah lepas...
![ADORE YOU 2 [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/372777383-64-k607398.jpg)