UNDER REVISION
Liam Mavrendra yang berusaha keras keluar dari jeratan sang Mantan, ia melakukan segala cara untuk berusaha lepas. Namun nyatanya takdir malah membuatnya semakin terikat dengan Kaiza Lavinia. Wanita licik yang membuat Liam susah lepas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perlahan Liam bangun dari tidurnya dan mengedarkan pandangannya melihat keseliling kamar, dengan melihat furniture yang ada di sekitarnya saja ia sudah tau sedang berada dimana.
Ia beranjak dari kasurnya, dan hampir terjatuh karena kakinya terserimpat oleh selimut. Ia sedikit berdecak, kenapa dirinya sangat mudah sekali untuk terjatuh.
Liam berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya terlebih dahulu. Sebelum masuk ia sempat mengintip dahulu dari depan pintu, betapa besarnya hanya untuk kamar mandi saja. Ruangan itu lebih cocok dijadikan sebuah kamar tidur dibandingkan kamar mandi, pikirnya.
Ia berjalan menuju wastafel di kamar mandi itu untuk mencuci wajahnya. Setelah selesai membasuh wajahnya ia melihat ke arah lemari kecil yang menempel di dinding tepat di samping kaca, ia penasaran dengan apa yang ada di dalamnya dan langsung membukanya, begitu banyak jenis botol botolan di dalam sana entah itu sabun, shampoo, atau apapunlah itu yang membuat Liam bingung.
Ia menutup pintu lemari kecil itu, dan berkeliling untuk melihat-lihat apa yang ada dalam kamar mandi besar itu. Ia bisa melihat bathup yang punya mesin air otomatis itu, dengan setting air panas dan air dingin dan masih banyak barang unik lainnya. Setelah puas berkeliling di kamar mandi itu ia keluar, dan memutuskan untuk pergi ke dapur karena sudah merasa lapar.
Saat membuka pintu Liam sedikit terkejut ketika ada seorang pria yang menunduk hormat kepadanya begitu ia keluar. Liam sampai mundur beberapa langkah kebelakang sangking terkejutnya, untung ia tidak reflek memukul orang itu.
"Siapa dah?" Pria itu langsung menegapkan tubuhnya dan menatap bingung ke arah Liam, bahasa apa yang di gunakannya itu?
"S-Sorry, i mean.. Who are you?" (Maaf, maksudku.. Siapa Kamu?)
"Oh, I'm Max, Sir. Is there anything I can help?" (Oh, Saya Max, Tuan. Ada yang bisa Saya bantu?)
"No, I mean what are you doing here?" (Bukan, maksudku apa yang Kamu lakukan disini?) Max yang mendengar itu mengerutkan alisnya.
"Of course I'm working, Sir." (Tentu saja Saya sedang bekerja, Tuan) Gantian wajah Liam yang terlihat terheran-heran.
"Work? Standing in front of my room?" (Bekerja? Berdiri di depan kamarku?) Liam menunjuk ke arah pintu kamarnya, lalu menatap kembali ke arah Max.
"Yes Sir, I've been assigned to look after you—weren't you aware of that?" (Iya Tuan, Saya ditugaskan untuk menjagamu-tidakkah kamu mengetahui hal tersebut?) Liam semakin dibuat bingung, kenapa pula dirinya harus dijaga? Kaiza benar - benar manusia terlebay sedunia.
Liam berjalan ingin meninggalkan Max, namun dengan sigap Max langsung mengikutinya di belakang. Liam melirik sebentar lalu dengan kesal ia berjalan menuju lantai pertama rumah ini.