32. Sprained

2.3K 127 3
                                        

"Kai bangun"  Panggil Liam berusaha membangunkan Kaiza yang seperti biasa, tidur di atas tubuhnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kai bangun"  Panggil Liam berusaha membangunkan Kaiza yang seperti biasa, tidur di atas tubuhnya.

"Bentar lagi, lo jangan banyak gerak" Ucap Kaiza sambil memeluki Liam.

"Aaaaa gue yang mau bangun, gue laperrr"

"Suruh Max anter ke atas" Ucap Kiaza lagi membuat Liam menghela nafas kesal.

"Emangnya lo ga kerja apa?"

"Bebas, kantornya punya gue"

"Kintirnyi pinyi giwi, minggir atau gue dorong?"

"Yang manis dulu ngomongnya" Liam menatap pucuk kepala itu, sudah semalaman menimpah tubuh Liam, dan sekarang ia sanggup memberi penawaran yang merugikan Liam.

"Ga"

"Yaudah gausah makan" Liam mendesah kesal mendengar itu.

"Kaiza...? Minggir ya?"

"Kaiza... minggir dong please?" Liam menahan kesalnya ketika Kaiza tak juga kunjung menyingkir dari atasnya.

"Kaiza sayang..." Kaiza tersenyum.

"Lagi"

"Kaiza sayaaanggg" Senyuman itu semakin lebar mendengar suara Liam yang entah mengapa seperti menggodanya.

Kaiza bangkit dari tidurnya mencuri satu ciuman dahulu lalu menyingkirkan tubuhnya dari atas Liam.

"Kaiza brengsek!" Liam langsung berlari setelah berteriak seperti itu membuat Kaiza tidak terima dan mengejarnya.

"Aaaaaaa!" Liam terkejut ternyata Kaiza sudah berlari hampir dekat dengan dirinya, ia langsung meningkatkan kecepatannya menuruni tangga.

"Liam jangan lari di tangga" Kaiza sudah berjalan ketika sampai di tangga, ia takut membuat Liam panik dan malah terjatuh.

Liam tidak mengindahkan ucapan Kaiza dan terus berlari, sisa dua anak tangga lagi Liam malah langsung melompat ke lantai membuat kakinya menginjak lantai dengan tidak sempurna karena belum siap. Tubuhnya langsung terjatuh mencium saat merasakan sakit luar biasa pada kakinya.

"Aduh!" Kaiza langsung berlari menuju Liam ketika melihat anak itu kesakitan.

"Gue kan udah bilang buat ga lari di tangga" Omel Kaiza dan melihat keadaan kaki anak itu.

"Saaaakitt.." Ucap Liam memegangi kakinya yang terasa berdenyut dan sakit luar biasa saat digerakan.

"Kai.. sakit" Kaiza masih sibuk melihati kaki Liam yang sepertinya terkilir itu, ia lalu menoleh menatap ke arah Liam yang sudah berkaca - kaca karena menahan nangis.

"Jangan nangis, nanti gue panggil dokter"

"Sakit.." Cicitnya lagi memandang kakinya yang masih berdenyut luar biasa.

"Lo juga sih ngejer - ngejer! Gue jadi panik!" Ucap Liam, kedua sudut bibirnya sudah turun ke bawah siap menangis.

"Iyaa maaf, jangan nangis.." Kaiza menggendong Liam.

ADORE YOU 2 [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang