UNDER REVISION
Liam Mavrendra yang berusaha keras keluar dari jeratan sang Mantan, ia melakukan segala cara untuk berusaha lepas. Namun nyatanya takdir malah membuatnya semakin terikat dengan Kaiza Lavinia. Wanita licik yang membuat Liam susah lepas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ada meng!" Liam sudah berlari melepas pegangan Kaiza hanya untuk menghampiri seekor kucing, membuat Kaiza meliriknya tidak senang dan menatap ke arah tangannya sendiri yang telah dilepas oleh Liam.
"Meng... Kamu laper? Aku lagi ga punya Mam.. Maaf ya Meng.." Ucapnya sambil mengelus-ngelus leher atas kucing itu, Kaiza mendengus kesal mendengar ucapannya, Liam tidak pernah memakai nada selembut itu padanya. Apa hebatnya kucing itu?
Melihat Liam yang tengah asik bicara dengan kucing membuat Kaiza jadi gemas sendiri karena lelaki itu hanya berbicara sendiri tanpa adanya jawaban. Sebuah ide lalu terlintas di kepala Kaiza, ia mengambil ponselnya, dan mengarahkam kameranya ke arah Liam yang tengah mengelus-ngelus kucing itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kaiza tersenyum kecil melihat ke arah ponselnya, Liam terlihat sangat mungil jika dilihat dari sini.
"Ngapain lo?" Kaiza menoleh melihat Liam yang masih berjongkok menatapnya sinis, buru-buru Kaiza mengalihkan pandangannya dan menghilangkan senyumannya.
"Gajelas.. Yakan Meng?- Nanti kalo Aku beli makan, Aku ke sini lagi.. Nanti Aku kasih Mam ya..?" Ucapnya lalu berdiri membenarkan jaket mantelnya itu dan berjalan ke arah Kaiza.
"Gausah lewat sini" Ucap Kaiza ketus.
"Apasih? Lewat sini!" Bantah Liam.
"Orang nanti naik taksi" Ucap Kaiza jalan lebih dulu meninggalkan Liam.
"Lo aja naik taksi! Gue jalan" Kaiza menoleh tidak senang menatap Liam.
"Lo sama gue"
"Gue mau kasih Meng makan!" Jawab Liam dengan keras tidak mau kalah.
"Terserah" Kaiza kembali berjalan kesal meninggalkan Liam.
"Nyenyenye"
Kaiza tidak tahan jalan sendiri-sendiri seperti itu akhirnya menarik tangan Liam untuk berjalan di sebelahnya.
"Jangan jauh" Ucapnya lalu menggenggam tangan Liam dan dimasukkan ke kantung jas mantelnya.
Sesampainya di street food, semua makanan yang mereka lewati pasti akan Liam beli, padahal tidak ia makan. Tidak hanya makanan saja, tapi Liam turut membeli barang-barang yang entah apa gunanya.