UNDER REVISION
Liam Mavrendra yang berusaha keras keluar dari jeratan sang Mantan, ia melakukan segala cara untuk berusaha lepas. Namun nyatanya takdir malah membuatnya semakin terikat dengan Kaiza Lavinia. Wanita licik yang membuat Liam susah lepas...
Kaiza hanya memandang malas ke arah dapur, padahal itu kesukaan Abangnya bukan dirinya.
"Kak!" Seorang anak kecil mungkin seumuran anak Sekolah Dasar itu menghampiri keduanya dan memeluk kaki Liam.
"Ayo main" Ucapnya tiba-tiba dan langsung ditarik oleh Renata.
"Galen, nanti dulu ya .." Ucapnya.
"Ga papa, ayo main" Ucap Liam yang berjongkok dan tersenyum manis ke arah anak kecil bernama Galen itu. Sontak anak itu langsung kembali memeluk Liam, dan Liam langsung menggendongnya mengikuti tempat yang Galen mau.
Kaiza hanya memandang lurus ke arah Liam yang sekarang tengah duduk di ruang tamu, dan bermain dengan adik terkecilnya itu.
"Kamu-"
"Saya ada kerjaan" Ucapnya memotong ucapan Lionard ia melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul 2.
"Titip Liam" Ucapnya lalu pergi berlalu dari sana, membuat Lionard menghela nafas.
"Liat tuh anak kamu! Makin gede malah makin sombong" Ucapnya lalu beranjak berjalan ke arah dapur. Lionard memijit pelipisnya merasa pusing.
Anak perempuan satu-satunya itu malah berhasil ia buat jauh dari keluarganya, bahkan rasanya Kaiza tidak lagi seperti keluarga. Lionard sadar dengan kesalahannya, dia hanya terobsesi agar masa depan Kaiza cerah tapi tidak memikirkan akibatnya.
-
Kaiza menghela nafas, rasa sesak kembali memenuhi dadanya ketika rumah yang ia singgahi itu bukan rumah seperti pada umumnya. Kehangatan pelukan Lionard bahkan tidak dapat menyentuh hatinya, ia ingin cepat-cepat keluar dari sana.
Kaiza memandang lurus ke depan, ke Warung yang dulu sering ia singgahi itu. Melihat di sana tidak ada lagi Nek Narmi yang berjualan melainkan cucunya. Kaiza berjalan keluar dari mobilnya mengahampiri warung itu.