UNDER REVISION
Liam Mavrendra yang berusaha keras keluar dari jeratan sang Mantan, ia melakukan segala cara untuk berusaha lepas. Namun nyatanya takdir malah membuatnya semakin terikat dengan Kaiza Lavinia. Wanita licik yang membuat Liam susah lepas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara desiran ombak menyapu telinga Kaiza, ia membuka matanya dan tidak melihat kesayangannya itu berada di sebelahnya.
Kaiza mendudukan dirinya dan mengumpulkan nyawanya sejenak, ia melihat ke arah luar jendela ketika mendengar suara tawa bayi kecilnya itu dari luar sana. Ternyata kedua malaikatnya itu sedang bermain dengan riangnya di luar.
Kaiza tersenyum, ini hadiah terindah dari tuhan untuknya. Bisa melahirkan seorang malaikat kecil, dan membuat malaikat lainnya begitu bahagia.
Kaiza beranjak dari kasurnya berjalan menuju luar villa untuk melihat anak dan suaminya itu.
"Kai?" Panggil Liam ketika melihat Istrinya itu baru saja bangun dari tidur lelapnya.
"Main apa?" Rasa-rasanya, suara khas bangun tidurnya membuat Liam jatuh cinta berulang kali setiap pagi.
"Ini main pasir, mumpung belum mandi juga anaknya" Ucap Liam, dan Kaiza sudah berjongkok di hadapan keduanya mengusap pipi Liam yang terdapat butiran-butiran pasir.
"Biyu makan apa itu?" Tanya Kaiza saat melihat anaknya itu tengah mengunyah-ngunyah sesuatu.
"Mana? Astaga! Jangan dimakan sayang pasirnya, lepehin sayang" Ucap Liam sambil mengadahkan tangannya di depan mulut anak perempuannya itu. Menunggu ia memuntah pasir-pasir yang ada di mulutnya.
Setelah memaksa keluar pasir-pasir itu, anaknya itu malah terkekeh tanpa dosa. Membuat Kaiza ikut terkekeh.
"Seneng ya Papamu panik?" Tanya Kaiza dengan menoel-noel dagu anaknya itu, Sabiru Levyana Mavrenda. Anak perempuan pertama mereka.
Sabiru tersenyum lagi seakan-akan membenarkan ucapan ibunya. Kaiza menggendong tubuh anak itu.
"Nakal, harus dihukum ini" Ucap Kaiza dengan menoel hidung Sabiru.
Ia lalu membawa anaknya itu berlari menuju tepian laut, karena angin yang menerpa wajahnya Sabiru jadi tertawa lepas karena senang. Ia pun merasa lebih semangat lagi saat melihat ombak laut di depannya itu.
Kaiza menurunkan sabiru di tepian, membiarkan kaki anak itu terkena air laut. Ia langsung berjingkrak-jingkrak senang karena kakinya yang terkena air laut itu.
Kaiza kadang menjahilinya dengan menyipratkan air laut ke wajahnya membuatnya sedikit terbatuk karena air itu masuk ke dalam mulutnya.
"Kai! Jangan digituin ah, kasian anaknya batuk" Ucap Liam yang sedari tadi memantau di belakang.
"Dianya seneng sayang.." Ucap Kaiza dan tertawa ketika Sabiru sangat senang bermain ombak laut itu. Ia berlari menuju laut agar terkena ombaknya, lalu berlari lagi kembali pada Kaiza dengan tertawa lepas.
"Lepas aja dulu itu bajunya, biar make baju dalem aja dia" Ucap Laim, dan Kaiza langsung menurutinya.
Sabiru langsung buru-buru melepaskan dirinya dari Kaiza dan berlari ke arah air dengan bersemangat. Beberapa kali ia terjatuh akibat terkena ombak, namun anehnya anak itu tidak menangis dan kembali berdiri.