UNDER REVISION
Liam Mavrendra yang berusaha keras keluar dari jeratan sang Mantan, ia melakukan segala cara untuk berusaha lepas. Namun nyatanya takdir malah membuatnya semakin terikat dengan Kaiza Lavinia. Wanita licik yang membuat Liam susah lepas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Liam membuka matanya, mengernyit heran saat Kaiza tidak lagi berada di sampingnya. Ia mendudukan dirinya melihat ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 2 dini hari. Ia perlahan turun dari kasurnya untuk mencari Kaiza. Kemana anak itu pergi? Sudah tau Liam tidak berani tidur sendiri kenapa ia malah meninggalkannya?
Liam mengintip dari lantai atas siapa tau Kaiza berada di dapur, namun tidak ada siapapun di sana. Semua Penjaga dan Maid sudah pulang ke rumah mereka masing-masing, jadi di rumah hanya ada Kaiza, Liam, dan 2 Penjaga saja. Max dan 1 lagi penjaga di depan gerbang.
Liam menyusuri ruangan-ruangan di lantai atas mencari ruangan Kaiza, ia tidak berani melanjutkan tidurnya sendiri. Lagipula apa yang anak itu lakukan di jam segini? Apa dia bekerja?
Liam lupa dimana ruang kerja Kaiza, ia baru ingat bahwa semua pintu harus memiliki akses masuk dengan id card yang diberikan Kaiza waktu itu. Liam langsung kembali lagi menuju kamarnya untuk mengambil dompetnya karena disanalah ia menaruh id cardnya.
Ia kembali berkeliling mencari ruang kerja Kaiza, seingatnya ruang kerjanya itu berada di belokan balkon yang ada di lantai atas, tapi saat ia berbalok ada dua pintu disana. Ia lupa yang mana yang merupakan ruangan kerja Kaiza.
Liam menebak-nebak menggunakan instingnya, tak butuh waktu lama ia langsung mengarah ke pintu sebelah kanan dan dengan percaya diri ia menghampiri pintu itu dan meng-scanid card miliknya.
"Kai..?" Liam berjalan masuk ke dalam ruangan dengan nuansa putih itu. Ruangan yang terlihat sangat sepi dan tidak berpenghuni sama sekali.
Ada banyak sekali canvas-canvas yang tertutupi oleh kain putih membuat Liam penasaran, apa isi dari canvas itu sampai ditutupi?
Liam berjalan mendekat ke salah-satu canvas yang ada, dan perlahan membuka kain yang menutupi canvas itu. Liam terdiam membeku melihat isi dari canvas tersebut, butuh beberapa menit untuk dirinya mencerna apa yang ada di hadapannya saat ini. Ia lalu melirik ke canvas yang ada di sebelahnya, tangannya langsung gencar menarik kain yang menutupinya, melihat bahwa isinya sama, Liam langsung membuka semua canvas yang tertutupi dengan kain di dalam ruangan itu.
Apa ini? Kenapa semua yang ada disini adalah dirinya?
"What are you doing?" (Apa yang Kamu lakukan?) Liam membalikkan tubuhnya, melihat Kaiza yang berdiri di depan pintu melihat ke arahnya.
"Lo!- Lo yang gambar semua ini kan?" Kaiza sempat melirik canvas-canvas yang sudah tak tertutupi kain di ruangan itu, lalu kembali menjatuhkan pandangannya pada Liam yang kini tengah menatapnya dengan raut wajah tak percaya.
"Iya" Jawab Kaiza.
Liam berjalan mendekat ke arah Kaiza "Jelasin apa maksudnya? Lo juga majang muka gue kemaren di gallery, dan sekarang lo ngelukis gue sebanyak ini?"
"Bukannya udah jelas?" Liam mengernyit mendengar itu. Kaiza mengetuk dahi Liam dengan jarinya.
"Menurut lo kenapa gue lakuin itu?" Liam langsung menepis tangan yang berada di hadapannya dengan kasar.