28. A Test from Liam

2.5K 148 8
                                        

Seperti biasa karena Kaiza tidak pergi ke kantornya, ia melakukan pekerjaan di rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seperti biasa karena Kaiza tidak pergi ke kantornya, ia melakukan pekerjaan di rumah. Sudah hampir seminggu dia menghabiskan waktu di ruang kerjanya kecuali saat malam hari, itu pun hanya sampai Liam tidur saja dan dia akan segara kembali ke sini lagi.

Pusing yang hinggap di kepalanya itu tidak kunjung hilang, padahal ia sudah meminum obat. Sepertinya ia perlu tidur yang cukup juga saat ini.

Baru ingin bangkit dari duduknya, ia langsung terdiam melihat kedatangan Liam ke ruangannya. Kaiza terlihat kebingungan saat Liam tidak menghentikan langkahnya padahal sudah sangat dekat dengan Kaiza. Liam duduk di paha Kaiza dan menatap lurus ke arahnya dengan tatapan menggoda.

Liam mulai mengusap pipi Kaiza dan menatap bibirnya beberapa kali. Tangan lainnya turut ikut bermain membelai bahu Kaiza. Kaiza yang sudah tidak tahan itu langsung mengangkat tubuh Liam dan mendudukkannya di atas meja kerjanya.

"Lo mau apa Liam?"

"Kenapa? Lo marah?" Ucap Liam sambil tersenyum nakal dan mengelus rahang Kaiza. Perlahan tangannya membuka satu-persatu kancing baju Kaiza.

Kaiza menghela nafas panjang, apa saat ini Liam sengaja membuat Kaiza marah atau apa?

Liam mulai mengendus area leher Kaiza, dan memeluki pinggangnya. Kaiza yang sudah tidak bisa menahan hasrat dalam tubuhnya itu langsung melepas tangan Liam dari pelukannya dan menggendong Liam menuju kamarnya.

"Eh? Kai? Mau kemana? Kaiza!" Liam yang merasa panik dalam gendongan Kaiza itu langsung berusaha menurunkan dirinya.

Saat Kaiza membelokkan dirinya masuk ke kamar mereka membuat Liam semakin merasa gugup dan panik. Kaiza melempar tubuh Liam ke kasur dan langsung mengukung tubuh itu di bawahnya taak membiarkan Liam pergi ke mana pun.

"Lo sengaja?" Tanya Kaiza menatap Liam dengan tatapan mengintimidasi.

"Hah? Eeeee...?" Liam benar-benar mati kutu saat ini, jika ditanya sengaja atau tidak jawabannya adalah iya.

Ia fikir dengan bersikap binal di depan Kaiza mungkin Kaiza akan marah dan merasa jijik padanya. Jadi Liam melakukannya dengan cuma-cuma, tapi bukannya marah kenapa Kaiza malah membawanya kesini?

"Jawab .." Suara rendah itu masuk ke dalam telinga Liam membuat sang empu merasakan bulu kuduknya yang naik.

Melihat keterdaman Liam, Kaiza langsung mendekatkan wajahnya ke ceruk leher lelaki itu dan menciuminya, dan Liam paham betul alur selanjutnya akan seperti apa. Kenapa keadaan ini jadi berbalik padanya sekarang?

"Lepas!" Liam mendorong bahu Kaiza agar menjauh darinya.

Kedua tangan Liam ditarik Kaiza menyatu di atas kepalanya dan ditahan oleh Kaiza membuat Liam tidak memiliki senjata lagi untuk menjauhkan tubuh Kaiza dari darinya.

"Kenapa? Bukannya tadi lo ngegoda gue?" Ucap Kaiza dan kembali bermain di leher Liam membuat beberapa jejak di sana.

"Akh!" Liam sedikit mengerang ketika Kaiza mengigit lehernya dengan keras.

ADORE YOU 2 [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang