Pagi itu Olivia mendengar teriakan sang ayah dari ruang kerjanya. Tidak biasanya dia mendengar ayahnya sekesal itu. Setelah mencuri dengar dia mendapati bahwa ayahnya telah ditipu dan menyebabkannya terlilit hutang untuk membayar kerugian kepada Duke Carlov sebagai pemasok mereka.
Olivia takut, dia takut Niels tidak ingin berteman dengannya lagi karena sekarang mereka jatuh bangkrut ketika kembali dari berperang. Olivia menggenggam erat kalung pemberian Niels sebagai hadiah hari debutnya. Sekarang dia bahkan tidak bisa datang ke acara debutnya karena mas kawinnya akan dialihkan. Itulah percakapan yang dia dengar dari ayah dan sekertarisnya.
Tidak. Kalau seperti itu mereka tidak akan pernah bangkit. Lebih baik ayahnya membuat dia menikahi bangsawan kaya dan kondisi keuangan mereka akan stabil lagi dalam waktu singkat.
Tanpa izin Olivia pun masuk ke dalam ruang kerja ayahnya dan menolak pembatalan debut. "Ayah tidak bisa seperti ini ! Ayah sudah berjanji padaku untuk tidak akan menyentuh mas kawinku,"
"Olivia.." Frederick terkejut saat sang anak masuk begitu saja. Dia kewalahan sekarang. Jika memaksa anaknya tetap menikah tanpa cinta, dia takut anaknya akan menderita.
"Ayah tidak ingin kamu tidak bahagia, dear"
Olivia terdiam. Dia tau, meskipun begitu dia masih bisa memilih walaupun akan sulit tapi dia ingin mencoba.
"Ayah pernikahanku akan membawa keuntungan. Setidaknya kita tidak akan merana."
"Olivia ayah tidak ingin kamu berkorban nak," Frederick memegang kedua bahu anak gadisnya menatapnya agar dia mengerti bahwa kehidupan para bangsawan lebih keji dari itu.
"Ayah selama keluarga kita tetap baik-baik saja. Aku tidak apa-apa, sungguh"
Terdiam. Frederick menghela napas bingung. Hanya ada dua pilihan, menikahkan anaknya dengan bangsawan kaya seperti menjual anaknya, atau membiarkan anaknya bekerja untuk melayani hasrat penerus Duke Carlov sebagai ganti rugi dari kerugian berbisnis dengan mereka. Itulah perjanjian yang tidak pernah dirinya ungkap ke Olivia.
Kedua pilihan itu sama halnya dengan menjual Olivia dan Frederick lebih memilih yang pertama. Paling tidak dia bisa berharap Olivia bisa menemukan cinta saat pencarian itu ketimbang harus melayani nafsu monster yang sangat ditakuti seRedwick.
"Baiklah, tapi berjanji pada ayah. Kau harus tetap mengutamakan hatimu"
Olivia mengangguk legah. Dia akan berusaha mengincar bangsawan kaya. Dan langsung yang harus dia lakukan adalah mengubah penampilannya. Mereka tidak akan tergoda jika Olivia masih mengenakan pakaian membosankan ini.
Waktu pun berlalu, Olivia datang ke acara debut dan pesta season pencarian jodoh lainnya. Penampilannya yang begitu berani dengan gaun berbelahan dada rendah serta cukup terbuka itu mampu menarik bangsawan bermata keranjang. Mereka begitu memuja Olivia.
Walaupun dia harus menahan tatapan menggunjing dari ibu-ibu para lady yang menatapnya hina.
Puncaknya ketika pesta penyambutan Niels dan pasukannya. Disana Niels memperhatikan. Ketika ingin mendekati Olivia, dia merasa itu bukanlah Olivia yang dia kenal. Setelah pergi berperang selama 2 tahun. Dia merasa asing pada wanita itu.
Tidak ada Olivia yang lembut, dia hanya melihat kilatan nakal dari balik mata itu. Tentu saja hal itu mengganggu Niels hingga tanpa sadar dia melakukan hal serupa. Berpura-pura tidak mengenali Olivia padahal ini adalah pesta sosial pertamanya dihadapan para bangsawan.
Pesta yang diselenggarakan sepupunya, Sang Putra Mahkota.
Hubungan mereka merenggang. Olivia jarang berkunjung karena wanita itu sibuk mencari calon suami di pesta setiap bangsawan.
Saat Olivia belum kunjung juga mendapatkan pasangan yang tepat. Sampai akhirnya utusan Duke Carlov datang ke kediamannya saat dirinya sendirian di rumah sedangkan sang ayah sedang mencari pinjaman. Dalam surat itu dinyatakan Lady Olivia harus segera memenuhi tugasnya sebagai pelayan pribadi Tuan Muda Carlov jika Baron Johansson belum juga mengganti kerugian yang disepakati.
Olivia yang baru mengetahuinya pun terkejut. Kenapa ayahnya tidak pernah bilang ? Jika harus menjadi pelayan sahabatnya tentu saja Olivia akan memilih jalan ini ketimbang mengubah dirinya hampir seperti jalang. Dia jijik dengan dirinya yang seperti itu.
Terlebih ada rasa aneh dalam hatinya. Dia masih belum melupakan Pria itu. Karena dirinyalah mereka sekarang semakin jauh. Bahkan Niels begitu dingin padanya saat di pesta. Pria itu menganggapnya tidak ada. Padahal dia sangat berharap Niels mendekatinya sehingga Olivia bisa menemukan calon pasangan yang lebih baik dari yang biasanya atas bantuan pria itu.
Apakah ini cara Tuhan untuk mendekatkan mereka kembali ? Meskipun menjadi pelayan, dia tidak akan malu karena Niels selalu baik padanya. Dia pikir menjadi pelayan mungkin tidak akan sesusah yang dia kira.
Tanpa berdiskusi lagi dengan sang ayah. Olivia pun bersedia dibawa pergi. Dia harap ini jalan terbaik.
Namun ekspetasi itu tidak pernah terjadi. Niels menjadi lebih dingin dari saat mereka bertemu. Dia bahkan memperlakukannya seperti jalang yang selama ini dia perankan dipesta. Pelayan pribadi yang dimaksud Duke Carlov ternyata adalah sebagai pemuas hasrat laki-laki itu.
Hatinya merasa sakit. Ternyata hubungan mereka hanya hubungan saling menguntungkan. Meskipun begitu Olivia tetap bersedia, karena hatinya sudah lama jatuh pada pria itu. Olivia akan melayani Niels saat pria itu dalam keadaan tidak terkontrol. Karena dia tidak mungkin pergi berperang terus maka inilah rencana ayahnya agar bisa terus memegang kendali Niels sang putra. Nafsu kekejiannya hanya bisa disalurkan dengan hasrat laki-lakinya.
Hubungan mereka berlanjut formal. Niels akan memberi Olivia hadiah setelah dia melayaninya. Olivia senang karena setidaknya pria itu masih memikirkannya.
Hingga puncaknya dia merasa dikhianati saat tahu Niels jatuh cinta dengan Putri Alexandria dari kerajaan tetangga ketika menghadiri pesta kerjasama antara Redwick dan Arstary, Sang Pemeran Utama Wanita. Pernikahan mereka juga disetujui para tetua dan Raja Redwick III. Hatinya hancur untuk kedua kalinya. Dia kecewa karena setiap cinta yang dia berikan tidak berarti apapun bagi pria itu.
Kecemburuan membuatnya ingin menguasai Niels seutuhnya. Banyak cara yang dia lakukan agar Niels lebih lama menghabiskan waktu dengannya ketimbang wanita itu.
Namun saat mata-mata milik putri Alexandria mengetahui kalau Niels memiliki simpanan, diapun mengajukan kesepakatan. Dia bersedia menggantikan Olivia sebagai ketenangannya tetapi Olivia harus mati terlebih dahulu.
Dan Olivia pun mati ditangan orang yang dia cintai hanya karena pria itu tidak ingin calon tunangannya cemburu akan kehadiran dirinya. Dia tidak ingin ketenangan yang dia rasakan dari sang putri harus hilang. Dia tidak ingin kepercayaannya hancur untuk kedua kalinya saat dia bersama Olivia dulu. Pilihan yang terbaik.
Jika melepas Olivia hanya membuatnya resah lebih baik dia membunuhnya agar tidak ada seorang pun yang bisa memiliki wanita itu. Karena pada dasarnya masih ada cinta dalam hati kecil Niels untuk wanita itu. Tetapi Niels terlalu kecewa dengannya. Dan Putri Alexandria adalah pilihan yang tepat untuk menggantikan wanita itu secara pribadi dan politik.
Sungguh naas kisah Lady Olivia Johansson.
Si cantik dan lembut Olivia harus hancur karena keadaan yang memaksanya. Reina meneteskan air matanya saat mengingat kisah si pemilik tubuh ini.
Pergelangan tangannya menutupi mata yang mengalirkan air mata yang tidak henti-hentinya keluar. Suara tangisan bahkan terdengar ke seluruh ruangan. Olivia mengingatkan dirinya dan sang ibu.
Ketulusan mereka tidak pernah terlihat. Pengorbanan mereka selalu disia-siakan. Jika semua itu sudah tidak ada artinya jalan satu-satunya adalah menghilang dan pergi dari sini.
Dia tidak ingin mengalami siksaan itu lagi. Reina berencana untuk melarikan diri dari nasib yang menunggunya. Entah dirinya akan kembali ke dunianya lagi atau tidak. Tapi yang pasti dia harus memastikan Olivia aman dari genggaman pria itu.
•
•
•
To Be Continue
Percayalah ini part terpanjang yang aku buat sejauh ini hehehhe happy reading semuanya ....
KAMU SEDANG MEMBACA
Duke Carlov
Ficción históricaReina Stankof tidak pernah menyangka kalau dirinya kini masuk ke dalam tubuh seorang maid kepercayaan sang Tuan muda di mansion besar ini. Lebih parahnya lagi, dia masuk ke dalam tubuh maid yang cintanya pertepuk sebelah tangan dan harus mati tragis...
