Happy Reading All
Karliene - Dusk and Dawn
•
•
•
Beberapa tahun sebelum pengurungan.
Proses persalinan itu cukup memberikan tekanan yang berat bagi para tabib serta pelayan dalam kamar sang duchess. Sebab sudah beberapa jam telah berlalu tetapi bayi belum juga keluar, sedangkan sang duchess sibuk mengumpati buah hatinya sendiri.
"ARGHH ! KAPAN ANAK INI KELUAR DARI TUBUHKU HAH ?! EUGHH !"
Teriak Duchess Carlov memenuhi kastil yang suram itu. Hujan lebat di luar sana pun malah semakin membuat suasana di dalam ruangan lebih mencekam dari sebelumnya. Kilatan petir saling bersambaran membuat konsentrasi para tabib pun ikut terpecah karena bisingnya petir dan teriakan sang ibu.
"CEPAT KELUARKAN ANAK SIALAN INI ARGHH KAU TIDAK DENGAR AKU ?!!"
"Tenanglah, Duchess. Sebentar lagi, tarik napas... lalu hembuskan perlahan... tarik napas... lalu dorong.." perintah tabib persalinan tersebut membimbing pasiennya.
Duchess Carlov melakukan apa yang diintruksikan berkali-kali hingga suara tangisan bayi pun terdengar setelah beberapa percobaan tarikan napas.
"Selamat Duchess, Putra Anda terlahir sempurna. Anda sudah bekerja keras,"
Ucap pelayannya.
Mereka pun turut merasakan legah kemudian memisahkan bayi tersebut untuk dibersihkan sedangkan para tabib mulai fokus kembali pada pasiennya.
Duchess Carlov terbaring lemas setelah sang buah hati akhirnya terlahir ke dunia. Ia merasa legah telah mengeluarkan makhluk itu dari tubuhnya. Daisy Carlov, Putri seorang Earl yang cukup terhormat di kalangan bangsawan. Pernikahannya dengan pria berdarah kutukan itu hanya semata-mata diatas kertas.
Perjanjian keduanya akhirnya telah terpenuhi. Pernikahan politik yang sudah diatur oleh keluarga serta para tetua yang juga ikut adil dalam perjodohan tak diinginkan ini.
Meski begitu bayaran yang Daisy terima cukup besar sehingga ia pun juga tidak mempermasalahkan pernikahan politik ini. Beruntungnya dia kerena Raja sedang memperluas wilayah sehingga suaminya lebih banyak menghilangkan hasrat gilanya di Medan perang.
Setelah semuanya ini berakhir dia akan mendapatkan haknya karena telah mengandung darah daging pria itu. Dia akan mendapatkan sebuah mansion di ibukota sebagai hadiahnya juga uang yang telah dijanjikan.
Pernikahan ini lebih banyak menguntungkannya. Bahkan jika Daisy ingin, dia bisa saja membuat anak terkutuk itu menjadi raja Redwick selanjutnya.
Hanya saja untuk saat ini Daisy terlalu jijik melihat anaknya sendiri. "Jauhkan dia dariku. Aku ingin istirahat," ujarnya tak berperasaan.
"Tapi Duchess, Tuan Muda perlu Anda susui,"
Daisy dengan wajah pucatnya menatap tajam pelayan yang sudah lancang mengabaikan perintahnya. "Kau tidak lihat kondisiku ? Masih banyak ibu susu diluar sana. Panggil saja ibu susu untuk disusui padanya,"
"Tapi Duchess, bagaimana jika Duke tahu ?"
"Gertha, apa kau ingin melihatku mati ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Duke Carlov
Historical FictionReina Stankof tidak pernah menyangka kalau dirinya kini masuk ke dalam tubuh seorang maid kepercayaan sang Tuan muda di mansion besar ini. Lebih parahnya lagi, dia masuk ke dalam tubuh maid yang cintanya pertepuk sebelah tangan dan harus mati tragis...
