Happy Reading All
And
Happy 2025 !!!
🎆🎆🎆🎆
•
•
•
Wajah ketiga orang itu pucat pasih melihat kedua pengawal yang sempat menjaga di tempat kereta lari dikejar seekor monster besar.
Gertha spontan menoleh ke arah Tuan Mudanya. "Tuan Muda, Larilah !!" teriak Gertha berusaha menghalau penglihatan anak laki-laki itu agar tidak melihat makhluk menyeramkan disana.
"Tidak mau !! Aku tidak mau pergi sendiri ! Ayok Gertha ! Kita harus lari !" ketakutan diwajah polosnya begitu kentara, tangan kecilnya meraih ujung gaun Gertha gemetaran.
Niels kecil bahkan hampir menangis waktu Gertha mendorongnya, mengusir anak itu untuk segera melarikan diri.
"Pergilah Tuan Muda !! Keselamatan Anda yang paling utama !"
Gertha melihat kembali posisi monster tersebut. Ciptraran darah mengotori gaun Gertha serta wajah pengawal bersamanya akibat Monster tersebut telah mengoyak tubuh pengawal tadi dengan cakarnya. Ketakutan semakin mewarnai ketiga orang disana. Jarak mereka bahkan terhalang beberapa meter sebelum Gertha memerintahkan pengawal tersebut membawa lari Niels .
Niels yang awalnya berontak pun akhirnya diam saat melihat ibu asuhnya ikut berlari bersamanya. Namun tak lama setelah itu dia merasa khawatir dengan langkah wanita tua dibelakangnya yang jauh tertinggal dengan mereka.
"Pelankan larimu !!! Gertha bisa tertinggal !!!" teriak Niels pada sang pengawal saat Gertha sudah seperti akan menyerah.
"Maaf Tuan Muda, tapi keselamatan Anda adalah yang paling utama," ucap pengawal yang membawa lari dirinya.
"Lepaskan !!! Lepaskan aku !!"
Niels terus berontak dari gendongan tersebut, dia menangis melihat Gertha tertinggal dan semakin dekat dengan monster bertanduk disana. Matanya terus mengawasi belakang dimana Gertha berlari. Wanita tua itu melihat ke arahnya dengan wajah seakan semua baik-baik saja.
Niels tidak menyukai tatapan itu.
Tepat dimana Gertha tersandung, disitu lah Niels terbelalak dan mengigit telinga pengawalnya hingga gendongan pria itu terlepas.
"Argh!!!" teriak si pengawal.
Niels jatuh ke tanah dengan sempurna tanpa terluka, dia seketika berlari menghampiri Gertha yang juga sama terkejutnya.
"Tuan Muda bahaya !!!" lanjut si pengawal berteriak saat melihat kenekatan bocah penerus Carlov itu.
"GERTHA !!!"
Pengawal yang melihat itu tidak bisa kembali menuju dua orang disana karena monster tersebut sudah tepat di belakang pengasuh Tuan Mudanya.
Pengawal tersebut kemudian lari menyelamatkan dirinya. Sedangkan Niels meraung bak kesetanan saat ibu asuhnya diangkat dan dilempar ke arah pohon dengan mengerikan hingga jatuh dekat kaki sang monster.
"TIDAK !!! JANGAN SAKITI NANY-KU !!"
Rubynya menangisi kejadian di depan sana. Sedikit lagi, sedikit lagi dia bisa menggapai Gertha dan melindungi ibu asuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Duke Carlov
Ficção HistóricaReina Stankof tidak pernah menyangka kalau dirinya kini masuk ke dalam tubuh seorang maid kepercayaan sang Tuan muda di mansion besar ini. Lebih parahnya lagi, dia masuk ke dalam tubuh maid yang cintanya pertepuk sebelah tangan dan harus mati tragis...
