Chapter 16 : Lady of Rosebleed

9.5K 646 5
                                        

Hai haiii aku balik lagi bawa cemilan buat kalian >_< gmn weekend kalian ? Selamat menikmati pemanis dari aku ya jangan lupa vote & comment biar aku semangat rilisnya wkwkwk 💕

Ost :
Middle of The Night by Elley Duhe

Happy Reading semuanya !!!

Kereta kuda mereka sudah memasuki pekarangan mansion Johansson. Dari dalam, Reina melihat berbagai bunga mawar bermekaran dengan indah merekah membawa aroma manis pada indera penciumannya. Hatinya menghangat, lebih tepatnya hati Olivia. Tubuh ini seakan mendambakan rumah, tempatnya berisitirahat dari tekanan yang ia lalui selama di dukedom.

Hari-hari wanita itu penuh kekhawatiran jika pujaan hatinya melupakan ia di kastil timur. Tak ada pemandangan berwarna seperti ini dari atas menara itu, hanya hamparan mawar hitam yang semakin membuat hari-hari semakin suram dan diliputi prasangka buruk.

Sungguh malang

Tepat kereta kudanya berhenti di pelataran mansion, Reina dan pengawalnya sibuk membantu dirinya turun dari kereta.

Beberapa mulai menurunkan kotak-kotak hadiah untuk adiknya dari bagian belakang kereta, Reina natapi bangunan tiga lantai yang cukup megah di depan sana.

Ia tidak lupa melepas topi yang ia kenakan hingga menerbangkan beberapa helai rambut gingernya yang terbawa angin beraroma mawar dari perkarangan mansion ini.

Seorang pria berseragam keluar dari pintu atas sana, dia terkejut ketika mendapati seorang Lady tengah memperhatikan kediaman mereka.

Saat matanya menangkap bentuk duplikat nyonya rumah, saat itu juga dia meminta pelayan terdekat untuk memberitahu Tuannya kalau Lady mereka sudah tiba. Pria itu turun mendekati wanita itu. Pembawaan tubuh yang profesional mampu membuat Reina menoleh.

"Selamat datang, My Lady" sambut Dante, sang kepala pelayan.

Reina tersenyum tipis saat mendapati sesosok pelayan paruh baya yang seumuran ayahnya itu menyapanya. Dia mengucapkan terima kasih saat pria itu mengulurkan tangan untuk membantu Reina menaiki beberapa anak tangga.

"Apakah ayah ada di dalam ?" tanya Reina berbasa basi.

Belum sempat Dante menjawab, pintu besar di hadapan mereka langsung menyuguhkan sesosok remaja bersurai hitam dengan wajah yang hampir menangis.

Anak itu berlari dan langsung menerjang Reina. "Kakak !! Ya Tuhan ! Aku sangat merindukanmu..." rengeknya dalam pelukan erat itu.

Cassandra melingkarkan kedua tangannya memeluk tubuh yang selama ini ia rindukan. Seperti kembali menemukan oksigennya, dia kini bisa bernapas legah ketika mengetahui kakaknya datang dengan kondisi sehat.

Bertahun-tahun dia sendirian. Berperan menjadi anak periang agar ayahnya tidak semakin bersedih dan kesepian. Cassandra tumbuh dalam sandiwara. Jujur dia merasa lelah. Selama ini bersedih pun rasanya Cassandra merasa tidak pantas karena dia tahu bagaimana menderitanya kedua orang yang ia sayangi itu.

Reina yang mendapat pelukan dadakan pun hampir saja tidak bisa menjaga keseimbangannya jika pelayan tadi —Dante—tidak menahan sikunya.

Tangannya reflek terangkat membelai surai sehitam gagak itu lembut agar menenangkan tubuh yang tingginya sebatas dadanya.

Duke CarlovCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang