Ehem wkwkwk masih pada nungguin gak nih ? 😂😅 Double update untuk hari ini nichhh, silahkan dinikmati ya sayang-sayangnya akuh 😘😘😎
Jangan lupa vote dan komen gemesnya wkwkwkwk aku tinggal nonton Drakor bestiee hehehehe luv u
Ost :
Darkside by Neoni
Happy Reading Cintah !!!!!
•
•
•
Di suatu tempat
Cahaya bulan yang masuk ke dalam kamar gelap milik sang pewaris kini terlihat lebih sunyi dari biasanya. Bukan karena kamar itu tidak berisi seorang makhluk pun, melainkan seseorang tengah menengadahkan kepalanya memandangi langit-langit kamar dengan punggung bersandar pada sebuah sofa.
Surai berkilaunya menutupi sebagian wajah tampan yang kini sudah lebih baik dari sebelumnya. Meskipun matanya terpejam, pemuda tersebut tidak tertidur karena segelas sampanye berisikan es batu berbentuk bola disana tetap pada posisinya tidak jatuh sama sekali.
Bola es itu sesekali bergerak mengikuti arah tangan lentik dengan urat nadi yang menonjol disana memutarnya membentuk lintasan melingkar. Melarutkan cairan emas itu dengan lelehan dinginnya batu es.
Tangan kirinya yang kosong terangkat menutupi wajahnya kemudian suara gelak tawa meledak dalam kesunyian kamar tersebut.
Pria bersurai silver itu seketika mengingat percakapan menarik yang dia lakukan antara dirinya dengan wanita kecil bergelar pemimpin pasukan.
Siapa yang akan menyangkanya ?
Theo bahkan tampak geli membayangkan para pria bertubuh besar dan kekar disana harus patuh pada makhluk kecil yang bahkan Theo bisa habisi dengan kekuatannya.
Kekehan kecil lolos membuat raih wajah tampan terukir dalam kulit pucat dengan Ruby yang menyala semangat. Apa yang tadi wanita itu katakan padanya ?
Flashback
Theo berjalan menuruni tangga dengan elegan. Dia tidak menyembunyikan wajahnya karena mereka semua sudah mengetahui identitas dirinya. Kini pemuda itu berniat untuk pulang menuju kediaman Redwick alias istana.
Ketika tubuh berjubah itu sudah sampai lantai dasar, Rubynya langsung disuguhi sebuah pemandangan unik. Seluruh anggota pasukan kelompok ini sudah ramai berkumpul memenuhi bar tempat dia menunggu sambil makan beberapa menit yang lalu.
Mereka berpakaian tanpa seragam. Semua bersifat sederhana layaknya pasukan bayaran biasa dengan masing-masing senjata keahlian mereka bertengger dekat pada sang pemilik.
Theo yang hanya mengetahui beberapa pria di dalam pasukan ini pun berjalan mendekati pemuda yang sedang sedikit membelakangi, membuat anak muda itu tidak mengetahui kehadirannya.
Salah satu pasang mata yang menyadari kehadiran Theo seketika menegakkan tubuhnya. Mereka yang sedang berkumpul kini menoleh dan memusatkan perhatiannya pada Theo termasuk pria yang barusan dia kenali karena sudah membawa dirinya menuju sang pemimpin, Liam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Duke Carlov
Historical FictionReina Stankof tidak pernah menyangka kalau dirinya kini masuk ke dalam tubuh seorang maid kepercayaan sang Tuan muda di mansion besar ini. Lebih parahnya lagi, dia masuk ke dalam tubuh maid yang cintanya pertepuk sebelah tangan dan harus mati tragis...
