Hei hei heii aku balik lagi hehehehe selamat datang diceritaku new readers semoga kalian suka dengan karyaku ya ^_^ and Happy Weekend !!
jangan lupa vote dan comment ya 😘
Maaf juga ya kalo masih ada typo yang lolos
Ost :
Kehlani - Gangsta
Happy Reading All >_<
•
•
•
Dia berlari mengikuti langkah kaki wanita bertudung hijau yang tadi bersamanya. Badan mungil itu dengan gesit menyelip di antara padatnya orang-orang sambil mengucapkan kata maaf.
Beruntunglah ia dengan tubuh yang tinggi seperti ini, dirinya bisa melihat begitu jelas kemana arah bocah bertopi baret yang diutus oleh pedagang licik tadi pergi.
Masih tercengang dirinya ditinggalkan begitu saja, Kyle berusaha untuk tidak menyembunyikan senyumannya. Dia merasa lucu. Wanita itu memang sesuatu yang lain. Dia seakan tidak terpengaruh dengan ucapannya beberapa saat lalu.
Matanya terus mengikuti kemana dua orang itu pergi. Hatinya berniat untuk membantunya tapi Kyle lebih memilih untuk tidak berdekatan kali ini. Ada sesuatu yang harus dia cari tahu secara diam-diam.
Rencananya datang kesini adalah untuk mengetahui siapa sosok wanita di depan sana. Bukan sebagai Lady Olivia Johansson, tetapi sebagai wanita yang dirumorkan sebagai simpanan dari tunangan putri tempat kerajaannya berasal.
Ketika mendapati sosok itu sudah masuk ke dalam kedai yang menyerupai tenda besar, Kyle berusaha untuk mendekat dan menguping pembicaraan mereka.
"Maaf Tuan, tapi saat ini kami sedang istirahat" ungkap bocah itu.
Kyle menaikan sebelah alisnya. Padahal dia yakin bocah itu sempat melihatnya bersama Olivia di tempat lentera.
"Hah, aku tahu cara mainmu bocah. Ambilah dan diam,"
Kyle memberikan lima koin emas pada bocah itu yang langsung disambut dengan tangan terbuka dan cengiran menyebalkan. Bocah itu bahkan membantunya membuka sedikit celah agar Kyle bisa mendengar pembicaraan di dalam.
"Pintar," komennya merasa terbantu.
"Tentu saja Tuan, aku tahu bagaimana caranya melayani" balas bocah itu bangga yang hanya ditanggapi Kyle dengan wajah jengahnya.
Dari sini kedua laki-laki itu tampak seperti penjaga yang berdiri di depan tenda. Kyle berdiri tegap dengan telinga yang terus ia pusatkan untuk mencuri dengar.
Dari sini dia mulai mendapati peramal itu mulai mengeluarkan kata mengejutkan tentang wanita itu. Kyle sedikit mengintip untuk melihat rupa peramal itu. Tubuhnya terbalut gaun hitam dengan tudung gemerlap yang menutupi rambutnya. Wajah itu ditutupi kain transparan, dengan mata full putih serta bola mata kecil di tengah sana menatap lawan bicaranya dengan tidak wajar. Sangat mengerikan.
"Ah, Lady Olivia Johansson selamat datang di kedaiku,"
Kyle mendapati wanita itu terkesiap kala sang peramal sudah mengetahui identitasnya tanpa ia beritahu.
"Bagaimana kau tahu ?" tanyanya curiga.
Hah, sangat tipikal wanita itu ketika mendapati orang asing mengetahuinya
KAMU SEDANG MEMBACA
Duke Carlov
Historical FictionReina Stankof tidak pernah menyangka kalau dirinya kini masuk ke dalam tubuh seorang maid kepercayaan sang Tuan muda di mansion besar ini. Lebih parahnya lagi, dia masuk ke dalam tubuh maid yang cintanya pertepuk sebelah tangan dan harus mati tragis...
