Chapter 35 : Violet

6.4K 507 20
                                        

Jeng jenggg maap ya ngagetin banget  update jam segini hehehehe karena aku ada rencana bakal party update Minggu ini siap-siap yaaa kleann love u 💕 (tapi tolong jangan berharap banget ya karena bisa aja aku party updatenya dihari yang sama)

Jangan lupa vote dan komen gemesnya hehehehe maaf ya kalo ada typo yang lolos

Ost :
Lovely - Billie Eilish

Happy Reading semua >_<

Sepinya labirin membawa kedua manusia disana tenggelam dalam hawa dingin yang mencekam. Iris hitamnya memandang lekat violet yang selama ini ia rindukan. Setelah ratusan tahun, keduanya kini kembali bertemu dengan sorot mata penuh kebencian bercampur rindu.

Bilah pedangnya mengunci pergerakan wanita itu agar tidak melarikan diri. Iris hitamnya semakin memancarkan kegilaan menikmati tatapan tajam dari kristal ungu dihadapanya. Darah segar bahkan mulai mengalir dari leher sang wanita akibat tidak berhenti bergerak untuk melepaskan diri dari kuncian pria tersebut. Tangan wanita itu telah diputar dan dikunci agar tidak mengeluarkan kekuatannya, menyerang pria yang surai hitamnya terbawa semilir angin malam.

Dirinya menikmati kebencian yang terpancar jelas dari wajah indah dihadapannya. Bilah pedang yang terbuat dari kabutnya pun menghilang, digantikan tangan kosong yang kini menyembuhkan luka sayatan pada leher Oxelier. Ibu jarinya mengusap sayatan itu pelan, membawa ringisan keluar dari bibir manis itu.

Sang pria menghapus jarak diantara mereka, ia mendekat kemudian mengecup pelipis wanitanya. "Hei..." bisiknya menyapa.

Tidak ada jawaban. Dia malah mendapati wajah cantik itu membuang muka padanya.

Niels yang tidak peduli memilih menatap dalam hasil karyanya sambil tersenyum tipis. Tenggorokannya kering hanya dengan melihat darah yang mengalir turun menyentuh jubah yang wanita itu kenakan. Dia kembali menatap violet yang memperingati kalau wanita itu tidak ingin Niels mencicipi darahnya kala wanita tersebut merasakan hawa panas dari tatapan mencurigakan di depannya.

Tangan yang menguncinya berpindah ke arah pinggang Olivia yang tengah dalam pengaruh Oxelier, membawa wanita itu masuk ke dalam dekapan Niels.

Seringaian mengerikan muncul menghiasi wajahnya. "Kau tahu bukan hanya dengan mencicipi darahmulah aku akan sempurna." ucap Niels yang matanya masih terpaku pada leher jenjang Oxelier. Ibu jarinya mengelus urat nadi sekitaran tengkuk hingga tulang selangka miliknya.

"Dan sekarang adalah waktu yang tepat karena kau sedang terbangun," tambahnya.

Oxelier mendelik tajam menjauhkan wajah pria itu dari dirinya. Dia bahkan sudah siap mengeluarkan sulur durinya menyerang pria itu jika saja kabut hitam miliknya tidak mengunci kedua telapak tangan Oxelier untuk menahan sulurnya keluar.

"Jangan coba-coba,"  desisnya marah. Nada suaranya bahkan agak meninggi hampir membentak.

Niels mengangkat sebelah alisnya melihat wanitanya menggeram dengan wajah merah padam. Sedikit geli melihat tubuh mungil dalam dekapannya ini bergerak minta dilepaskan, ketika dia sedang menanti hal menakjubkan lainnya dari wanita ini.

"Lepaskan aku," Oxelier tidak menyukai ketika pria itu malah mengendusi aromanya. Dia benar-benar tidak ingin pria ini membuatnya terlena kembali. Tubuhnya bahkan menggeliat tidak suka dikendalikan.

Duke CarlovCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang