Chapter 51 : Cousin

2.7K 138 3
                                        

Happy Reading All

Chris Grey - If I Had You


Perjalanan menuju kediaman sepupunya cukup memakan waktu berhari-hari. Seharusnya mereka bisa sampai dalam waktu 3 hari, tapi entah bagaimana raja selalu menghentikan rombongan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

Kini kastil Carlov sudah terlihat dari tempatnya berada. Lima hari perjalanan dan bocah dengan surai silver itu tampak segar dari seharusnya. Dia begitu penasaran dengan sepupu yang selalu dibicarakan di istana. Para pelayan selalu mengatakan sepupunya adalah monster, tetapi Theo, tidak pernah percaya sebelum melihatnya.

Lagi pula, bukankah keren jika memiliki kekuatan seperti Monster ? Tidak seperti dirinya, yang bahkan harus susah payah berlatih pedang untuk mengembangkan kekuatan mana-nya agar tetap stabil.

Jika itu Theo, Theo pasti akan melawan anak-anak bangsawan yang suka meledeknya saat pesta. Sayangnya dia harus bersikap baik di depan teman-teman ayahnya karena dia adalah putra mahkota. Tentu saja dia tidak ingin menggunakan tangannya sendiri untuk membalaskan dendam.

Jika dia dan sepupunya bisa berteman baik, Theo akan mengangkat sepupunya menjadi tangan kanannya. Setelah itu dia yakin para anak bangsawan yang selalu takut pada rumor tentang sepupunya pasti tidak akan menggangu Theo lagi.

Ruby kecil itu bersinar terang dengan senyum licik. Dia menyukai bagaimana otaknya berjalan. Dia yakin ini adalah karunia dari ayahnya, ia terlahir sebagai sang penerus yang memiliki otak yang cerdas dan juga kemampuan pedang yang hebat.

Sayang sekali dia sendirian disini, jika ayah dan ibunya satu kereta dengannya dia bisa langsung mendiskusikan hal itu pada mereka. Atau mungkin nanti ? setelah mereka sampai Theo akan langsung memberitahu rencana ini pada ayah dan ibunya.

Pintu gerbang setinggi 5 meter dibuka saat melihat bendera dan lambang kerajaan mulai mendekati wilayah kastil Carlov. Semua prajurit pamannya dengan sigap berbaris memberi hormat pada datangnya rombongan kerajaan.

Theo tidak menyangka kalau kastil sepupunya begitu suram dari yang dia kira. Theo kira dari jarak persimpangan tadi hanya warna kastil saja yang hitam, tetapi suasana dan ornamen-ornamen yang ada di sekitar kastil malah mendukung suasana suram ini. Ia bergidik ngeri.

Apa benar sepupunya monster ? Tapi pamannya juga di juluki monster dan pria itu bahkan sama seperti ayahnya. Duke Carlov masih terlihat seperti manusia.

Theo terus berkutat dengan pikirannya. Dia melihat taman bunga yang bahkan tidak menghapus kesan seram kastil ini sama sekali. Theo bisa merasa tekanan hidup yang suram di dalam kediaman ini.

Dari balik jendela kereta, Theo melihat para pelayan berbaris untuk menyambut mereka. Tak lama setelah itu pamannya, Duke Carlov, muncul bersama sang Duchess. Kehadiran mereka membawa visual menawan tetapi ada jarak tak kasat mata diantara pasangan tersebut.

Ruby Theo mencari sosok dibalik paman dan bibinya barusan. Dia mencari sosok yang sekiranya sepantaran dirinya dan mirip dengan sang paman. Siapa nama anak itu ?

James ? Hendrik ? Kayanya bukan. Ah apa Niguel ? Aish... Dia lupa!

Padahal ibunya, sang ratu, sempat memberitahu Theo sebelum kesini tapi entah kenapa dia lupa sekarang. Theo malah lebih tahu panggilan anak itu dikalangan anak bangsawan, siapa lagi kalo bukan si Monster Carlov.

Duke CarlovCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang