Maaf ya seharusnya aku Update kemarin tapi aku abis pulang kerja langsung self-reward ultah 😭😭👊 ultah hari senin tuh gila banget dah bener-bener sampe lupa kalo u lagi spesial day (i'm sorry tapi ngerayain ultah sendiri tuh dah jadi keseharusan buat aku karena hari-hariku gak selamanya happy minimal di hari ultah harus happy gak sih ? Lebih dibuat sehappy mungkin) 😭🤸 mana kmrn banyak banget kejadian gak enak makin bete aja udah tapi yaudahlah ya kita ambil baik-baiknya aja
Sekarang mari sibuk update 🔥🤸 oh iya 1 Chapter dulu ya... lope u all
Ost :
Nathalie 2V - Hurting like love
Happy Reading semuanya 😘
•
•
•
Beberapa menit yang lalu,
Taman yang sebelumnya dikelilingi semak-semak setinggi 2 meter lebih kini tampak tidak karuan akibat terpaan angin yang telah diciptakan sosok tersebut.
Kedua gadis disana tampak khawatir menerka-nerka nasib apa yang akan menunggu mereka jika mereka gagal melarikan diri. Keduanya sibuk dalam pikiran masing-masing.
Oxelier berusaha bangun dibantu adiknya dengan susah payah. Wajah pucat itu hanya tinggal menunggu kegelapan mengambilnya alias pingsan karena energinya telah ia gunakan untuk mendorong kekuatan milik sang adik menciptakan portal untuk mereka.
Jika saja dia tidak nekad mengintai pria itu, pasti mereka tidak akan ada di dalam situasi seperti ini.
Oxelier dan Cassandra terus berjalan mendekati portal di depan mereka, langkah mereka tertahan angin kencang yang membawa kabut hitam milik Niels.
Beberapa langkah lagi mereka akan sampai. Cassandra terus berusaha memapah sang kakak melawan angin yang meniup kencang dari arah samping tubuh mereka. Ia tidak tega melihat sang kakak benar-benar tak berdaya. Hatinya begitu sakit menyaksikan bagaimana wanita yang selalu menyayanginya terluka.
"Bertahanlah kak, sebentar lagi kita akan sampai," ucapnya pelan. Padahal jarak antara mereka dengan portal hanya sejauh lima langkah tetapi karena tubuh Cassandra juga sama lemahnya terlebih situasi yang memperlambat mereka, lima langkah itu serasa dua kali lipat jauhnya untuk diraih.
Saat keduanya sudah berada di depan portal, Cassandra tersenyum lega. Akhirnya dia berhasil membawa mereka sampai di depan portal. Ia menunduk ke arah sang kakak, "Kita sudah sampai kak, apa yang harus aku lakukan sekarang ?" tanynnya pada Oxelier.
Wanita ginger yang mendengar kabar itu pun mengangkat kepalanya memeriksa. Pintu bercahaya itu tepat di depan mereka, tangannya tanpa sadar terangkat berusaha untuk menyentuh benda tersebut sambil mengarahkan sang adik, "Sentuhlah,"
"Setelah itu kita akan langsung-"
Belum selesai Oxelier berbicara, tubuh wanita itu ikut tertarik ke belakang saat merasakan tarikan pada tubuh sang kakak.
Sesuatu tiba-tiba menarik Cassandra kuat dari belakang. Pegangannya pada tubuh Oxelier terlepas, membuat kakaknya tertarik menjauhi portal lalu jatuh tersungkur saat pegangan Cassandra terlepas.
"AAAAKKH!!!!" teriak Cassandra saat tubuh wanita itu terseret beberapa meter dan kemudian terangkat melayang dengan sulur hitam yang sangat ia kenal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Duke Carlov
Ficción históricaReina Stankof tidak pernah menyangka kalau dirinya kini masuk ke dalam tubuh seorang maid kepercayaan sang Tuan muda di mansion besar ini. Lebih parahnya lagi, dia masuk ke dalam tubuh maid yang cintanya pertepuk sebelah tangan dan harus mati tragis...
