Happy Reading All
Fleurie - Breathe
Warning +18
•
•
•
Satu kalimat dari Niels dan suasana disana mendadak hening.
"Huh?"
Pierre kelagapan sebentar saat kristal merah lain menyorot padanya memberi peringatan. Ia mulai was-was karena ia kira anak itu tidak akan berada di pihak sepupunya setelah melihat bagaimana bocah silver itu mencari masalah.
Niels menatap satu persatu mengenali wajah-wajah disana dengan Rubynya. Tatapannya datar dengan sorot mata polos yang berusaha tidak menampilkan kebosanannya.
"Menurutmu hukuman apa yang pantas bagi bangsawan yang menghina anggota kerajaan ? Kau tidak sayang dengan tangan dan kakimu, Pierre?"
"Apakah lingkungan bangsawan memang seperti ini, Cousin ?"
Niels terus berbicara dengan wajah polos mengerikan. "Bukankah mereka terlihat tidak berguna? Haruskah aku melakukan sesuatu ? Karena aku sudah mulai bosan,"
Niels memusatkan perhatiannya pada anak laki-laki yang baru saja menghina Theo. "Kau, aku beritahu satu rahasia. Seburuk apapun anggota kerajaan, mereka akan saling menjaga untuk menjaga kehormatannya dari orang-orang membosankan dan sok tahu seperti kalian. Jadi, berpikirlah sebelum bicara,"
Pierre terperangah dengan kata-kata meremehkan itu. Bukannya takut dia malah semakin menantang. "Hei, tidak peduli kalian anggota kerajaan atau bangsawan lainnya. Apa istanamu tidak ada pelajaran tata krama? Lihat bagaimana kau bicara pada perempuan, apa ibumu tidak pernah memberitahumu bagaimana memperlakukan perempuan?"
Sebuah percikan yang tepat untuk seorang Niels.
Ibu?
Dia bahkan sudah tidak memiliki sosok ibu dihidupnya lagi.
Bocah itu melihat kalau sepupunya tampak berbeda. Theo menyadari aura Niels yang entah bagaimana caranya ia bisa melihat asap hitam mulai keluar dari tubuh anak itu.
Dia pun kemudian berusaha untuk tidak memperpanjang apa yang terjadi. "Tidak perlu. Kita bisa buktikan ini semua setelah berburu, "
"Ah berburu," Niels menoleh mengerikan pada Theo. "Kau benar, Cousin. Bolehkah aku berburu sepuasku? Aku aku sudah mendapatkan target yang aku inginkan,"
Kilat gelap itu ditangkap Pierre saat anak itu menatapnya kembali. Ada ketakutan di dalam sana. Dia mencari untuk mendapatkan jawaban dari rasa khawatirnya.
Theo juga merasakan hal yang sama. Kali ini Theo adalah orang pertama yang terlihat lebih panik dari yang lainnya. Dia kemudian membisikan sesuatu pada Niels, "Hei, Tenanglah. Kendalikan matamu,"
Bocah mendekati usia 5 tahun itu berkedip beberapa kali setelah mendengar ucapan Theo. Dia kemudian melihat ke depan dimana anak-anak bangsawan itu sama takutnya dengan apa yang selalu dia lihat di mata pelayannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Duke Carlov
Fiksi SejarahReina Stankof tidak pernah menyangka kalau dirinya kini masuk ke dalam tubuh seorang maid kepercayaan sang Tuan muda di mansion besar ini. Lebih parahnya lagi, dia masuk ke dalam tubuh maid yang cintanya pertepuk sebelah tangan dan harus mati tragis...
