Chapter 28 : The Side Effects

7.6K 600 20
                                        

Kediaman Carlov

Pria tua dengan rambut memutihnya kini tengah menatap dalam keluar jendela tempat dimana dia bertransaksi dengan seseorang beberapa hari yang lalu. Pikirannya terus berkelana memikirkan siapa orang yang telah diutus oleh pria sekelas Baron ke kediamannya. Sedangkan diatas meja kerjanya sudah terdapat dua kontrak yang salah satunya sudah ditandatangani putranya sendiri. Sudah dua hari putranya belum juga bangun dari tidurnya, membuat Willoun bertanya-tanya reaksi seperti apa yang akan putranya rasakan.

Apakah putranya akan kembali bersikap dingin sebelum mengenal wanita itu ? Putra yang selalu mengikuti perintahnya tanpa bertanya, Putra yang belum mengenal Olivia Johansson. Kini setelah pria itu akan terbangun dan melupakan wanita yang selama ini dia lindungi bagaimana akhir dari rasa itu sekarang ? Willoun semakin bertanya-tanya.

Dia tidak bodoh saat menyadari hampir 90% perkembangan dalam mengontrol kekuatan putranya itu adalah efek dari keberadaan gadis Johansson. Untuk itulah Willoun merencanakan kontrak yang tidak dia sadari malah membuat anaknya semakin terobsesi dengan wanita bernama Olivia Johansson.

Dia pikir dengan membawa gadis itu ke kediamannya akan membuat interaksi mereka semakin dekat sebagai teman atau lebih baik lagi sebagai atasan dan bawahan layaknya penasehat, namun siapa sangka ternyata putranya menjerat dengan cara lain walaupun Willoun juga tidak bisa menghindari efek samping dari kekuatan sebesar itu jika sudah gelap mata.

Setelah dia bangun, Niels, putranya akan mengalami lupa ingatan tentang wanita itu. Semua kebersamaan mereka akan terhapus. Setahunya efek dari kontrak itu selalu valid. Tapi itu juga masih tergantung dengan kondisi tubuh sang pembuat. Untuk itulah Willoun memerintahkan semua pekerjanya agar tidak membahas lady dari menara timur atau lady Johansson dalam lingkup kediaman Carlov selama putranya tidak membahas atau menanyakan perihal wanita itu. Lebih baik lagi mereka diam dan membiarkan dirinyalah yang menjelaskan kepada sang putra.

Karena dia tidak ingin rencana perjodohan putranya berantakan dimana itu tinggal dua hari lagi. Semua persiapan sudah selesai, bahkan persiapan turnamen yang diemban putranya sudah diselesaikan oleh tangan kanan pria itu sendiri. Kini Willoun hanya tinggal menunggu putranya siuman. Semoga saja ia segera bangun atau pesta pertunangan itu akan diundur sampai putranya bangun sesuai kesepakatan antara dia dan raja.

Willoun bahkan tidak memperdulikan nasib si lady Johansson. Dia sanksi pasti wanita itu juga tidak jauh beda kondisinya dengan sang putra. Bahkan bisa lebih baik baginya untuk melupakan putranya. Dia jadi ingat saat ayah dari wanita itu meminta pertemuan secara tertutup dengannya. Frederick dengan berani memintanya bertemu melalui surat sebelum semua kejadian ini terjadi.

"Duke Carlov," sapanya singkat dengan sapaan tak kalah dingin dari Willoun.

"Ada perlu apa sampai kau memintaku datang ?" Willoun melihat wajah dingin pria berisi itu dengan sorot mata tajam.

"Aku hanya ingin memastikan jika kontrak sialan itu akan selesai beberapa hari lagi."

Willoun menyeruput teh di depannya dengan santai, sebenarnya dia tahu alasan pria itu mendatanginya. Hanya saja dia merasa lucu saat sosok ayah didepan sana tiba-tiba berubah menjadi perduli.

"Lucu sekali, sejak kapan seorang Frederick sudah selesai dengan amarahnya ?"

Sosok bersurai hitam dengan mata madu mengepalkan tangannya berusaha menahan emosi. "Yeah mungkin memang sudah seharusnya aku bersikap seperti ini jika kau tidak melarangku,"

"Aku melarangmu agar kau selamat dari amukan putraku, toh aku tidak memaksa"

Frederick menyembunyikan kekesalannya dengan senyum tipis. "Baiklah, aku cuman ingin menyampaikan hal itu. Jadi jangan lupa dengan perjanjian kita. Aku tidak akan mengadakan perpisahan resmi sialan yang kau tawarkan serta hadiahmu. Lewatkan saja. Karena aku akan membawa putriku jauh dari bajingan seperti kalian,"

Duke CarlovCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang