Entah mengapa begitu masuk ke dalam Sea World, sepasang remaja itu sangat menikmati waktu mereka. Betah berlama-lama memandang banyaknya ikan sampai terkagum-kagum.
Hector sampai memiliki banyak jepretan Casphia karena gadis itu kerap sekali melepaskan tangannya dan maju untuk ikut berdesakan dengan banyak anak-anak.
"Bocah," dengkus Hector geli.
Bagi Casphia sendiri ini merupakan pengalaman pertamanya datang ke aquarium sebesar ini dan itu sangat menakjubkan melihat berbagai jenis ikan yang biasanya hanya bisa dilihat dari gambar, kini bisa melihat dengan kedua matanya sendiri.
"Ngalah sama bocah, Cas," ucap Hector menarik tangan Casphia lagi untuk digenggam karena perempuan di sampingnya ini menunjukkan tatapan protesnya. "Tempat lain. Di sana sepi, tuh."
Akhirnya Hector memaksa Casphia untuk menuju aquarium lainnya ditemani gerutuan dari Casphia. "Di sana ikannya banyak, ada hiunya. Di situ jelek, dikit ikannya."
"Nanti juga bisa, kan? Ngalah dulu sama anak TK. Mereka lagi study tour," jelas Hector menarik Casphia supaya berjalan beriringan dengannya.
"Gue juga lagi study tour," gumamnya masih bisa terdengar jelas oleh Hector.
Astaga. Hector syok dengan kepribadian Casphia yang baru ditemuinya saat ini. Apakah sebegitu menyenangkan sampai tidak mau mengalah dengan anak kecil berumur lima tahun?
"Wah!" decak kagum Casphia memudarkan lamunan Hector yang ikut takjub karena Casphia langsung melepaskan genggamannya lagi dan berlari menuju terowongan di mana banyak sekali ikan berenang di atas mereka.
Hector hanya bisa tersenyum melihat binar bahagia di kedua mata Casphia. Rasanya sangat lega mengetahui bahwa keputusannya untuk datang ke sini tidaklah salah.
"Jangan lari, Cas! Banyak orang!" panik Hector saat Casphia mulai berlari dan dirinya pun terpaksa menyusul sampai berhasil menggenggam tangan Casphia untuk kesekian kalinya.
"Ini keren, Kai!" ucap Casphia secara tidak sadar menampilkan eskpresi kagumnya. "Ada ikan nemo! Ada dori! Lihat, Kai! Itu di sana!"
"Iya gue lihat, Cas," balas Hector dan kali ini memutuskan untuk menggenggam erat tangan Casphia. Benar-benar seperti sedang membawa ponakannya ke sini.
Namun, untuk sekarang Hector akan membiarkan tangannya melepas genggaman itu sebab momen ini harus ia abadikan supaya bisa melepas rindu ketika sedang berjauhan.
Rasanya sedih, tetapi Hector tak ada pilihan lain. Mungkin ini sudah saatnya dia serius setelah lari dari tanggung jawabnya dan tidak ada lagi kata ragu bila gadis incarannya sudah akan bersiap untuk memantaskan diri bersanding bersamanya. Maka dari itu, ia juga akan memantaskan diri pula.
"Happy?" tanya Hector begitu mereka berdua sudah mengunjungi Sea World kurang lebih selama tiga jam dan kini mereka berdua berada di pintu keluar.
"Iya!" seru Casphia tersenyum senang sampai Hector ikut tertular dan memberikan minuman kepada Casphia. Di mana gadis itu langsung menerima karena sedang haus.
"Thanks udah bawa gue ke sini," lanjutnya setelah menelan air putih.
Hector bergumam lalu merangkul bahu Casphia saat akan berjalan menuju parkiran dan Casphia tidak menepis hal itu, justru tatapannya berkeliaran menatap banyak bus maupun mobil terparkir. Semakin siang, tempat ini menjadi semakin ramai.
"Mau makan siang apa?" Hector bertanya sesaat sudah memasuki mobil dan Casphia yang kepanasan baru saja mengarahkan AC ke tubuhnya.
"Apa aja." Tipikal perempuan sekali.

KAMU SEDANG MEMBACA
Introverts to Extroverts
Teen FictionCassia adalah gadis pendiam dengan trauma masa lalu yang membuatnya sulit mempercayai orang. Namun, hidupnya berubah saat ia tiba-tiba terbangun di dunia yang asing. Bukan ruang kelas sekolah barunya, melainkan ruang kelas perkuliahan yang sama sek...