Hari ulang tahun. Hari yang tak pernah Casphia tunggu pun datang, meskipun sebenarnya bukan. Akan tetapi dengan dirinya yang baru, Casphia mulai menerima tanggal 2 Februari ditetapkan sebagai hari lahirnya.
"Lo mau kemana pake dress kayak gitu? Mau cari cowok lagi?" Perkataan bernada menyebalkan baginya kini seperti telah menjadi santapannya sehari-hari.
Seharusnya Casphia bisa menahan itu, tetapi mengapa selalu tak bisa? Apa karena wajah orang itu menyebalkan sehingga ia merasa kesal? Apa memang kepribadian lelaki itu yangmemang tidak ia sukai?
Dress floral bewarna putih dipadukan warna ungu yang hanya mencapai atas lututnya menjadikan Hector sedikit terusik. Gadis itu terlampau cantik dan gaunnya terlalu rendah.
Casphia memutar kedua bola matanya malas. "Terserah lo," balasnya ketus meninggalkan Hector seorang diri di area carport.
"Kak Phia! Kakak mau kemana? Cantik banget!" Seruan anak kecil berusia 7 tahun yang merupakan tetangganya membuat Casphia tersenyum.
"Terima kasih. Kakak mau pergi, nih," balas Casphia berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan tinggi anak kecil itu.
"Kakak mau ngedate sama Kakak itu, kan? Kayak yang di sinetron!" celetuk anak kecil laki-laki sambil menunjuk Hector yang menaikkan salah satu alisnya.
"Kakak cocok sama Kak Phia! Cantik sama ganteng!" sahut anak kecil perempuan berlari menuju Hector yang terkekeh pelan karena merasa lucu.
"Besok kalau Cila udah besal, Cila mau punya pacal kayak Kakak ini! Soalnya ganteng, hehehe," kata anak kecil bernama Cila yang sedang memeluk kaki Hector.
"Mana ada yang mau sama kamu. Kamu kan galak!" seru anak kecil di depan Casphia sehingga Cila berteriak tak senang.
"Cila gak galak! Itu kalena Leo yang nakal sama Cila! Leo suka ejek Cila kalau Cila gak bisa ngomong huruf L!" adu Cila dengan kesusahan berbicara huruf R.
Casphia terkekeh. "Udah. Kenapa malah berantem?"
"Leo duluan!" kesal Cila memeluk Casphia dari belakang. "Kak Phia, malahin Leo aja jangan Cila."
"Kak Phia pergi aja. Cila sama Leo sering berantem, tapi nanti baikan kok," bisik salah satu anak kecil lainnya.
Akan tetapi, bisikan itu terdengar jelas oleh Leo dan Cila yang sekarang wajahnya sudah memerah.
"Yaudah. Kak Phia pergi dulu, ya? Leo, Cila, kalian harus baikan sebelum Kakak sampe rumah. Kalau belum baikan, Kak Phia gak mau main kembang api sama kalian lagi," ancam Casphia menatap anak kecil itu.
"Huh, iya! Nanti Cila baikan sama Leo," balas Cila walaupun hatinya masih benci kepada Leo yang sudah menatap kesal Cila.
"Kak Phia hati-hati! Nanti kita main lagi kayak semalem!" seru anak kecil lainnya sampai Casphia memasuki mobil, sedangkan Hector sedari tadi sudah berada di mobil setelah Cila berlari memeluk Casphia.
"Ayo," ucap Casphia begitu sudah memakai seatbeltnya.
"Gak nyangka lo emang beneran bocah sampe mainnya juga bareng bocah," ejek Hector seraya melajukan mobilnya memenuhi perjanjian mereka kemarin saat Casphia meminta gaji. Hector ingin ditraktir oleh Casphia, meskipun Casphia menolak awalnya.
"Masalah?" sinis Casphia bersedekap dada.
"Masalah." Hector menganggukkan kepalanya. "Gue gak bisa jadiin bocah kayak lo jadi karyawan di kafe gue. Nanti kena tuntutan terus kafe gue jadi bangkrut."
Decakan Casphia membuat Hector semakin melebarkan senyuman menyebalkannya. "Gue udah dua puluh tahun," bela Casphia.
"Baru dua puluh," balas Hector mendengkus geli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Introverts to Extroverts
Teen FictionCassia adalah gadis pendiam dengan trauma masa lalu yang membuatnya sulit mempercayai orang. Namun, hidupnya berubah saat ia tiba-tiba terbangun di dunia yang asing. Bukan ruang kelas sekolah barunya, melainkan ruang kelas perkuliahan yang sama sek...
