BAB 36

74 11 2
                                    

"Archie, Archie .. hey ... Look at me," ucap Serra lembut menyentuh belakang leher pria itu, membuat Archie menengadah menatap istrinya. "Siapa yang bilang aku akan meninggalkanamu. Aku tidak akan meninggalkanmu, tidak ada yang akan meninggalkanmu."

"Look at me, Archie. I'm going to kiss you." Serra menunduk dan mengecup bibir Archie.

Perlahan, dengan amat pelan-Serra menggeser tubuh Archie dan mendudukkan pria itu. Sehingga ia bisa duduk diatas pangkuan suaminya yang sedang bersedih. "Aku tidak tahu kapan aku bisa memberikan kamu ini lagi. Tapi, demi Tuhan, Archie, aku sangat menginginkanmu sekarang," dengan parau Serra mengucap. Matanya turun mendambakan bibir merah muda yang sehat milik Archie. Tangannya dengan lentik menghangat pipi pria itu.

Dikecupnya lagi prianya.

Jemari wanita itu juga bermain dengan kancing kemeja Archie yang masih tersisa. Rambut hitam yang bervolume besar milik Archie memancing serigala didalam tubuhnya. Serra memperdalam ciumannya, meraup bibir itu dengan rakus. Betapa ia menginginkan pria itu. Serra juga menggesekkan dirinya diantara kedua paha pria itu, memancing ular berbisa yang siap merenggutnya.

Archie membalas ciuman istrinya, hal yang paling Archie inginkan adalah kemesraan yang intim bersama Serra. Walaupun diwaktu yang tidak tepat, Archie yakin dia bisa melakukannya. Ciuman itu membuat masalahnya hilang seketika, perkataan Cakra Limar dan neneknya seakan menguap diudara, tergantikan dengan wajah istrinya yang penuh hawa nafsu, seakan ingin menerkamnya detik itu juga.

Wanitanya benar-benar pintar, dia bermain liar, memancing sesuatu yang tidak ingin Archie lewatkan begitu saja. Ia juga mengikuti ritme istrinya, oh... Desahan itu keluar dari mulut istrinya dan Archie suka itu. Melihat wajah penuh kenikmatan Serra, membuat Archie semakin mendalami ciumannya, menelesuri leher istrinya yang dipenuhi kalung permata, dan turun di antara dua payudara yang menegang, seakan berkata bahwa mereka siap menerima kecupan dari pemiliknya..

"Ah.. Archie ..."

"Serra, apa kamu benar akan melakukannya?"

Serra menutup mulut Archie dengan jari telunjuknya.

"Did you play with yourself selama ini Archie?"

"Yes Ma'am."

Entah kenapa ada rasa bersalah disana ketika Archie menjawab jujur pertanyaannya.

"Kamu memikirkan aku ketika kamu melakukannya?"

"Siapa lagi, Cherry." Suara dalam dan seksi Archie yang belum pernah di dengar Serra, membuat wanita itu semakin menginginkannya.

Serra juga merasakan kejantanan pria itu yang mengeras di atas miliknya ketika Archie membenarkan posisi duduknya hanya untuk mengangkat paha Serra semakin lebar, dan memposisikan istrinya dengan nyaman disana.

"Kamu dirumorkan seorang gay di Amerika, apa selama itu kamu bermain dengan dirimu Archie?"

"Tidak ada wanita yang aku perbolehkan menyentuhku sedekat ini, Serra. Bahkan untuk duduk diatas sini dengan ketagangan ini, belum ada yang merasakannya."

"Christina?" tanya Serra cemburu.

"She's just a dust on my lap, yang bisa aku bersihkan kapan saja. Dan aku tidak merasakan sesesak ini bersamanya, Cherry." Archie sangat menginginkan istrinya. "Please me, Serra."

"The key, Sir?" Archie menatap heran ke arah istrinya. Sementara Serra memutar kedua bola matanya malas. "Please me, Ma'am, please ..."

Archie terkekeh dibuatnya. "Baiklah, your wish is my command." Ditatapnya kedua bola mata kebiruan itu dengan dalam dan pria itu berbisik-bersungguh-sungguh di telinga istrinya. "Please me, Ma'am, please."

Senyum nakal Serra tercetak jelas wanita itu dengan berani membuka ikat pinggang, dan kancing celana suaminya. Membuat kejantanan yang sedari tadi ingin keluar menyembul dari sana. Serra menyentuhnya, sementara bibirnya aktif mencium Archie dengan rakus sampai bibir pria itu membengkak.

"Archie, berhenti bermain dengan tanganmu," kata Serra. "Aku bisa melakukannya jauh lebih baik dengan jari jariku," sambungnya memancing Archie.

"Aku akan berhenti, jika kamu berjanji akan melakukannya untukku, selamanya."

"I'm not sure i can do that forever, Archie. Karena aku punya banyak cara lebih baik lainnya." Tubuh Serra menjauh, ia berdiri karena mencoba mencari posisi yang baik untuknya setelah ini.

"His waiting for you, Cherry," ucap Archie tak tertahan, menatap istrinya penuh dambaan. Pahanya terbuka seakan mempersilakan Serra untuk bermain disana.

Dengan lengan kemeja yang tergulung, rambutnya yang berantakan, kemejanya yang sudah terbuka sehingga menonjolkan dada bidang pria itu yang seksi, kedua tangannya dengan rapi terduduk di kedua sandaran sofa yang mereka duduki.

"Open your legs, Archie."

Archie menaikkan kedua alisnya dan menatap kedua kakinya yang sudah siap sedari tadi.

"Wider."

Archie menuruti perintah istrinya. Namun, bagi Serra, pria itu sengaja mengecilkan area disana. Ia bermain bersama serigalanya.

Serra menatapnya tajam dan memancing kekehan Archie yang renyah. Ia pun berhenti bermain dan melakukan apa yang istrinya perintahkan. "Sudah, sekarang apa?" tanya Archie mulai tidak sabar.

"Kita akan cari tahu," jawab Serra setengah berjongkok agar ia dapat tepat dibagian bawah tubuh pria itu.

Serra menarik sedikit celana dalam pria itu, menunjukkan kejantanan yang bersih dari rambut-rambut gelap yang melindungi bagian tubuh Archie yang paling sensitif dan bergairah untuknya. Serra mengecupnya pelan dan meninggalkan bekas disana.

"Oh, Cherry..." gumam Archie tidak jelas.

"Ya?"

"Cherry, please," pinta pria itu.

"What?"

"Don't stop, Cherry."

Bibir Serra mengulum bagian tubuh Archie yang sangat menggairahkan untuknya. Lidahnya mencicip setiap jengkal bagian itu. Archie tanpa sadar menggenggam dan menarik rambut wanita itu yang baru saja lepas dari konde besarnya. Archie semakin menarik rambut istrinya untuk mempercepat ritme.

Serra perlahan-lahan, menengadah dan menggenggam lengan Archie yang berada dirambutnya. "I know baby, hold on."

"Serra please, percepat."

"Keyword Sir?"

"Ma'am, please, fast and hard, please..."

Serra mempercepat iramanya dan mengulum terus ujung bagian sensitif pria itu. Lidahnya menjilat dengan cepat seirama dengan napas Archie yang memburu. Dengan mulutnya, Serra memasukkan semua kejantanan itu sampai berada diujung tenggorokannya dan menyeruput seluruh rasa manis dan menggairahkan bersamaan dengan klimaks pria itu.

"Serra!" Archie meneriakkan namanya dan punggung pria itu melengkung ke arah Serra.

Terakhir, Serra membersihkan semua bukti gairah pria itu sebelum ia menarik dirinya dan tersenyum kepada Archie yang terpuaskan. Serra berdiri, menyamai posisinya, lalu duduk diatas pria itu, menunduk untuk mencium bibir prianya. Archie mengerang ketika ia bisa merasakan dirinya sendiri di bibir Serra.

"Your mine,Cherry. My pleasure Cherry. I'm yours, Serra, it's always been, right?"

"Always, Archie."

"I want more spicy, Ma'am."

Serra mendekat ke Archie untuk mendengarkan bisikan suara dalam dan seksi dari pria itu. "Fuck me, Cherry, please ..."

"Cherry or Ma'am?" Mata Serra menatap lebar Archie dengan kepolosannya.

"Tentu saja, Madam Serra."

-

TBC

SERCHIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang