le mien: 45

686 63 51
                                        

Bagian: 45

Bagian: 45

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

warning!!

"Syukurlah aman, Pakde gak ngejer" Michael menyipitkan matanya sejauh jauh mata nya dapat melihat untuk memastikan bahwa Bapak tua itu tidak mengejar mereka berdua. Kini mereka sudah sampai di warung Bi Jum, begitu sepi karena semua anak Rolfagez sudah pulang dari lama. "Cey lo gapapa kan?" Michael melihat gadis itu memeluk tubuh nya yang basah kuyup karena seragam nya sedikit menerawang. Michael langsung melepas seragam sekolah nya menyisakan kaos hitam yang juga basah. Dia menyampirkan seragam nya di kedua bahu Cesie. "Pakai yang gue, walaupun basah juga seenggaknya bisa nutupi baju lo"

"Makasih" gadis itu tampak mengigil

"Minum teh anget ya? Mau kan?"

Cesie menggeleng. "Mau pulang aja. Udah sore"

"Yaudah ayo" Michael mengambil tas sekolah nya yang ada di atas kursi lalu mengeluarkan kunci mobil miliknya. "Hey kenapa diem aja?"

"Nanti basah semua mobil lo---"

"Gue juga basah kan? Gapapa Cey" dengan meyakinkan Cesie berulang kali. Akhirnya Cesie menurut dan masuk ke dalam mobil nya Michael. "Ac nya gue kecilin ya?"

"Iya..."

Michael mengulum senyuman nya lalu menjalankan mobil berwarna putih itu dengan hati-hati. Hujan hari ini sangat lebat bahkan wiper yang bergerak di kaca depan kalah dengan hujan yang turun sangat deras. Cukup membahayakan karena penglihatan di depan cukup terganggu.

"Kenapa tadi gak ke kantin?"

"Males aja"

"Jadi lo belum makan? Mau makan dulu atau---"

"Gue belum maafin lo"

Michael langsung terdiam dan tak bergeming sedikit pun. Cesie jadi merasa bersalah lagi dan lagi, Cesie ingin menjadi sedikit egois karena dia juga ingin orang yang menyakiti nya merasakan hal yang sama. Tapi setelah dia melakukan hal itu hati nya mendadak tidak enak. Dia jadi merasa sangat bersalah, antara hati dan pikiran nya tidak berjalan beriringan.

Bahkan tadinya Michael masih bisa tertawa dan tersenyum kini berubah diam dan datar. Laki-laki itu mungkin terluka oleh nya? Tapi bukan nya yang Cesie lakukan tidak salah? Michael salah kan dalam hal ini? Cesie berhak marah kan? Tentu iya!. Namun suasana di dalam mobil berubah menjadi sangat hening dan canggung.

Suara petir yang masih menyambar diluar sana membuat Cesie mencengkram rok nya sendiri sambil memejamkan mata. Dia tidak ada trauma apapun tentang itu tapi sedari kecil jika hujan deras dan petir menyambar, Mami pasti akan berada di sisi nya lalu memeluk dirinya dengan sangat erat. Kebiasaan nya jika hujan petir pasti akan ada Mami yang selalu menemani ataupun---Jeremy. Tapi lupakanlah Laki-laki itu.

Cesie merasakan punggung tangan nya di elus lembut oleh tangan kiri Michael. Perlahan Laki-laki itu menggenggam jemari nya dengan erat sehingga kedua tangan mereka bertaut hangat. Cesie ingin menolak tapi dirinya sendiri sudah merasa nyaman dengan genggaman tangan Michael.

le mien Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang