Genre: romance, youth, love, enemies
Rolfagez dan Hesvior adalah dua Geng motor yang sudah menjadi musuh sejak lama. Bagaimana jika seorang Gadis tiba-tiba terlibat dan menjadi pemicu berkobar nya api permusuhan antara Michael Januarta (Ketua Rolfag...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mami udah bilang sama gue tentang obrolan lo sama dia semalem. Jadi, kita mau kemana?"
"Eric udah sadar"
Cesie memandang nya sebentar lalu menghadap ke arah yang lain. "Syukurlah. Tapi maaf, urusan nya sama gue apa?"
"Dia mau ketemu sama lo. Gue mohon Cey, demi dia aja. Pergi sama gue demi dia"
Cesie langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang. "Ayo pergi sekarang, Mami bilang jangan lama-lama"
Michael tersenyum lega. Tanpa sadar dia menarik lengan Cesie menuju mobil nya. Tapi di perjalanan mereka sama sekali tak membahas apa-apa, Cesie sangat diam dan ditanya pun hanya membalas singkat. Begitu turun di rumah sakit pun Cesie sama sekali tak bertanya apapun, dia hanya mengikuti Michael dari belakang hingga akhirnya sampai di ruang inap Eric.
Cesie tersenyum tipis saat Eric menyapa dirinya. Melihat kondisi Laki-laki itu memang cukup memprihatinkan. Wajah nya terlihat lemas dan pucat walau sudah sadar dari kemarin. Cesie melirik sarapan Eric yang belum tersentuh sama sekali. "Belum sarapan?"
"Belum Kak, nanti aja" Eric menyuruh Michael untuk duduk di kursi sebelah Cesie yang telah dia siapkan dengan bantuan Perawat. "Sebelumnya gue berterima kasih banget karena Kak Cesie mau dateng kesini. Makasih juga buat Bang Mika udah usahain Kak Cesie kesini"
"Gue udah denger kejadian beberapa hari lalu. Gue tau perasaan Kak Cesie, Kakak pasti kecewa sama semua orang, gue akui itu salah karena manfaatin orang lain demi kemenangan yang gak seberapa. Percaya sama kami, itu semua keputusan Kakak, tapi percayalah Kak mereka gak ada niatan manfaatin Kakak, mereka terpaksa. Terutama Bang Mika, dia sayang banget sama Kakak. Jadi gue mohon tolong jangan kecewa sama Bang Mika ya, kalau Kakak mau kecewa, kecewa aja sama gue, semua hal ini terjadi karena gue yang terlalu lemah"
Cesie bahkan tak mampu melihat wajah Eric. Dirinya memang sudah memaafkan mereka semua walau setitik rasa kecewa terus berbekas di hati nya. Tapi jika bisa jujur, sesungguhnya rasa cinta nya kepada Michael dapat mengalahkan rasa kecewa dan benci nya pada Michael. Namun, Mami melarang tegas untuk melanjutkan hubungan, dia hanya boleh berteman saja. Bagaimana Cesie bisa melanggar?.
Cesie meraih satu tangan Eric dan menggenggam nya. "Gue udah maafin mereka semua, walau kecewa itu masih ada tapi gue udah maafin mereka. Lo gak usah ikut mikirin ini ya? Lo masih lemah banget, jangan banyak pikiran. Gue masih mau liat lo sembuh dulu"
Eric tersenyum tipis dengan air mata yang mengalir di kedua mata nya. "Gue gak bisa sembuh lagi Kak. Di kesempatan terakhir ini gue berharap banget gak ada orang yang kena imbas gara-gara kejadian itu. Termasuk kalian berdua"
"Ric jangan bilang itu lagi" Michael sangat tidak suka mendengar kata-kata itu dari mulut teman nya. "Lo pasti sembuh, gue yakin Ric"
"Bang, setelah ini turuti kata hati lo. Jangan ngikutin kata orang terus Bang. Ini hidup lo, lo harus tau tujuan lo hidup apa biar gak ada penyesalan lagi"