le mien: 55

481 51 6
                                        

Bagian: 55

warning!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

warning!!!

Cesie baru memberanikan diri untuk mengangkat kepala nya saat dia merasakan suara-suara ramai tadi perlahan hilang dari kepala nya. "Kita mau kemana?" tanya nya karena mereka sudah melewati tangga menuju kamar Cesie di villa

"Ke villa gue aja. Kalau lo disini nanti Amora ganggu lo lagi"

Cesie tak menjawab, dia meremas kemeja basah yang Michael pakai lalu mengeratkan pelukan nya. "Mika gue turun disini aja"

"Gamau. Nanti di villa ada Bibi yang bisa bantuin lo, lo aman disana Cey"

Cesie berakhir menutup mulut nya. Cesie merasakan angin menyapa kulit nya tapi mengapa dia merasa masih berkeringat. Padahal dia berada di dalam air cukup lama, tapi mengapa dia merasa masih gerah. Sebenarnya apa yang Amora rencanakan padanya, jahat sekali.

Cesie menatap wajah Michael dari samping. Rambut yang basah membuat wajah Michael semakin menarik. Secara sadar Cesie menyentuh pipi lalu beralih ke bibir Michael, membuat Laki-laki itu sedikit tersentak.

Dia tersenyum tipis. "Kenapa Cey?"

Cesie menggeleng lalu menarik kembali tangan nya. Dia ini kenapa? Tapi dia sangat ingin menyentuh Michael. Cesie membayangkan bagaimana ketika bibir Michael menyentuh dirinya seperti di mobil saat itu---aish dia memikirkan apa sih. Tubuhnya terasa makin lemas saja.

"Cey kedinginan? Nanti di villa gue suruh Bibi bantuin lo ganti baju sama bawain selimut yang tebal"

"Gue---gue ngerasa gerah Mika" dia mengakui nya saja

Michael terlihat memandang nya sebelum mempercepat langkah nya untuk masuk kedalam villa. Dia membawa Cesie menaiki tangga menuju salah satu kamar yang tepat berada di sebelah kamar nya. Dia membaringkan tubuh Cesie di atas tempat tiduur.

"Gue cari Bibi dulu ya, lo baring aja dulu" namun saat ia ingin pergi, Cesie menahan rahang Michael lalu mendekatkan pipi nya ke pipi Michael. Cesie tau kalau ujung bibir nya bahkan menyentuh daun telinga dan leher Michael, tapi dia tak bisa menahan dirinya untuk mencegah melakukan itu, begitu tangan nya menyentuh kancing kemeja Michael, Michael langsung mencengkram nya dan menarik Cesie untuk duduk di pangkuan nya

"Lo ada makan atau minum sesuatu?"

Dengan mata sayu, Cesie mendekatkan wajah nya kepada Michael hingga hidung kedua nya saling bergesekkan. "Minum..."

Michael menatap kedua mata Cesie dengan raut marah. "Lo ngerasa gerah?"

Cesie mengangguk.

"Lo---lo mau gue---?"

"Iya---mau" Cesie mendaratkan kecupan-kecupan ringan di leher Michael lalu meraih pipi Michael untuk meraih bibir Laki-laki itu, tapi Michael menaruh jari telunjuk nya tepat di depan bibir Cesie lalu menggeleng

le mien Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang