Genre: romance, youth, love, enemies
Rolfagez dan Hesvior adalah dua Geng motor yang sudah menjadi musuh sejak lama. Bagaimana jika seorang Gadis tiba-tiba terlibat dan menjadi pemicu berkobar nya api permusuhan antara Michael Januarta (Ketua Rolfag...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langkah kaki nya membawa dia menuruni tangga utama, melihat ke kiri dan ke kanan yang terlihat sangat sepi seolah-olah hanya ada dia disana. Dia berhenti di ujung tangga bawah lalu memandangi pantulan dirinya dari kaca yang begitu besar, dia menghela pelan kala melihat bekas kissmark yang tercetak jelas. Cesie meraih sebagian rambut nya lalu menutupi leher nya menggunakan rambut nya sendiri.
Tadi seorang Wanita berumur memberikan nya bantuan dengan mengantarkan pakaian ganti nya. Cesie melihat raut terkejut dari wajah itu kala melihat dirinya yang sangat kacau. Rambut yang terlihat berantakan, bibir yang sedikit membengkak serta bekas-bekas tanda yang Michael berikan untuknya. Namun wanita itu hanya tersenyum setelah nya lalu pergi meninggalkan Cesie dengan perasaan yang sangat malu.
"Cey..."
Cesie mendapati Michael yang baru saja datang dari arah luar, dengan cepat Cesie merapikan rambut nya untuk menutupi bekas di leher nya. Tapi Michael sudah menyadari itu semua sejak awal.
"Maaf, gue lupa bilangin ke Bibi buat ambilin baju yang panjang buat lo"
"Gapapa. Nanti gue ambil hoddie di koper. Kita pulang nya kapan?"
"Sebentar lagi. Tunggu Kenzo sama Gevano bawain barang lo kesini. Lo langsung ke mobil aja Cey"
"Bibi dimana?"
"Di dapur, mau ketemu?"
"Iya"
"Gue anterin"
Entah kenapa Michael terlihat biasa saja apa dia sengaja bersikap seperti itu supaya Cesie merasa nyaman. Berbeda dengan Cesie yang selalu terbayang-bayang kejadian semalam. Bagaimana pun itu pertama untuknya, Jeremy dulu tidak pernah menyentuh nya seintens itu karena Cesie selalu melarang nya. Tapi Cesie tak bisa berbohong, sentuhan Michael membuat dirinya terlena. Apalagi semalam keduanya---half--naked.
"Cey?"
Cesie tersentak kala Michael menepuk bahu nya. Laki-laki itu mengernyit bingung.
"Lo baik-baik aja?"
Cesie rasa wajah nya memerah seperti tomat, dia merespon pertanyaan Michael dengan anggukan pelan.
"Bibi disana"
Cesie mengikuti arah pandang Michael dimana wanita itu sedang mencuci peralatan masak. Tanpa menunda waktu, Cesie menghampiri wanita itu sendirian karena Michael memilih menunggu di tempat yang agak jauh.
"Bi?" panggilnya pelan
Wanita itu menoleh padanya lalu tersenyum tipis. "Iya Non ada yang bisa saya bantu?"
"Aku---aku sama Mika udah mau pulang Bi. Terima kasih banyak atas bantuan Bibi, maaf kalau aku ngerepotin"
"Cepet banget pulang nya, setau Bibi kegiatan nya masih beberapa hari lagi kan?"