Genre: romance, youth, love, enemies
Rolfagez dan Hesvior adalah dua Geng motor yang sudah menjadi musuh sejak lama. Bagaimana jika seorang Gadis tiba-tiba terlibat dan menjadi pemicu berkobar nya api permusuhan antara Michael Januarta (Ketua Rolfag...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bang Mika sadar!" pekik Arcel mengkagetkan semua orang yang ada di ruangan
Reynand, Gevano dan Vegas yang tidur saling bersandar terlonjak kaget dibuat nya. Kenzo yang sedang makan juga tersedak hingga terbatuk-batuk sambil meminum air putih.
"Anjing banget lo Cel. Gue hampir mati anjing!" Kenzo melempar botol mineral ke punggung Arcel yang duduk di dekat brankar Michael. "Oi Mik lo udah sadar bener nih?" tanya nya memastikan
Michael yang baru saja bangun masih memfokuskan pandangan nya ke dinding putih ruang inap. Dia melihat infus yang terpasang di punggung tangan nya serta pakaian nya yang sudah diganti menjadi pakaian rumah sakit.
"Bang lo gapapa?" Vegas menghampiri dengan wajah khawatir. "Kata Sagara lo tadi tiba-tiba pingsan"
"Iya anjir, kita dari kantor Polisi langsung ngebut kesini panik denger lo pingsan" oceh Gevano dramatis
Reynand menghela pelan. "Lo itu kalau memang gak bisa donorin darah kenapa maksa Mik. Ini lo kan yang sakit"
"Gue pingsan berapa lama?"
Arcel yang berada di dekat nya menyahut sambil menghitung dengan jari nya. "Hm...sekitar lima jam mungkin?"
Michael beranjak dari posisi berbaring nya. "Cey gimana? Udah operasi? Keadaan nya gimana?" namun Teman-teman nya saling melempar pandang dengan raut wajah sedih
"Operasi nya lancar tapi Cey belum sadar. Sebenernya bantuan donor darah lo tadi nyelamatin Cey banget Mik. Kalau enggak mungkin Cey udah gak ada sekarang" balas Reynand
Michael ingin turun dari brankar dan ingin melepaskan infus di tangan nya namun pintu tiba-tiba terbuka dimana Mama dan Papa masuk bersama Opa dan Oma nya.
"Astaga Mika, kamu bikin kami khawatir aja!" Oma menoyor kening nya pelan lalu mencium pipi nya
Mama yang sedang hamil besar harus berjalan dengan bantuan Papa. "Mika..." lirih nya lalu membawa Michael kedalam dekapan nya
Michael membalas pelukan Mama sama erat nya. "Aku gapapa Ma"
"Iyalah gapapa orang bandel gini, liat aja tingkah Anak kamu ini Nica, kalau kita gak dateng tadi mungkin infus nya udah ditarik terus dia lari ke ruangan Cesie" ejek Opa dari kejauhan menimbulkan gejolak tawa di dalam sana sedangkan Michael hanya menahan senyuman nya
Papa Rangga mengusap kepala Michael lalu memeluknya sesaat. "Kamu istirahat dulu, nanti kalau Cey udah sadar kita bakal kabarin kamu" Papa membantu nya berbaring kembali dan membenarkan selimut nya
"Permisi Oma, Opa, Tante, Om. Kita pamit pulang ya? Nanti sore kita kesini lagi" ucap Reynand mewakili kelima nya
Opa mengangguk. "Makasih banyak sudah nemenin Mika. Kalian pulang aja kerumah, mengenai kejadian semalam, Opa sudah ngurus kasus nya kalian gak usah mikirin itu lagi"