Genre: romance, youth, love, enemies
Rolfagez dan Hesvior adalah dua Geng motor yang sudah menjadi musuh sejak lama. Bagaimana jika seorang Gadis tiba-tiba terlibat dan menjadi pemicu berkobar nya api permusuhan antara Michael Januarta (Ketua Rolfag...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Belum ada kabar dari Sagara?" tanya Mami cemas
Papa menggeleng dengan wajah marah tapi khawatir. "Kambuh lagi kan sifat jelek nya. Papa tuh capek Mi sama dia yang gak ngerti-ngerti, ada sebulan dia nurut pulang cepet, tapi setelah itu lanjut lagi ngilang gak ada kabar. Kalau pulang hampir mau pagi, muka bonyok semua, motor nya rusak. Entah apa aja yang dia lakuin"
"Cey, Gara bilang gak mau main kemana gitu? Atau nginep rumah temen nya?"
Cesie hanya menggeleng pelan. Dia tak menatap Mami nya sama sekali dan mengaduk-aduk makan malam nya dengan tak nafsu. Mami tau Cesie jadi murung karena obrolan mereka kemarin, sepertinya Cesie memang menaruh perasaan pada Michael tapi dirinya belum mengakui.
"Coba aku tanya Abisam dulu ya? Vegas ada dirumah gak atau keluyuran juga" sahut Papa sambil mencari kontak Papa nya Vegas untuk menanyakan kabar putra mereka. Namun saat sambungan dijawab, ternyata mereka juga tak mendapat kabar dari Vegas, entah kemana Anak-anak itu. "Huft, sudahla Mi, tunggu aja nanti kalau pulang, Papa sita motor nya"
Mami menghela pelan. Dia juga sudah mengirim pesan berulang kali kepada Sagara tapi hanya centang satu.
"Pa...Mi...aku boleh ke atas gak?"
Papa melihat piring makan Cesie yang tak luang isinya sejak mereka makan tadi. "Cey mau nya makan apa sayang? Kita makan diluar mau?"
Cesie tersenyum tipis lalu menggeleng. "Ini enak kok, tapi aku memang gak laper aja. Maaf..."
Papa mengusap puncak kepala Cesie dan mengangguk memberikan izin untuk ke atas. Cesie melihat ke arah Mami nya, Mami terlihat tak suka karena Cesie tak menghabiskan makanan nya namun tetap mengizinkan Cesie kembali ke kamar nya.
Cesie langsung mengkunci pintu nya dan berbaring di atas tempat tidur. Dia melirik ponsel nya di atas meja lalu menghela pelan. Dia sudah menghiraukan pesan Michael dan panggilan Michael sejak kemarin. Ada rasa sedih dan tak suka, dia ingin sekali menjawab Michael namun Mami melarang nya. Cesie tidak mau membuat Mami sedih lagi, hanya Mami yang dia miliki, karena Mami yang selalu menemani nya dari kecil hingga sekarang.
Tuk...
Cesie menoleh ke balkon kamar nya. Awalnya dia tidak ingin melihat, namun bunyi yang sama berulang kali membuat nya penasaran. Dia pun beranjak dan membuka balkon kamar nya. Ada beberapa pesawat dari origami warna-warni entah dari siapa. Saat ia melihat ke bawah, sosok Michael bersembunyi di antara bunga-bunga di samping rumah nya. Laki-laki itu tersenyum dan melambai kala Cesie melihat nya.
"Mika kenapa disana?"
Michael menaruh jari telunjuk nya di depan bibir nya sendiri lalu menggoyangkan ponsel miliknya. Cesie mengerti, dia pun kembali masuk dan membuka ponsel nya. Ratusan pesan dari Michael yang belum ia buka dan puluhan panggilan tak terjawab. Dia membuka room chat dan membaca beberapa pesan yang Michael kirimkan paling terakhir.