le mien: 62

321 45 2
                                        

Bagian: 62

Koridor mendadak sepi ketika Michael melewati nya, suara bisik-bisik juga terdengar di telinga nya saat dia berjalan ke arah kelas Cesie

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Koridor mendadak sepi ketika Michael melewati nya, suara bisik-bisik juga terdengar di telinga nya saat dia berjalan ke arah kelas Cesie. Seisi kelas Cesie awalnya melihat dirinya tapi sedetik kemudian mereka tak menghiraukan Michael disana dan lebih memilih diam tak mencampuri urusan Michael dan Cesie.

Tanpa banyak bicara, Michael menarik tangan Cesie untuk mengajak nya keluar kelas. Gadis itu berteriak menolak ajakan nya dan memukul-mukul bahu nya tapi Michael tetap menarik nya ke tempat yang sepi agar dia dan Cesie bisa leluasa berbicara disana.

Michael mendorong tubuh kecil itu untuk masuk kedalam gudang dan dia mengkunci pintu nya dari dalam. Michael memandang mata yang memerah itu dengan tatapan lembut.

"Cey, maafin gue"

Cesie tertawa pelan, dia berusaha memutar kunci pintu untuk keluar darisana, tapi Michael malah mencabut nya lalu dilemparkan ke sembarang arah.

"Sialan!" gadis memaki marah, saat Cesie ingin mengambil kunci itu, Michael menarik nya dan mendorong Cesie hingga membentur pintu gudang. "Lepasin gue bajingan!" dia memukul-mukul dada Michael dengan sangat kuat dan berulang-ulang, sambil terisak-isak dan berteriak marah

"Gue mohon tenang dulu. Gue gamau tangan lo sakit" dia menghentikan tangan Cesie yang memukul dirinya. Michael mengecup pelan jemari dan punggung tangan Cesie dan mengucapkan maaf berulang kali. "Maafin gue, maafin gue Cey"

Tubuh Cesie melemas saat Michael memberi kecupan-kecupan pelan di kedua tangan nya. Lalu mengusap surai nya dengan lembut dan membersihkan air mata yang mengalir di pipi nya. Tapi dia sungguh emosi, hingga tangan nya menampar pipi kanan Michael secara tiba-tiba.

Michael hanya merespon dengan senyum tipis, dia membawa Cesie kedalam dekapan nya dan mengusap lembut punggung Cesie yang gemetar

"Lo bisa tampar gue tapi tangan lo luka Cey, jangan sakitin diri lo sendiri. Lo bisa mukul gue sesuka lo, tapi jangan sekarang atau lo bisa suruh Sagara mukulin gue, semua gue terima. Tapi mohon maafin gue. Gue terpaksa Cey, gue terpaksa" lirih nya

"GUE GAMAU MAAFIN LO!" Cesie mendorong Michael sekuat tenaga nya lalu menarik kerah seragam laki-laki itu. "GUE BENCI SAMA LO! LO DENGER GUE KAN? GUE BENCI SAMA LO!" dia mengguncang tubuh Michael semampu nya lalu mendorong Michael dengan cukup pelan karena tenaga nya sudah terkuras. "Gue benci sama lo..." isaknya lemah

Cesie menangis sejadi-jadi nya, dia mengacak rambut nya frustasi karena gejolak amarah sekaligus rasa cinta di hati nya. Rasa amarah, kecewa dan cinta di hati nya bertumpuk menjadi satu. Katakanlah cinta memang bisa membuat dirinya bodoh. Cesie memejamkan mata nya saat Michael meraih pipi nya lalu menempelkan kening mereka, hembusan nafas Michael yang teratur membuat dirinya semakin lemah saja.

"Kenapa lo harus bohongin gue Mika. Gue udah terlanjur cinta sama lo" Cesie membuka kelopak mata nya menatap kedua mata yang berjarak begitu dekat dengan dirinya. Dia menangkup wajah itu dan tersenyum tipis. "Disaat gue udah buka hati lagi buat lo, kenapa lo ngecewain gue. Lo sayang gak sih sama gue? Kenapa lo bisa rela kalau gue di manfaatin kayak gitu? Lo gak cinta sama gue?"

le mien Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang