le mien: 63

302 50 3
                                        

Bagian: 63

"Mi aku mau pulang aja deh"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mi aku mau pulang aja deh"

"Lah kenapa? Kamu udah ketemu Papi kamu?"

"Aku masih diluar, males masuk" Cesie memainkan ujung rambut nya sambil menghela pelan. "Mami sih maksa aku"

"Sayang, dia cuma mau ngobrol sama kamu. Coba kamu bicara dulu sama dia malam ini, kayaknya dia memang udah berubah"

"Kayaknya, bukan berubah banget. Tau nya ada maksud tertentu tiba-tiba cari muka depan kita gini"

"Hush...gak boleh gitu Cesie"

"Iyadeh aku masuk. Mami doain aku takutnya aku masuk rumah sakit abis ketemu dia"

Mami mengomel di ujung sana sedangkan Cesie membalas nya dengan tawa candaan. Setelah Mami menutup obrolan, Cesie langsung masuk kedalam restoran bintang 5 itu dan disambut oleh Pelayan disana. Begitu ia menyebutkan nama Papi nya, Pelayan langsung mengajak nya menuju sebuah meja di dekat kaca besar yang memandang langsung ke penyanyi orkestra yang tampil disana. Cesie sempat bingung melihat ada 3 kursi di sekitar meja.

Awalnya Cesie kira setelah hari dimana dia menunjukkan rasa trauma secara terang-terangan kepada Pria itu, Pria itu tak akan menemui dia dan Mami lagi. Tapi tiga hari kemudian dia malah mengundang untuk makan malam bersama. Namun, Mami menolak dan mengusulkan agar Pria itu dan dirinya saja yang makan malam bersama. Sekaligus membahas tawaran itu. Begitu Cesie duduk di kursi depan Papi nya itu, Papi langsung tersenyum lebar dia sangat antusias untuk memanggil dan memesan makan malam.

"Apa kabar kamu Cey?"

"Baik"

"Syukurlah, Papi seneng dengernya. Gimana kalau kita pesan makan dulu? Kamu mau makan apa?" dia mengangkat tangan nya sehingga Pelayan mendekat. "Pesen aja sesuka Cey, mau apapun bilang sama Papi"

"Samain aja"

Papi cukup terdiam melihat perilaku nya tapi Cesie tak peduli. Papi mengambil buku menu lalu melihat beberapa menu yang tertera disana. "Mau Appetizer nya apa Cey?"

"Pilihin aja"

"Hmm, cream mushroom soup mau? Dulu kamu suka itu kan?"

"Sekarang udah enggak"

"Kalau---canape? Papi yakin kamu pasti suka. Canape satu porsi ya Mbak" Papi meliriknya sekilas sebelum membaca menu lain. "Main course nya, australian tenderloin steak nya dua porsi. Satu medium, satunya medium well. Untuk Dessert nya gelato varian pistachio satu, cookies and cream nya satu"

Cesie berusaha menahan ekspresi nya kala Papi menyebut medium well untuk kematangan steak nya. Dulu saat masih kecil Cesie memang suka steak, apapun steak nya kematangan harus medium well, tak Cesie sangka Papi masih ingat. Untuk gelato, Cesie kecil suka mencoba banyak rasa tapi dia memang cukup sering membeli yang cookies and cream.

le mien Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang