13. kantin

491 13 0
                                        

HAI AKHIR NYA AKU UP LAGI NIHHH!!
APA KABAR NGA NIHHH
JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE DAN TINGGAL KAN COMENT YAAAAA
*
*
*
~HAPPY READING~

Di situ yang datang untuk sekedar
berbicara atau menggibah

"Udah lah" relai bastian

"Ngapain?" Tanya rakha pada zea sambil memutarkan bola mata nya malas

"Nah zea ke sini mau makan lah bareng rakha" ucap zea sambil tersenyum

"Lah emang levia kemana?" Tanya revan pada zea, levia selalu di dekat zea tumben ia tak ada

"Levia ada cuman dia katanya mau makan di meja lain padahal udah zea ajak tapi dianya gak mau ta udah ara tinggal aja dulu" jelas nya pada revan sambil tersenyum riang

Bevan yang mendengar itu matanya melotot tak percaya bisa bisa nya ia meninggalkan temannya sendiri demi laki laki?

Bevan terkekeh sambil tersenyum miring tiba tiba tangannya mencengkram dagu zea dengan keras "fake banget ya lo! M.U.N.A.F.I.K" ucap bevan sambil menekan kata 'munafik'

Zea yang di cengkeraman dengan keras ia tak bisa berbuat apa apa tenaga tak sebanding dengan bevan rasanya sekarang rahang nya mau lepas saking kerasnya cengkraman bevan

Revan melotot melihat tindakan bevan sedangkan yang lain hanya tersenyum melihat nya seakan akan puas dengan tindakan bevan

"Van udah!!" Revan yang mencoba menghentikan bevan sedangkan rakha ia hanya diam melihat zea di perlakukan seperti itu ia sudah muak dengan nya

"Ck" lepas bevan dengan kasar, bevan yang belum puas memberi pelajaran pada zea yang sudah sering mengganggu mereka

Dimeja yang berbeda di satu kantin yang sama ada 4 perempuan yang sedari tadi melihat Rakha dan ara

"Heh lo va kalau rakha diam aja di situ?" Ucap angel yang masih fokus menatap mereka

Reva menoleh pada angel dan angel pun ikut menoleh ke arah reva seakan sepemikiran reva dan angel tersenyum

"Sekarang aja" timpal gladis yang paham apa yang di maksud reva dan angel sedangkan sophia ia hanya diam saja ia tak mau ikut campur urusan mereka

Reva beranjak dan berjalan meninggalkan angel, gladis dan sophia ia berjalan menghampiri rakha dan teman temannya

"Hai" sapa reva pada inti evorster dengan ramah sambil melambaikan tangannya

"Eh hai ze" tambah reva sambil menatap ara tersenyum ramah

zea tak menjawab ia hanya tersenyum sambil menatap Reva, ia bisa melihat Reva di sambut baik oleh inti evorster tidak dengannya

"ka nanti pulang sekolah aku boleh nebeng kamu gak? soalnya papah aku gak bisa jemput aku" tanya zea dengan memberi pen jelasan atau alasan kenapa ia meminta ke rakha

"gak, gue sibuk!" jawab rakha malas dengan wajah datar nya tanpa menoleh ke arah zea, zea bisa memahami itu dan ia juga tidak bisa memaksa nya

"ze bisa minggir gak?" tanya Reva namun nadanya tak sopan pada zea

"gak mau, lagian kamu bisa cari tempat lain" tolak zea namun membuat reva tersinggung

"heh ze Lo itu sadar gak si kalau gak pantes sama Rakha?" tanya Aldo yang mulai kesel dengan tingkah zea

"aku gak peduli do, aku ingin Rakha tau kalau aku suka dia dan aku mau Rakha bilang gitu do apa salah coba aku ngejar seseorang yang aku suka?" jawab zea dengan bertanya diana letak salah nya ia? ia hanya ingin Rakha tau kalau zea suka dengan rakha lagian hal itu wajar

"mending Lo pergi deh ze, biarin Reva deketin Rakha Lo juga harus sadar diri!" usir bara dengan tangannya sambil menatap ke arah zea dengan jijik tak lupa dengan tawa mereka yang mengejek zea kecuali Rakha dan revan

"ze mending kamu temenin via deh kasian dia sendiri, lagian Rakha juga gak suka sama kamu sampai kapan pun ze" usir Reva dan untuk ke sekian kali nya ia di usir seperti ini apa mereka tidak sadar atau tidak tahu kalau zea juga punya perasaan sama seperti mereka ia juga bis merasakan sakit

"kan aku juga ga-

"ck diam!!" sentak Rakha memotong ucapan zea ia muak dengan perdebatan mereka yang tak habis habis nya dan dari tadi revan juga diam i juga malas menanggapi mereka

"Lo bisa pergi sekarang!" Tunjuk Rakha ke arah zea dengan tatapan tajam dan sepertinya Rakha benar benar sudah kesal

"loh? kan mereka yang mulai ka kenapa ak-

"PERGI BANGSAD!!!" sentak Rakha yang mampu membuat zea kaget terpaku ia benar benar kaget dengan suara Rakha apalagi dengan amarah yang tidak bisa Rakha tahan

"stop kejer gue ze, Lo terkesan murahan!" tambah Rakha dengan menatap zea penuh amarah namun ia tahan

"apa kabar dengan Reva? ia juga murahan?!" tanya zea sembari terkekeh kecil, rakha tak mungkin lupa kan dengan Reva

*plakkk

tampar Reva keras di pipi kiri zea, kini mata nya menatap tajam ke arah zea "gue gak jalang kaya Lo ya!!!" elak Reva tak terima

lagi lagi dan lagi ia di tampar, bahkan kata kta nya juga sangat menyakitkan 'jalang'? tolong lah zea sendiri tidak ada yang membelanya sekarang semua nya berpihak pada Reva apa kerna wajah zea yang tak secantik Reva? kenapa dunia tidak adil?

"ze Lo bisa per-

"'pergi sekarang' oke aku pergi dulu lagian banyak yang liatin aku juga daaah" sambung zea dengan tersenyum ke arah mereka seakan akan tak ada luka yang ia pendam

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang