TYPO BERTEBARAN
Wenda melihat zea ia sebenarnya tak mau menolak tapi ia juga takut kalau putri nya itu di sakiti "sayang-
"Mah zea janji kok gak kena pukul lagi!" Yakin zea pada wenda, wenda semakin bingung ia fak bisa menolak permintaan zea
"TIDAK! Kamu tidak bisa memastikannya bisa saja mereka kembali menyakiti mu!" Tegas kakek yang mampu membuat zea diam kerna ucapan opa tidak bisa di bantah
"Tenang saja tante, kek, zea akan nginap di rumah via biar via ada teman dan zea gak di sakiti mereka lagi" serunya dan dengan pd nya ia menyilangkan tangannya
Zea kaget namun ia juga seneng bisa nginap di rumah via sudah lama ia tak menginap di rumah via terakhir waktu ia kelas 9
"Gimana tante?" Tanya via memastikan
Wenda sedikit ragu ia menitipkan putri nya pada orang lain namun ia juga tidak bisa membawa zea pergi kerna ia masih bolak balik untuk pengobatan terakhir
"Boleh, tapi! Kalian gak boleh tidur terlalu larut dan zea gak boleh lagi mengonsumsi obat itu ya, nanti mama kabarkan kalau mama sudah selesai pengobatan"
"Yeyy makasih tante" seru levia dan zea juga sedang bisa bersama via
"Terus kak zea nya kapan pulang?" Tanya vano
"Iya aku kapan pulang?" Sahut zea
"Nanti ya kita harus tanya dokter dulu" jawab oma sambil tersenyum manis ke arah zea
***
Di rumah besar dan mewah terlihat bagus di luar nya di hiasi tanaman namun jika di lihat dari dalan lumatan berantakan banyak piring yang belum di bersihkan belum lagi banyak serpihan Snack di bawah
"CIAAA!!!" Dari bawah arnold memanggil cia
'apa si anj' gerutu cia dalam hati nya ia sedang menikmati film nya tiba tiba di panggil oleh argan, ia keluar kamar "kenapa?" Tanya cia yang berjalan turun dari tangga
"Kenapa berantakan sekali bisakah kamu membersihkannya?" Tanya arnoldld lembut
"Kenapa harus aku? Kan punya pembantu suruh saja dia pulang, lagian ara kemana aja?" Tolak cia dengan berbagai alasan
"Saya juga gak tau dia kemana sudah hampir 2 minggu tak datang ke rumah awas saja nanti" geram Arnold saat mengingat zea
"Kamu saja yang bersihkan cia" pinta gernald dengan suara berat, dan jujur saja arnold sudah lelah dengan pekerjaan di kantor nya
"GAK! Apaan ieww, papah aja sendiri" tolak cia dan malah menyuruh gernald yang melakukan semua pekerjaan rumah nya dan ia pergi ke kamar nya begitu saja meninggalkan argan
arnold menarik nafas nya berat dan dengan terpaksa ia harus melakukannya ia juga tak bisa memaksa cia melakukannya, kenapa? Dan kenapa zea bisa di paksa?
arnold beranjak membersihkan serpihan Snack yang ada di bawah lantai, tak habis di situ ia juga beralih ke dapur untuk membersihkan piring yang belum di cuci
"loh pah ngapain?" Tanya darren yang baru datang dari kuliah nya
arnold menoleh ke arah darren yang tepat di samping nya, "cuci piring" jawab gernald seada nya jujur ia sangat lelah sekarang
*Prangg
"Shhh" ringis gernald saat pecahan kaca itu menusuk ke kaki nya
Darren kaget dan panik melihat kaki ayah nya berdarah "pah! Sekarang duduk aja biar darren yang cuci." Darren memapah gernald untuk duduk di kursi yang ia sediakan
arnold pun menurut kerna sakit di kaki nya berdenyut dan perih, dan darren yang melanjutkan untuk mencuci piring
Dengan pelan darren mencuci piring itu memang di tam pernah mencoba nya, walaupun cukup lama tapi akhir nya selesai darren membersihkannya dan beralih duduk di Samping arnold
"Kenapa papah yang cuci?" Tanya darren
"Bi izah belum pulang ia pulang seminggu lagi, dan cia tidak mau melakukannya terpaksa papa yang melakukanya" jawab nya sembari menatap darren
"Loh kenapa cia gak mau?" Tanya nya heran
"Entahlah" jawab nya ia juga bingung
Dan hening dan tiba tiba saja argan kepikiran dengan zea "apa kamu merindukan zea?" Tanya argan ragu
Darren sontak menatap ayah nya kenapa tiba tiba menanyakan zea ya walaupun zea tak pernah datang lagi ke rumah "entahlah aku bingung pah" jawabnya sambil menunduk
"Apa dia juga begini saat mengerjakan kerjaan rumah sendiri?" Tanya nya dengan tatapan lurus ke depan
Dan darren juga baru kepikir ke sana kenapa selama ini ia tak memikirkan zea?
"Mungkin iya, aku kangen zea pah, tapi dia juga yang buat mama gak ada" lirih nya
"Papa juga, apa dia selama ini kesakitan tinggal di sini? Ia tak pernah mendapatkan kasih sayang seperti dulu darren bahkan dia selalu mendapatkan pukulan dan cacian" sendu arnolld saat teringat Putri kecil nya yang dulu selalu ia manjakan dan sekarang malah juga yang membuat nya luka
"Sudah lah, lebih baik kita pergi ke kamar untuk istirahat pah" darren mengajak argan untuk beristirahat
Dan argan menurut namun sebelum itu darren membantu arnold mengobati kaki nya tang sempat terkena pecahan kaca dan untuk nya tidak sampai masuk ke dalam daging
Darren membantu gernald untuk mengantar nya ke kamar dan beristirahat akibat seharian bekerja "pergilah ke kamar" perintah arnold pada darren untuk beristirahat
"Baik pah" sahut darren dan pergi meninggalkan argan
Arnold yng tengah berdiri di pintu kamar melihat darren yang menjauh dari nya "apa ia akan kembali" gumam nya sebelum ia menutup pintu kamar nya dan beristirahat
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
