48. kembaran reva

484 11 0
                                        

di kamar yang bercorak abu hitam, ada seorang perempuan tang kini tengah menonton telivisi di kamar nya, dia reva

*ting

reva menyeringit heran ketika pesan yang masuk adalah no yang tak ia kenal

620186xxxx
gue mau ketemuan pohon dekat pasar malam sekarang!

Anda:
siapa lo?

620186xxxx
lo akan tau dan gue mau bicra hny ber2 sm lo!
penting!!!
📍 location

"shit! siapa si" reva beranjak mengambil jaket nya dan keluar menuju pasar malam apa yang di arahkan oleh no tidak di kenal itu

***

sesampainya di sana reva segera menuju pohon besar yang di lilit lampu led sungguh inda namun ada rasa sakit jika melihat kejadian itu

"sampai juga lo" ucap seorang perempuan menbuka masker dan jaket nya

"z-zea?" kaget reva melihat zea yang muncul di balik pohon

"apa maksud lo?" tanya reva muak melihat wajah zea

"lo ingat kejadian 5 tahun lalu?" tanya zea menatap reva sendu

reva mulai mengingat kejadian di mana kakak nya sendiri mati di tangan zea dekat pohon besar itu, ia tak sanggup melihat kaka nya yang terbaring lemah menatap sendu ke arah reva

reva bergegas berlari mendengar tembakan yang begitu nyaring, dan ia terpaku melihat kaka nya sendiri terbaring lemah dengan darah bercucuran di mana mana

dengan tetapan kosong, lemah ia menerobos masuk dari gerombolan orang yang tengah melihat kejadian, reva langsung memeluk kaka nya

"VERAAAA BANGUNNNN!!!" teriak reva dengan terus mengguncang tubuh vera

"aku gak mau kehilangan kamu! papah sudah pergi kamu jangan vera" lirih reva dengan tatapan kosong nyaa, bahkan ia seakan tak mendengar ucapan orang orang ia seakan akan tuli

"va...." lirih gadis itu menatap reva

reva mendengar kata itu, ia menatap ke arag gadis itu "APA YANG KAMU LAKUKAN ZEAAA?" tanya reva menggerang

"aku tidak melakukan apapun reva percayalah!!" zea mencoba membela diri nya saat itu

seakan buta dan tuli "AKU BENCI KAMU REVA, AKU AKAN MEMBALAS NYAA" reva menatap penuh kebencian ke arah zea, kerna ia berpikir zea lah penyebab kematian kaka nya, hanya zea yang pertama kali ada di dekat vera

reva tertunduk menangis mengingat kejadian 5 tahun yang lalu

"gue benci lo ze" ucap reva penuh penekanan dan dendam

"gue bahkan belum beri penjelasan va" balas zea sendu dengan air mata yang sudah mulai meluruh

"gue mau ketemu lo kerna ada hal penting yang sebenarnya mau gue kasih tau" tambah zea duduk di samping reva

"TAPI LO UDAH BUNUH VERA!!"

"vera sahabat gue satu satu nya yang gue punya waktu itu, lo pikir gue mau bunuh sahabat gue yang selalu ada buat gue va?" tanya zea memaham tangis nya agar ia bisa menyelesaikan ucapanya

"vera selalu bilang lo adik terbaik yang pernah ada va, vera bilang akan kenalin lo sama gue...

reva mengangguk lesu, vera selalu baik dengan reva, jika ada kesempatan reva akan mengatakan itu dan memeluk nya erat

"dia di tembak sama orang jahat va, dan saat itu gue yang saksiin langsung, lo gak pernah kebayang gimana rasanya negliat sahabat lo sendiri mati di dekat lo" ungkap zea terisak tak sanggup menceritakan tentang vera

"gue trauma va, gue takut, gue bahkan ngikutin kemauan bodoh lo agar lo bisa maafin gue, gue udah jadi culun, di katain badut dan di bully sama lo gue gak pernah balas va, gue tau sakit nya jadi lo kehilangan orang yang lo sayang"

reva menoleh dan menatap ke arah zea sendu namun masih ada rasa benci di hati nya

"lo tau" balas reva lirih

"sebelum kejadian itu vera cerita banyak hal tentang keluarga lo, termasuk ayah lo va" ucapan zea mampu membuat reva berhenti menangis menghapus air mata nya menatap serius ke arah zea

"m-maksud lo apa?" tanya reva menanyakan jawaban

"vera cerita kalau ibu lo yang sekarang atau ibu tiri lo, yang udah bocorin perusaan ayah lo hingga bangkrut, dan ibu tiri lo juga yang racunin ayah lo sampe meninggal, vera cerita itu semua ke gue va, gue awal nya bingung namun gue biarin gue hanya dengerin va"

"vera juga bilang mau laporin ke polisi secepatnya kerna ibu tiri lo sudah tau kalau vera tau tenteng kebusukan lo" tambah zea menatap reva

"jadi yang bunuh vera, serlen?" tanya Reva yang di penuhi pertanyaan dan berusaha mencerna perkataan zea

"gue gak tau pasti tapi gue dan temen gue sempat ambil rekaman orng yang udah nembak vera" zea memberikan rekaman itu ke arah reva, reva bisa melihat kalau ada seorang wanita berjubah hitam dengan kaca mata, dan masker hitam, namun reva melihat ada hal yang aneh dari video itu

"coba zoom bagian wajah nya" suruh reva kembali menatap ke tablet itu, video agak blur namun ia bisa melihat ada tahi lalat dekat telinga wanita itu, reva tau itu siapa

"shit!" umpat reva baru mengetahui fakta itu

"tunggu lo mau ke mana?" tanya zea menghentikan langkah Reva

"jangan bilang lo mau labrak mereka?"

"iya" sahut reva penuh kebencian

"va jangan gegabah, mending kita kerja sama aja, gue juga ada hal yang harus gue selesain dan butuh bantuan lo"

reva menatap zea sejenak "bantuan?" heran reva  bantuan apa yang di maksud zea

"nanti, ada satu lagi yang mau gue kasih tau lo, jangan sampai ibu tiri lo tau"

"apa?" tanya reva

"ayah lo masih punya perusahaan di Melbourne, hanya vera dan ayah lo yang tau, kerna perusahaan itu awal nya akan jatuh ke tangan vera, vera bilang ke gue sebelum nafas terakhir nya, dia mau lo yang nerusin perusahaan itu" ungkap zea mampu membuat reva membuka mulut nya tak percaya

"t-tapi siapa yang jalanin perusahaan itu kalau ayah sudah tiada? tidak mungkin vera yang umur nya baru 12 tahun" tanya reva menunggu jawaban dari zea

"suruhan ayah lo mungkin, gue gak tau pasti, tapi vera bilang kalau yang menjalankan perusaan itu tau wajah kalian, mungkin dia masih nunggu lo va" jawab zea

"kenapa lo gak bilang dari awal?" tanya reva lirih, andai ia tau dari awal ia tak akan di bodohi oleh ibu tiri nya

"gimana gue  mau bilang kalau lo aja gak sudi liat wajah gue" sahut zea

"hahaha.... maaf ya ze gue gak seharusnya lakuin itu ke lo"

"lagian lo setelah itu menghilang ze, rasa benci gue makin membara"

"gue tau, gue juga minta maaf sama lo va, baru sekarang gue kasih tau kebenaran nya" maaf zea tulus ikut sedih kehilangan sahabat nya

reva tersenyum dan memeluk zea tentu zea kaget dengan tindakan reva namun ia membalas pelukan reva, zea bisa merasakan reva menangis di baju nya sungguh menyakitkan, ia seakan akan mengutarakan kehilangan sosok kembaran nya yang selalu ada untuk nya selama 12 tahun 

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang