seorang perempuan tengah berbincang lewat telpon dan kini topiknya semakin panas
"gue dapet camera Lo, and ada berita yang bikin Lo kaget, nanti gue kasih tau saat Lo balik ke markas" pungkas laki laki itu di sebrang sana
"mungkin nanti gue ke sana"
"gue harap Lo sering ke markas dan jadi queen seperti dulu" ujar laki laki itu penuh harapan
"gue gak bisa Gus, gua gak mau kalau lu mau bangun, lu aja ketua gue males" sahut nya sambil memutar kan bola matanya
****
Tiba tiba saja ada yang memeluk nya dari belakang membuat rakha kaget "rakha aku datang lagi, hai semua" sapa reva dan langsung duduk di samping rakha hingga membuat Revan tergeser padahal ia sudah nyaman dengan duduk nya
"LO BISA DIAM GA? Gue ke geser, lo bilangin sama cewek lu ka!" Geram revan pada reva yang tidak tah di sopan duduk begitu saja di tempat yang sempit tidak memikirkan orang
"Rakha dia.. aku kan cuma geser dikit dong" adu reva dengan suara yang di buat buat
"Jaga omongan lu, jangan kasar sama cewe!" Sahut rakha tak terima
Revan terkekeh mendengar ucapan rakha yang menurut nya agak kocak "kasar? Gue gak main tangan bukannya lu yang kasar? Lupa atau gila? Perlu kaca? Gak sadar, bela aja tuh cewe ular" pungkas revan pada rakha sembari terkekeh
Mereka semua terdiam mendengar ucapan revan yang sangat menusuk, bahkan rakha pun tak bisa berkata kata ia teringat dengan zea ia sudah kasar pada zea, entah mengapa hampir 2 minggu ini ia kesepian
"Diam kan lo!" Sarkas revan dan kembali duduk memainkan ponsel nya
Setelah itu kembali terjadi keheningan di antara mereka hanya ada suara berisik dari reva yang tengah mencoba mengajak nya sesuatu pada rakha
namun tak lama via sama vano datang menghampiri mereka "van!" Panggil via sambil menepuk punggung revan
Revan pun kaget hampir saja hp nya terjatuh ke lantai, dan via pun tak menyangka akan seperti itu menutup mulut nya dengan kedua tangannya "ck napa si?" Tanya revan dengan malas
"Loh vano mau ketemu rakha ya? Yu kita ngobrol dulu" Tebak reva sembari menatap varo dan tersenyum mengerikan menurut vano
Vano merinding mendengar suara reva yang s.o.k i.m.u.t menurut nya "iih najis siapa juga yang nyari dia" jawab nya dengan bahu yang menggedik seolah jijik
"Iih vano gak boleh gitu lihat deh rakha adik kamu" adu nya lagi pada rakha
sebenarnya Rakha muak dengan tingkah Reva tapi arghhhh "No j-
"Apa mau belain? Udah deh kepedean nanti tu nene lampir, gue aja jijik denger nya emang lu nggak? Kuat banget kuping lu, mending kak zea deh manis nih malah kek hantu serem senyumnya" potong vano sembari memasang wajah jijik pada reva
"HAAHAHHAHAHA MAMPUS NENEK LAMPIR" tawa via pecah saat mendengar ucapan vano yang terlalu jujur menurut nya dan revan juga ikut terkekeh mendengar ucapan vano dan tawa reva bahkan teman rakha pun ikut tertawa
"Kurang ajar" kesal reva pada via
"Bacot wleee" sahut via memanasi reva sambil menjulur kan lidah nya dan tertawa
Ah iya baru ingat "van besok bantuin gue nyiapin barang buat zea" ucap nya sembari tersenyum manis pada Revan
'ah shit ni jantung' revan membatin kala ia salah tingkah dengan senyuman via
"Dih lo salting?" Tanya via sembari memiringkan bibi nya dan menyatukan alis nya bingung
"GAK LAH!" Elak nya mampu membuat se isi kantin kaget di buat nya
Via lun tersentak kaget "buat kaget aja lo bangsd"
Dan datang angel, gladis dan shopia yang ingin menjemput sang ratu reva "va ayo balik yu" ajak gladis yang membuat via kaget sejak kapak gladis di samping nya
via di buat kaget dan kesal kerna kedatang. Mereka "ck ayo pergi no enek gue lihat nenek lampir lama lama hahahaha" sindir nya dan diakhiri dengan tawanya membuat vano geleng geleng oleh ulah via
"AWAS AJA.LO YA!" Teriak reva saat via dan vano pergi tak jauh dari mereka, dan tanpa di duga duga via berbalik badan membuat semua nya bingung "wleee" via menjulur kan lidah nya dengan tangan di samping kepala nya, tingkah nya membuat mereka semua terkekeh via berbalik dan tertawa sambil melanjutkan jalannya
"Kenapa rev?" Tanya angel heran pasal nya mereka baru datang
"Gak papa ayo pergi" ajak reva tak lupa "aku pergi dulu ya ka" pamit nya dengan suara sama di awal sok imut 'uwekkk'
Mereka pergi meninggalkan ini evorster yang ada di meja kantin "van maksud via tadi apa?" Tanya bevan membuka suara
"Zea koma bev" bukannya revan yang menjawab melainkan rakha
Ucapan rakha kembali membuat mereka terkejut untuk kesekian kali nya "lo tau?" Tanya revan heran
"Vano vano kasi tau" sahut nya jujur
"Lu tau dan itu semua salah lu" balas revan dengan suara yang sedikit naik
"Maksud lu apa van?" Tanya aldo penasaran apa yang di katakan Revan kenapa malah menanyakan rakha
Revan membuka hp nya dan menyampaikannya kepada inti evorster, mereke diam terus maksud nya apa dari chat itu?
"Terus?" Tanya aldo
"Gara gara chat ini zea nungguin rakha berjam jam hingga larut malam, tapi malah dia pulang dengan jalan kaki, dan miris nya saat zea jalan kaki ia di hadang preman bahkan hampir di lecehkan, dan untung nya ia berhasil kabur dari 3 preman itu namun naas ia tertabrak mobil dengan kecepatan tinggi hingga koma" jelas revan sembari menatap tajam rakha
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
