Levia melihat Tante Wenda yang tengah berlari mendekati mereka, ia tidak jadi menutup lift nya "loh tante?" Tanya levia
Wenda yang akhir nya masuk ke lift dan menatap levia "iya tante tadi beli makanan buat oma dan opa dan tiba tiba opa telpon tante kalau zea udah sadar" balas nya dengan nafas yang tak teratur
"Oh gitu yaudah ayo kita ke ruangan zea, pasti zea kaget!" Seru levia saat pintu lift ke buka, ia mengajak wenda untuk segera menemui zea
Wenda mengangguk dan berlari kecil ke ruangan zea yang tak jauh dari sana "ayo no..." Desak via menarik tangan vano
Dan akhir nya mereka sampai di rungan zea via bisa melihat zea sedang menangis memeluk oma sungguh ini sangat menyayat hati
"Sayang coba lihat siapa yang datang" panggil oma sambil menepuk pelan belakang zea
Zea melihat sekitar nya yang pertama ia lihat adalah via dan vano ia tersenyum melihat via datang menjenguk nya "via?"
"Haii maafin gue yaaaaa" lirih via sambil menundukkan kepala nya
"Ih gak papa makasih loh udah ada di sini aja aku seneng banget" sahut nya dengan gembira
"Kak gimana?" Tanya vano memastikan keadaan zea
"Aku baik no maksih yah udah dateng"
"Hai" sapa revan yang baru saja datang
"Wah maksih yah revan sudh repot repot ke sini bawa buah lagi" balas zea tak enak
"Datang juga tu anak-
Eh Zea lihat deh di belakang kamu siapa" ucap levia sambil mendongakkan kepala nya meng arahkan ke belakang
Zea menoleh ke belakang dan betapa terkejut nya dia "m-mamah?" Tanya tam percaya
"Iya sayang ini mamah" sahut wenda sambil membuka tangannya untuk memeluk zea namun entah sadar atau masih pemulihan zea menepis tangan wenda, tindakan zea membuat semua orang bingung, bahkan zea enggan menatap wenda
"Mamah kemana aja selama ini" tanya nya tanpa melihat wenda
"m-mama-
"KEMANA??? mama kemana aja saat zea merasa kesepian?" ungkap yang kini mata nya sudah mengeluarkan air mata
Wenda menatap ke arah oma dan di angguki oleh oma "maafin mama ya gak ngabarin kamu selama ini mama di bawa oma sama kakek ke new York untuk pengobatan mama sayang waktu itu mama juga gak sadar kalau kakek lah yang bawa mama dari insiden itu maafin mama sayang" jelas nya tanpa di tambah tambahi dan ia juga tak mau zea salah paham
"zea gak kangen mamah?" tanya wenda sambil merentangkan tangannya dan langsung zea berhampur pelukan ke wenda
Di situ via, vano dan zea juga baru paham mengapa wenda meninggalkan zea selama ini sendirian
"Mah, z-zea ... zea hampir dilecehkan mah zea takut, zea di ikat di ruangan yang gelap dan hanya ada lilin di situ zea Taruma mah saat di mana kebakaran waktu itu" ucap nya dengan suara sendu nan lirih
"bahkan semua orng jahat di sekolah zea di bully zea gak pernah bales ma, bahkan kakak dan papah juga sakitin zea Kaka pernah cekek zea sampai ...." adu nya di pelukan wenda kini ia cegukan akibat tangisannya
"iya mereka jahat tapi mama gak akan Kaya gitu" ucap wenda mencoba untuk menenangkan zea
"PAPAH JAHAT!! Bilang zea bukan anak nya mah, papah sama kaka bela cia padahal di situ cia yang salah dan zea yang kena marah dan pukul... Hiks papah juga bilang kalau zea pembunuh mah" racau zea sembari menangis di pelukan wenda
Semua orang kaget atas penuturan dari zea bahkan wenda pun tak tahan mendengar kisah zea, jadi selama ini putri nya tersisa batin dan fisik nya
"Gak sayang kamu bukan pembunuh, udah yah jangan nangis lagi, papa sama kaka emang jahat udah pukul wena ya." Wenda mencoba untuk menenangkan putri nya
'kan bener kalau ka zea itu ka wena' batin vano sedangkan levia dan revan malah aneh dengan sebutan wena
"Hiks.. hiks.. maafin wena sendal yang di kasih mama jadi rusak, cia pakai sendal zea dan kakak yang rebut paksa"
"Gak papa nanti kita beli lagi ya kita couple nanti"
"Kata dokter zea mengonsumsi obat penenang?" Tanya oma dengan hati hati
Zea kaget mendengar pertanyaan oma ia mendongak "i-iya, zea gak bisa tidur oma zea selalu pusing" jawab nya lirih dengan pandangan ke bawah
Dan semua orang kembali di buat terkejut "ya ampun sayang, jangan lagi ya" tegur wenda di tengah tangisannya
Zea menoleh ke arah wenda "zea gak bisa tidur ZEA GAK BISA TIDUR ZEA PUSING setiap hari zea di marahi, saat itu juga zea merasakan seluruh tubuh zea sakit mah" semua orang menangis mendengar penjelasan zea
"Luka zea belum kering mereka malah tambah luka baru buat zea, bahkan zea bertahan untuk hidup MAMA KEMANA AJA?? Zea capek mah zea capekk, zea selalu di salahkan hiks...." Kini zea kembali memeluk wenda dengan tangis nya yang membasahi baju wenda
"Maafin mama sayang maafin mama mama janji gak akan ninggalin kamu lagi ya" wenda merasa sangat bersalah kerna meninggalkan putri nya tapi harus bagi mana lagi saat itu ia juga terluka dan butuh pengobatan yang lengkap
"Udah ya sekarang zea makan ya" kini giliran oma yang berbicara dan oma juga mengambilkan makanan yang baru saja Wenda beli
Zea melihat oma nya "zea mau makan sama mama dan via" jawab nya dengan mendongakkan kepala nya
"Zea mau makan di bawah aja biar rame" tambah nya
"Yaudah sini mama bantu"
***
Mereka makan sambil berbincang bincang "revan!!!" Kesal via sat air nya sedikit tumpah akibat senggolan Revan
"Maap maap lagian kenapa taruh di situ si" maaf revan namun juga tam mau kalah
"ligiyin kinipi tirih di siti si? emang mau taro di mana revan!! PALA LO?" Geramnya sambil menekan kata akhir nya dengan mata tajam ke arah revan
"Awas jodoh" ucap zea dan vano bareng
"GAK!!" Jawab mereka kompak
"HAHAHAH" tawa mereka menghidupkan suasana wenda pun senang melihat zea tertawa bahagia
"Aku kenyang" ujar zea sembari mencuci tangannya dan di angguki oma dan ibu nya
"kek zea mau pulang zea gak mau di sini" rengek zea sambil menggoyangkan tangan kakeknya yang tepat berada di samping nya
"Kalau pulang nanti naze di pukul lagi kakek gak mau!" Tegas kakek yang tak mau cucu nya terluka
Sekarang zea agak menyesal menceritakannya tapi di sisi lain ia juga lega kerna sudah mengeluarkan unek unek nya "tapi mereka juga keluarga zea iya kan ma? Walaupun papah sama kaka udh jahat zea tetap sayang" zea menoleh ke wenda seakan akan meminta izin agat bisa tinggal di rumah nya
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
