typo bertebaran!!
*
*
*
HAPPY READING
Suara seorang perempuan yang sedang menerima telpon dari pemuda yang umur nya 18 tahun "kami sudah dapat bukti!"
Berita itu mampu membuat gadis itu tersenyum "bagus,"
"Gue ada tugas lain buat kalian!" tegas gadis itu pada pemuda itu
"Apa?" Tanya nya pemasaran
"Cari tau Camera gue, gue yakin itu masih ada"
"Kenapa gak dari dulu aja?" Tanya pemuda itu dengan kesal
Gadis itu mengerutkan kening nya "kalau gak mau biar gue" ujar nya dengan suara kesal
"Gak, gue bantu" sahut pemuda itu sambil terkekeh
Gadis itu tersenyum tanpa pikir panjang ia mematikan telepon nya dengan sepihak
***
Suara orang di mana mana, suara tertawa, saling tukar cerita, bahkan banyak orang yang lalau lalang membawa makanan nya
Revan, aldo dan rakha sedang berada di kantin sekolah, mereka duduk di meja yang sama
"ASSALAMUALAIKUM"
"ANJ JAMUR POPO" kaget aldo saat bevan menepuk pundak nya dan mengucap salam tepat di telinga aldo
"Jawab kek anj" ucap bevan santai berjalan untuk duduk samping revan, dengan muka tidak bersalah sama sekali
"Wa'alaikumsalam" ucap mereka serempak
Aldo menatap tajak bevan ia masih kesal dengan bevan bisa bisa tuh anak santai banget makan makanannya habis ngagetin orang
"Ngwapwa lwo?" Tanya bevan yang sadar kalau aldo sembari tadi menatap nya, ia bahkan bekum menelan makanan nya
"Gak"
Mendengar jawaban singkat dari aldo bevan hanya ber 'oh ria ia melanjutkan makanannya seperti anak kecil yang tak tahu apa apa
Aldo semakin kesal pada bevan 'tuh anak kenapa anj ky gk punya dosa aja bngsd' batin aldo
Tak lama suara langkah seorang perempuan mendekat ke meja mereka, perempuan itu mendekat ke arah rakha (bisa tebak siapa?)
"Hai va ngapain?" Tanya aldo pada reva yang langsung duduk di samping rakha
Yapss itu reva ia duduk di samping rakha, sedangkan rakha ia hanya diam fokus untuk memakan makanan nya
"Emm aku mau berteman aja" ucap nya sambil tersenyum
Reva beralih pandangan nya ke arah rakha "oh iya denger denger adik kamu pindah ke sini kan?" Tanya reva lembut pada rakha
Rakha tidak menoleh ke arah reva mata menatap lurus ke makanan nya, ia rasa makanan itu lebih menarik dari pada reva
"Hm" jawab rakha singkat
Tentu bukan jawaban itu yang di inginkan reva, kenapa jika tidak ada zea rakha acuh pada nya? Bukan reva kalau diam saja melihat respon itu
Ia mendekatkan tubuh nya di samping rakha "mau" ucap nya menatap kentang yang di makan rakha
Rakha yang merasa terganggu menoleh ke samping "diam!?" Tegas rakha pada reva
Sedang kan bevan aldo dan revan mereka tamu ikut campur, mereka juga tau kalau rakha tidak suka pada reva, Rakha hanya tak mau kalau zea dan Reva saling bertengkar kerna nya
Reva menghela nafas dan menjauh dari Rakha
"Siapa lo?" Tanya seorang siswa yang baru saja datang bahkan mereka juga tak menyadarinya
"Vano" ucap rakha sambil menatap vano yang tengah berdiri melihat dengan tatapan tak suka ke arah reva
Reva terkejut kalau itu vano wajah nya tak kalah cakep dengan rakha "hai aku Reva" ujar nya dengan suara yang vano rasa itu di buat buat
Vano tidak membalas reva padahal ia lah yang bertanya, vano berjalan ke arah rakha sambil menyodor kan tangannya
Rakha yang bingung dengan tangan itu apa maksudnya? "Ck uang gue" ucap nya kesal
"O-oh" rakha langsung mengambil dompet nya di celana nya dan memberikan uang berwarna merah 2 lembar ke tangan vano
Vano ingin berjalan pergi "hai semua" sapa zea sambil tersenyum ramah, sedangkan aldo dam bevan menatap tak suka ke arah zea
"Loh ada vano?" Tanya nya
Bukannya menjawab vano malah menatap zea dalam tatapan itu sulit di artikan, bahkan zea pun menyadari nya
zea mulai gelagapan tangannya kini berada di dada nya ada sesuatu yang ia tutupi "V-vano-
"Siapa dia ze?" Tanya via yang berada di samping zea ia sembari tadi memperhatikan vano, ucapan via mampu membuat vano sadar
zea menoleh ke via dan beralih ke arah vano "Vano adik nya rakha" jawab zea menatap ke arah via sambil tersenyum
"Oh ganteng juga" via sadar dengan ucapnnya yang ceplas-ceplos reflek menutup mulut nya
"Mata keranjang" sahut revan sambil memutar bola matanya malas
Sontak mata via membulat sempurna "Heh bacot lu!!" Ujar nya tak terima
"Lah kan bener" jawab revan tak mau kalah
"ini nih ini tanda orang yang iri sama orang cantik!!" Cibir via mengejek revan
"cantik apaan mirip Popo" sahut revan ia dapat melihat via melotot ke arah nya
Via menatap revan dan berjalan ke arah nya "Lu ya anj lu tai" marah via pada revan sambil menarik rambut revan brutal
"Via udahh aduhh" relai zea Sambil menarik via menjauh dari revan
"Ck lo gak asik ah ze!" Kesel nya yang audah menyilang kan tangannya kesal dan matanya terus menatap tajam ke arah revan
Aldo dan bevan hanya mampu geleng geleng kepala tak percaya pasal nya mereka tak pernah melihat revan yang mau bercanda dengan perempuan kalau di ajak ngomong pasti jwb nya singkat kalau gak, tidak di sahut nya
"Do tu revan kenapa?" Tanya bevan keheranan yng beralih menatap aldo
"Gue gak tau gue juga bingung, semua orang bingung gak bingung kalau udah di syorga" ucap nya serius sambil menatap bevan, seola olah seperti ustadz yang sedang ceramah di majelis majelis
Sedangkan rakha ia tak perduli ia lebih memilih memainkan hp nya, walaupun awal nya ia cukup kaget dengan ucapan revan, dan varo ia diam sendari tadi mata terus menatap ke arah zea tatapan yang sulit di artikan ia berusaha seolah olah mengingat sesuatu
Namun tak berselang lama vano meninggalkan tempat nya untuk menemui teman nya, hal itu tak luput dari reva
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
